
Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, pada Jumat (28/11). Tahun ini, acara tersebut diselenggarakan dengan antusiasme tinggi. Peringatan Hari Guru Nasional dilaksanakan setiap 25 Desember, dan tahun ini menjadi momen penting bagi para pendidik di seluruh Indonesia.
Prabowo tiba sekitar pukul 15.06 WIB dengan mengenakan kemeja safari berwarna krem dan kopiah hitam. Ia langsung disambut oleh para guru yang hadir dari berbagai daerah. Para peserta acara tampak antusias, ingin berjabat tangan dan berfoto bersama dengan Presiden.
Selain Prabowo, beberapa menteri Kabinet Merah Putih juga hadir dalam acara tersebut. Di antaranya adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. Purbaya tiba lebih dulu di lokasi dan mendapat sambutan meriah dari para guru. Bahkan, mereka antusias untuk foto bersama dan menyebut nama Purbaya.
Momen Bersejarah: Prabowo Memeluk Anak Tunanetra

Salah satu momen yang tak terlupakan dalam acara ini adalah ketika Presiden Prabowo memeluk seorang anak laki-laki penyandang tunanetra. Momen ini terjadi setelah Prabowo selesai memberikan sambutan dalam acara peringatan Hari Guru Nasional 2025.
Setelah memberikan pidato, Prabowo menyalami Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menko PMK Pratikno, dan Mensesneg Prasetyo Hadi. Beberapa saat kemudian, ia dihampiri oleh seorang anak tunanetra dari salah satu sekolah yang hadir dalam acara tersebut.
Prabowo langsung memeluk anak itu, mengusap kepala dan bahunya, serta berbincang singkat. Ia juga menyematkan lencana di baju anak tersebut. Setelah itu, Abdul Mu’ti juga turut memeluk anak itu.
Pesan Penting dari Presiden Prabowo
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan ucapan selamat Hari Guru sekaligus ajakan untuk membangun pendidikan Indonesia bersama. “Saya ucapkan selamat hari guru. Terima kasih, semoga pendidikan Indonesia semakin maju,” kata Prabowo di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/11).
Ia juga meminta doa dan dukungan dari seluruh guru yang hadir dalam acara itu. “Terima kasih saya diundang Hari Guru Nasional 2025. Terima kasih pengorbanan kalian, bersama-sama kita bangun bangsa kita. Saya minta doamu, saya minta dukunganmu, bantu saya berantas korupsi. Terima kasih,” tuturnya.
Guru Harus Tegas Karena Ada Anak Nakal-Malas

Presiden Prabowo menegaskan pentingnya ketegasan guru dalam mendidik anak-anak Indonesia. Ia menilai bahwa pendidikan tidak akan berjalan tanpa peran penting guru, termasuk dalam membentuk karakter peserta didik.
“Dan guru yang baik harus tegas, karena anak-anak kita ada yang nakal, ada yang malas,” ujar Prabowo. Ia juga menuturkan bahwa ketegasan para guru di masa lalu telah membentuk dirinya hingga bisa memimpin negara saat ini.
Meski begitu, Prabowo menyebut dirinya sempat nakal saat sekolah. “Saya boleh kasih pengakuan, aku termasuk yang nakal dulu,” ungkap dia. “Untung udah jadi presiden, tapi emang kalau guru-guru saya nggak keras, nggak tegas, saya nggak bisa berdiri di sini,” kata Prabowo.
Hai Orang Tua, Kalau Guru Keras, Jangan-jangan Anakmu Nakal

Presiden Prabowo meminta kepada seluruh orang tua siswa agar tidak langsung menyalahkan guru ketika mereka bersikap keras saat mendidik murid. Ia menegaskan bahwa ketegasan guru merupakan bagian penting dari proses pendidikan.
“Jadi hai orang tua, di mana-mana, kalau guru-guru keras, jangan-jangan anakmu yang nakal,” tegas Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/11).
Pernyataan Prabowo ini disambut sorakan dari para guru yang hadir. “Kalau anak dibiarkan terus dia tidak bisa menjadi baik,” ucap Prabowo. Ia menekankan bahwa guru harus berani bersikap tegas karena setiap anak memiliki karakter berbeda, termasuk yang kerap malas atau nakal.
Prabowo Miris Lihat Video Siswa Seberangi Sungai ke Sekolah: Koruptor Lihat Ini!

Presiden Prabowo merasa sedih dengan ketimpangan akses pendidikan yang belum merata di Indonesia. Di pelosok, anak-anak sekolah harus berjuang menyeberangi sungai untuk bersekolah. Ia menampilkan cuplikan video tentang kurangnya fasilitas jembatan di pelosok hingga anak-anak kesulitan bersekolah.
“Coba itu anak-anak yang ke sekolah harus nyeberang sungai tiap hari, tayangkan itu. Nah, ini mohon untuk dibangun kembali agar warga masyarakat bisa melewati jembatan ini,” kata Prabowo, di Puncak Hari Guru Nasional, di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (28/11).
Ia menyinggung para koruptor yang membuat pembangunan menjadi terhambat. “Ini koruptor-koruptor lihat ini!” ujar Prabowo. “Harus muter, di sekolah basah, di sekolah mereka basah, pulang basah, kami keseringan dihambat banjir,” ungkapnya.
Prabowo Singgung Purbaya Soal Pendidikan di Daerah: Pusingmu Mulia Untuk Rakyat

Presiden Prabowo ingin pembangunan pendidikan merata di semua daerah di Indonesia. Tak terkecuali untuk infrastruktur pendidikan di daerah terpencil. Tentu, pembangunan ini butuh anggaran yang tidak sedikit. Prabowo lalu menyinggung kesiapan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang juga hadir dalam acara itu.
“Kita harus atasi jembatan itu, dengan kerja nyata, pikiran nyata, dan tiap jembatan bagaimana pun butuh sumber daya, butuh uang,” kata Prabowo di puncak peringatan Hari Guru Nasional di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/11).
“Ini sedang tambah lagi pusing Purbaya. Nggak apa-apa Purbaya, pusingmu mulia untuk rakyat. Aku lihat kau belum botak, jadi masih kuat kau,” ujar Prabowo.
Pernyataan itu muncul setelah Prabowo memperlihatkan sebuah video yang menggambarkan perjuangan siswa-siswi di daerah terpencil yang kesulitan menuju sekolah karena akses jalan rusak. “Jadi, hei, elite-elite di Jakarta, hei kelompok orang pinter, lihat rakyatmu. Kita atasi itu tidak dengan wacana, tidak dengan teori, tidak dengan gagasan, tidak dengan hardik-menghardik, tidak dengan maki-memaki, tidak ngenyek,” kata Prabowo.
Prabowo Minta Doa-Dukungan di Hadapan Para Guru: Bantu Saya Berantas Korupsi
Presiden Prabowo Subianto meminta para guru untuk mendukung perjuangannya dalam memberantas korupsi. Pesan itu ia sampaikan sebelum menutup sambutannya dalam acara puncak peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/11).
Di hadapan para guru, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan pengorbanan guru dalam membangun bangsa. “Selamat berjuang, terima kasih. Terima kasih pekerjaan kalian, terima kasih pengorbanan kalian. Bersama-sama kita bangun bangsa kita,” kata Prabowo.
Ia pun meminta dukungan dan doa dari para guru dalam upayanya memberantas korupsi. “Saya minta dukunganmu, saya minta doamu, saya minta dukunganmu,” tegas Prabowo. “Bantu saya berantas korupsi,” tutupnya yang langsung disambut riuh tepuk tangan dari para guru yang hadir.











