"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Berita  

Israel Hancurkan Hampir 200 Situs Bersejarah di Gaza

Israel menghancurkan ratusan situs bersejarah di Gaza

Setelah serangan udara yang berkepanjangan, Israel berhasil menghancurkan hampir 200 situs bersejarah yang berada di Gaza. Serangan ini dilakukan sebagai bagian dari operasi militer yang bertujuan untuk menghancurkan pusat-pusat militer Hamas di wilayah tersebut.

Dalam serangan ini, Israel menggunakan berbagai macam senjata termasuk pesawat tempur, tank, dan artileri. Dengan kekuatan yang luar biasa, mereka berhasil menghancurkan situs-situs bersejarah yang telah berusia ratusan bahkan ribuan tahun.

Para arkeolog dan sejarawan di seluruh dunia mengutuk tindakan Israel yang dianggap sebagai kejahatan terhadap warisan budaya dan sejarah manusia. Mereka menyerukan kepada Israel untuk menghentikan serangan dan memperhatikan pentingnya melestarikan situs-situs bersejarah yang menjadi bagian dari identitas bangsa Palestina.

Namun, pemerintah Israel tetap bersikeras bahwa serangan ini dilakukan untuk melindungi wilayah mereka dari serangan balik Hamas yang menggunakan situs-situs bersejarah sebagai tempat bersembunyi dan meluncurkan serangan. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa Israel akan menghentikan serangan mereka yang telah menimbulkan kerusakan besar pada warisan budaya dan sejarah di Gaza.

POJOKMEDAN.COM – Militer Israel telah menargetkan sekitar 200 situs arkeologi dan bersejarah di Jalur Gaza sejak dimulainya genosida pada 7 Oktober tahun lalu. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Purbakala Palestina Hani Al-Hayek dalam konferensi tentang dampak agresi Israel terhadap Warisan Budaya Gaza yang diadakan di Ramallah pada hari Senin (25/11/2024).

Menurut Al-Hayek, banyak museum, masjid, dan gereja bersejarah menjadi sasaran selama perang. Dia juga menekankan bahwa rezim pendudukan Israel secara sengaja menargetkan situs-situs tersebut sebagai bagian dari strategi untuk menghapus sejarah rakyat Palestina.

“Situs arkeologi dan bersejarah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas nasional rakyat Palestina dan merupakan bukti sejarah terbaik kami sebagai orang Palestina di tanah ini,” tegas Al-Hayek.

Menurutnya, penghancuran yang dilakukan oleh militer Israel bertujuan untuk memaksakan realitas baru yang bertujuan untuk menghancurkan semua yang berkaitan dengan Palestina. Hal ini dimulai dari orang-orang dan berakhir pada benda-benda bersejarah.

Gaza adalah kota kuno dan bersejarah yang pernah diperintah oleh beberapa kekaisaran dan peradaban, seperti Firaun, Yunani, Romawi, Bizantium, dan Ottoman. Namun, agresi Israel yang sedang berlangsung telah menewaskan lebih dari 44.200 warga Palestina, terutama wanita dan anak-anak.

Pada Kamis lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Selain itu, Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas “genosida yang masuk akal” di Gaza. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan Israel di Gaza telah mendapat perhatian internasional dan dianggap sebagai kejahatan yang harus dipertanggungjawabkan.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *