“Potracking Indonesia adalah lembaga survei independen yang memegang teguh prinsip integritas dan tanggung jawab dalam mengambil data. Kami tidak takut untuk keluar dari Persepi demi mempertahankan integritas kami,” ujar Direktur Potracking Indonesia, Masduri Amrawi.
Dengan pengalaman selama 12 tahun, Potracking Indonesia telah membuktikan keakuratannya dalam berbagai momen penting pemilihan di Indonesia. Mulai dari Pemilu 2014 hingga Pemilu 2024, hasil survei dan quick count Potracking Indonesia selalu menunjukkan presisi tinggi. Potracking Indonesia juga memiliki keunggulan dalam proses sampling yang ketat, dengan mempertahankan PSU awal dan hanya melakukan penggantian jika diperlukan demi menjaga kualitas data. Hal ini terbukti dalam hasil quick count Pilpres 2019 yang hanya selisih 0,52% dengan hasil resmi KPU dan dalam Pilkada Bengkulu 2020 yang mencapai tingkat akurasi sempurna. Dengan komitmen yang kuat terhadap integritas, Potracking Indonesia siap memberikan hasil survei yang berkualitas tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Indonesia.
Poltracking Indonesia Memilih Independen Demi Pertahankan Integritas dan Kualitas Survei
pojokmedan.com – Lembaga survei Poltracking Indonesia memilih untuk tetap independen demi menjaga integritas dan responsibilitas kejujuran dalam mengambil data. Keputusan berani ini diambil oleh Poltracking Indonesia untuk keluar dari Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), menunjukkan komitmen yang kuat terhadap integritas dan kualitas data yang dihasilkan.
“Pada tahun 2014, Poltracking Indonesia bergabung ke dalam Persepi dengan pertaruhan integritas. Namun, pada tahun 2024, Poltracking Indonesia memutuskan untuk keluar dari Persepi karena tetap mempertaruhkan integritas,” ujar Direktur Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (6/11/2024).
Poltracking Indonesia telah membangun reputasi yang baik selama 12 tahun. Mereka menolak untuk mengorbankan integritas hanya untuk satu survei Pilkada Jakarta yang proses verifikasinya tidak objektif.
Lembaga survei ini juga telah membuktikan keakuratannya dalam berbagai momen penting pemilihan di Indonesia, mulai dari Pemilu 2014 hingga Pemilu 2024. Hasil survei dan quick count Poltracking Indonesia selalu menunjukkan tingkat presisi yang tinggi.
“Hasil Quick Count Poltracking Indonesia selalu menjadi yang paling presisi di antara anggota-anggota Persepi. Bahkan, pada Pilpres 2019, hasil survei hanya memiliki selisih 1% dan quick count hanya memiliki selisih 0,52% dengan hasil resmi KPU,” tegasnya.
Tidak hanya di tingkat nasional, Poltracking Indonesia juga memiliki keunggulan dalam tingkat akurasi yang tinggi di tingkat lokal. Pada Pilkada Bengkulu 2020, quick count Poltracking Indonesia mencapai tingkat akurasi sempurna dengan selisih 0% dari hasil resmi.
Salah satu keunggulan Poltracking Indonesia adalah proses sampling yang sangat ketat. Mereka mempertahankan Primary Sampling Unit (PSU) awal dan hanya melakukan penggantian jika memang diperlukan, demi menjaga kualitas data yang dihasilkan.
“Keputusan Poltracking Indonesia untuk keluar dari Persepi adalah untuk mempertahankan integritas kami sebagai lembaga survei independen. Kami tidak takut untuk keluar dari Persepi demi menjaga integritas kami,” ujar Masduri Amrawi.
Dengan pengalaman selama 12 tahun, Poltracking Indonesia telah membuktikan keakuratannya dalam berbagai momen penting pemilihan di Indonesia. Dengan komitmen yang kuat terhadap integritas, lembaga ini siap memberikan hasil survei yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Indonesia.











