POJOKMEDAN.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa mereka tidak dapat memutuskan apakah ada atau tidaknya dugaan penerimaan gratifikasi dalam penggunaan jet pribadi oleh Ketua Umum Partai Solidaritas (PSI), Kaesang Pangarep.
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, menyatakan bahwa KPK telah melakukan analisis kasus ini melalui Deputi Pencegahan. Ia menegaskan bahwa Kaesang bukanlah seorang penyelenggara negara dan memiliki kedudukan yang terpisah dari orang tuanya yang juga merupakan Presiden ketujuh, Joko Widodo (Jokowi).
“Deputi Pencegahan yang berwenang untuk memutuskan apakah suatu tindakan termasuk gratifikasi atau tidak, menyampaikan bahwa karena yang bersangkutan bukan penyelenggara negara dan sudah dewasa serta terpisah dari orang tuanya, maka mereka tidak dapat memutuskan apakah ini termasuk gratifikasi atau tidak,” ungkap Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat (1/11/2024).
Ghufron juga mengakui bahwa KPK telah menerima laporan mengenai penerimaan Kaesang Pangarep dalam penggunaan jet pribadi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa KPK tidak dapat menentukan apakah ada atau tidaknya dugaan gratifikasi karena Kaesang bukanlah penyelenggara negara.
“Karena yang bersangkutan telah menyampaikan kepada KPK dan Direktorat Gratifikasi telah memberikan laporan kepada pimpinan bahwa karena yang bersangkutan bukanlah penyelenggara negara, maka laporan tersebut tidak dapat diputuskan apakah termasuk gratifikasi atau tidak,” jelasnya.
Ghufron juga menyatakan bahwa ini bukanlah kali pertama KPK menghadapi situasi di mana mereka tidak dapat memutuskan apakah ada atau tidaknya gratifikasi dalam suatu kasus. Menurutnya, KPK pernah menerima laporan mengenai penerimaan dari seorang dokter kepada pasien dan juga guru swasta yang menerima dari murid. “KPK telah menghadapi kasus seperti ini sebanyak tiga kali sebelumnya,” tambahnya.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”





