Pojokmedan.com – JAKARTA – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mochammad Afifuddin menyampaikan Provinsi Papua jadi penyedot anggaran terbesar dari pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Selain itu juga ada PSU pemilihan Pimpinan Daerah di dalam kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.
“Kayaknya Papua Induk, dikarenakan beliau kan 100 persen di area provinsi ya. Karena kabupatennya banyak, jadi pasti wilayah paling besar permintaan anggarannya adalah Papua Provinsi,” kata Afifudin terhadap wartawan dalam kantornya, Hari Senin (3/3/2025).
Adapun anggaran pelaksanaan PSU awalnya dibebankan untuk APBD, namun realitanya anggaran yang dimaksud tak mampu membiayai pelaksanaan PSU. Terdapat opsi apabila 70 persen biaya PSU disedot dari APBN.
Namun kata pria yang tersebut akrab disapa Afif ini, penyerapan APBN senilai 70 persen masih di proses kajian. Afif mengumumkan area yang tersebut tiada melaksanakan PSU mampu sekadar sisa anggaran disedot untuk membiayai pemilihan kepala daerah ulang.
“Iya, sementara masih dicek-cek lantaran kan misalnya ada wilayah yang digunakan Kabupatennya sudah ada bukan ada, tetapi provinsinya ada dana sisa Pilkada. Nah, apakah dengan segera bisa saja digunakan atau tidak ada kan kita tidaklah tahu mekanismenya,” ucapnya.
Afif mencatat bahwa bedasarkan putusan MK 14 area diharuskan melakukan PSU kemudian dengan batas akhir waktu pelaksanaannya yang digunakan bervariasi.
Berikut 14 Daerah Melaksanakan PSU dalam Semua TPS:
1. Pusat Kota Banjarbaru | 25-April-2025
2. Kota Pasaman | 25-April-2025











