JAKARTA – Kapal Negara (KN) SAR Ganesha milik Badan SAR Nasional (Basarnas) berangkat ke Padang, Sumatera Barat, dan Sibolga, Sumatera Utara, pada Selasa (2/12/2025) tepat pukul 08.00 WIB.
Keberangkatan KN SAR Ganesha dilepas oleh Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan, Edy Prakoso, Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, dan jajarannya.
Edy mengatakan, Basarnas memberangkatkan 80 personel yang terdiri dari personel Basarnas, potensi SAR, anak buah kapal, dan para wartawan menggunakan KN SAR Ganesha ke wilayah terdampak bencana di Sumatera.
“Pengiriman ini merupakan yang kedua. Yang pertama, kami mengirimkan lewat jalur Tanjung Pinang untuk membantu rekan-rekan kami di Aceh,” kata Edy di atas KN SAR Ganesha, Selasa pagi.
Edy menambahkan, KN SAR Ganesha akan singgah di Padang dan Sibolga untuk menurunkan dan menugaskan personel Basarnas dan relawan SAR. Ia menyebutkan, pihaknya juga membawa bantuan logistik dari berbagai pihak untuk disalurkan ke wilayah Padang dan Sibolga.
“Kehadiran kami selain memberi bantuan logistik, kami juga memberikan bantuan kepada daerah-daerah atau melakukan pencarian dan pertolongan di daerah-daerah yang belum tersentuh karena area yang terdampak cukup luas,” ucap Edy.
Ia berharap kehadiran Basarnas dan relawan SAR bisa membawa harapan untuk semua pihak di lokasi terdampak bencana. Edy mengatakan, personel Basarnas dan relawan akan diterjunkan di area yang belum tersentuh.
“Nanti Kepala Kantor SAR di Padang dan Sibolga selaku SAR Mission Coordinator mengetahui titik-titik rawan atau belum tersentuh, ini yang jadi prioritas kami,” kata Edy.
Puluhan Relawan Bergabung
Pantauan menunjukkan, puluhan relawan dari berbagai unsur telah bergabung ke KN SAR Ganesha sejak Senin (1/12/2025) malam. Data yang diterima, sejumlah organisasi relawan yang ikut bersama KN SAR Ganesha ialah SAR MTA, Rumah Zakat, Orari Pemalang, Stickpala, SAR Daerah Jawa Tengah, dan Rempala.
Mereka telah mengikuti pengarahan dari pihak Basarnas di atas KN SAR Ganesha. Koordinator SAR MTA, Rozikum (41) mengatakan pihaknya memberangkatkan enam orang personel SAR untuk ikut misi SAR bersama Basarnas.
Ia menyebutkan, tim SAR MTA akan membantu proses pencarian dan evakuasi korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. “Untuk pembagian tugasnya, kami menunggu arahan dari Basarnas,” kata Rozikun kepada di KN SAR Ganesha, Selasa pagi.
Rozikun menambahkan, timnya sudah siap bertugas dalam misi kemanusiaan bersama Basarnas di Pulau Sumatera. Sebelumnya, tim SAR MTA ingin berangkat lewat jalur udara, tetapi gagal. “Sekarang kami berangkat naik kapal. Alasan kami berangkat itu ya misi kemanusiaan ya. Menolong sesama manusia,” pungkas Rozikun.
Tim SAR MTA membawa sejumlah peralatan SAR seperti perahu karet, dayung, pelampung, mesin penyedot air, dan bahan bakar.
Sebelumnya, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkap sekitar 33.620 orang menjadi korban dalam bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Pulau Sumatera. Sebanyak 447 jiwa dilaporkan meninggal dunia berdasarkan data Basarnas per Senin (1/12/2025) sore hari ini.
“Kami laporkan bahwa jumlah warga terdampak dari bencana yang ada di Aceh, Sumatera Barat, dan juga Sumatera Utara mencapai 33.620,” kata Syafii dalam rapat Komisi V DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin sore.
Adapun jumlah korban masih dapat bertambah lantaran hingga kini masih ada ratusan korban yang hilang dan belum ditemukan. Sejak Jumat (28/11/2025), Basarnas terus melakukan evakuasi terhadap korban-korban yang terisolasi akibat banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Bersama-sama seluruh potensi yang ada di wilayah, saat ini sedang berjuang, sedang melaksanakan operasi, khususnya mengevakuasi terhadap korban-korban yang masih terisolasi, itu yang pertama,” ujar Syafii dikutip dari tayangan Kompas TV, Kamis (27/11/2025).
Untuk mempercepat proses evakuasi, Basarnas telah menginstruksikan jajarannya di daerah-daerah yang tidak terdampak untuk membantu proses pencarian dan pertolongan.











