Sebuah laporan baru-baru ini menunjukkan bahwa platform tersebut gagal memblokir konten yang berbahaya, meskipun ada sistem yang memungkinkan pengguna untuk melaporkan konten yang tidak pantas. Roblox juga telah dikecam karena tidak memoderasi game yang dibuat oleh pengguna, yang memungkinkan pengguna untuk membuat game dengan konten yang tidak pantas.
pojokmedan.com – Jakarta merupakan salah satu kota yang memiliki banyak perhatian akhir-akhir ini terkait dengan platform game Roblox. Platform yang telah dirilis sejak tahun 2006 ini menghadapi tuduhan serius yang dilontarkan oleh Hindenburg Research, sebuah perusahaan investasi dan penelitian. Mereka menuduh Roblox menipu investor dan menghadirkan bahaya bagi pengguna belia yang dapat menjadi target bagi pedofil dan predator seksual. Selain itu, platform ini juga diduga menggelembungkan data pengguna aktif untuk menarik investor potensial.
Dalam laporan yang dirilis oleh Hindenburg, terungkap bahwa angka pengguna aktif harian yang diumumkan oleh Roblox sebesar 79,5 juta mungkin tidak sesuai dengan kenyataan. Seorang konsultan teknis yang tidak disebutkan namanya telah memantau ribuan game di platform ini dan menyimpulkan bahwa sebagian besar basis pengguna Roblox terdiri dari jaringan bot yang dioperasikan dari negara-negara seperti Vietnam. Selain itu, platform ini juga dikritik karena gagal menyaring individu yang berbahaya dan tidak mampu mendeteksi pengguna yang mendaftarkan beberapa akun.
Tidak hanya itu, laporan tersebut juga menyoroti masalah yang mengkhawatirkan tentang keberadaan paedofil di Roblox. Dalam kelompok populer seperti Adult Studios, ribuan predator seksual diduga memperdagangkan materi pelecehan seksual anak. Roblox sendiri telah dikecam beberapa kali karena tidak memoderasi game yang dibuat oleh pengguna, yang memungkinkan adanya konten yang tidak pantas di platform ini.
Meskipun telah dihadapkan pada tuduhan mengeksploitasi anak-anak, Roblox masih belum mampu mengatasi masalah ini dengan baik. Sebuah laporan baru-baru ini menunjukkan bahwa platform ini gagal memblokir konten yang berbahaya, meskipun telah ada sistem yang memungkinkan pengguna untuk melaporkan konten yang tidak pantas. Dengan demikian, perusahaan ini perlu segera mengambil tindakan yang lebih serius dalam mengatasi masalah ini agar dapat memberikan lingkungan yang aman bagi pengguna, terutama bagi anak-anak yang merupakan pengguna utama platform ini.





