"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Pejabat Bermental Strawberry Akan Memperburuk Prestasi Pemerintahan Prabowo

Pejabat Bermental Strawberry Akan Memperburuk Prestasi Pemerintahan Prabowo

Pojokmedan.com – JAKARTA – Pendiri DH Institute Dina Hidayana mengungkapkan, Metafora atau istilah baru “Mental Strawberry” yang dimaksud belakangan cenderung disematkan pada generasi muda, tampaknya berpotensi dialami pejabat yang tersebut belum matang (mature).

“Alih-alih mewakili kepentingan publik kebanyakan lalu memperjuangkan solusi persoalan bangsa, kerentanan juga bisa saja menggerogoti sebagian pejabat yang dimaksud terkena strawberry syndrome,” ujar Dina, Kamis (6/2/2025).

Dina mengingatkan pejabat bermental strawberry atau di ilmu psikologi dikenal juga dengan istilah instan gratification ini berjauhan tambahan berbahaya. Dari beberapa literasi, ciri-ciri pejabat yang mana bermental strawberry dianggap rentan, rapuh, kurang tahan banting, bukan kompeten dan juga kurang tanggung jawab, di area antaranya sulit mengontrol diri, mudah emosi lalu cepat tersinggung.

“Selain itu, mengandalkan atasan pada mengambil keputusan, tidak ada berani mengambil risiko lalu mudah menyerah. Termasuk kurang fokus, kurang sabar lalu sulit menghadapi tantangan besar; menuntut hak infrastruktur istimewa, ingin serba instan tanpa kerja keras yang dimaksud signifikan,” katanya.

Sementara kondisi lingkungan strategis sudah bergeser menjadi sangat dinamis, sejak 2016 terjadi pembaharuan signifikan era baru dari VUCA, BANI dan juga RUPT menuju masa Turbulency, Uncertainty, Novelty and Ambiquity (TUNA). Hal ini berkonsekuensi serius bagi Indonesia yang tersebut mempunyai kompleksitas kekayaan sumber daya alam juga sumber daya manusia berikut dengan seluruh muatan problematikanya.

Direktur Eksekutif Mardani Foundation ini mengawasi pengelolaan Indonesia yang mana multikompleks di kondisi stabil semata belum tentu ringan, apalagi di tempat era TUNA. Karenanya, perlu keandalan pemimpin yang digunakan bermental kokoh serta visioner dalam semua tingkatan. Bahkan, mengingat masa depan yang semakin sulit diproyeksikan, perlu kepiawaian yang melampaui kadar prasyarat kepemimpinan strategis, di area samping pentingnya kolaborasi yang tersebut sistematis serta terkontrol baik.

Dina menambahkan, 2045 dicanangkan sebagai Indonesia Emas, tonggak impian yang dimaksud diharapkan menggambarkan kemajuan Indonesia pasca 100 tahun kemerdekaan.

“Akankah kejayaan itu sekedar mimpi atau dapat terwujud sebagai kenyataan? Faktanya, pada waktu ini kita masih dihadapkan dengan Situasi penegakan hukum atau tebang pilih yang tiada mudah, Konsistensi lalu disparitas kebijakan, dilema target lalu keberpihakan anggaran, pemilihan fokus kemudian harmonisasi kebijakan juga Daya internasionalisasi kompetensi SDM, teknologi kemudian item Indonesia yang dimaksud belum kompetitif,” katanya.

Gagasan besar yang tersebut secara fundamendal telah dilakukan disampaikan Presiden Prabowo perlu diejawantahkan secara proporsional melalui perangkatnya. Pejabat bermental strawberry, karenanya, di jangka tertentu tidak sekadar menjadi parasit yang digunakan akan memperburuk kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo, namun secara jamak dapat merugikan kepentingan rakyat kebanyakan lalu generasi masa depan akibat mengutamakan pragmatisme (semu) serta meniadakan nasionalisme demi mereguk kenikmatan pribadi semata, yang tersebut serba instan,” ucap putri almarhum Mardani alumni AKABRI AD 1974.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *