Nenek Bersyukur Cucunya Bisa Sekolah di SKBN
Untung Sumiyari, nenek dari Fadli Al-Faro, merasa sangat bersyukur karena cucunya kini sudah bisa bersekolah di Sanggar Kegiatan Belajar Negeri (SKBN) 05 Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Selasa (11/11/2025). Sebelumnya, ia sangat ingin sekali mengirim cucunya ke sekolah secara formal. Namun, karena tidak memiliki akte, Fadli tidak bisa mendaftar ke sekolah.
Kondisi ini terjadi karena orang tua Fadli sudah lama bercerai dan keduanya telah menikah dengan pasangan masing-masing. “Jadi kan harus ada surat-surat nikah, surat apa enggak taunya sudah dibikinin sama neneknya disana (besan dari Untung), tapi enggak tahu ke mana itu persyaratannya,” kata Sumiyari saat ditemui di SKBN 05 Gropet.
Fadli sejak lama ingin sekolah dan setiap hari selalu bertanya kapan ia bisa mengeyam pendidikan seperti teman-temannya yang lain. Ia juga merasa malu karena hampir semua tetangganya selalu membicarakan cucunya lantaran tidak bersekolah, meski usianya sudah 11 tahun.
“Diwaktu orang-orang pada sekolah atau temennya sekolah dia di rumah, dia enggak keluar kalau pagi-pagi, dia paling ke pasar suruh neneknya terus nanti ngurusin neneknya, ngebantuin saya gitu,” ungkapnya.
Sumiyari sebelumnya sudah berupaya mencari akte cucunya di rumah besan, tapi karena sering berpindah kontrakan maka butuh waktu untuk mengetahui tempat tinggalnya. Saat berhasil menemukan, ternyata besannya sudah meninggal dunia dan ia tidak tahu di mana letak penyimpanannya.
“Emang dari kecil sama saya, cuma begitu dia mau sekolah, dia diambil sama neneknya yang sono, mbahnya kalo sono, sama mbahnya, cuma enggak lama namanya dia udah biasa sama saya jadi dia balik lagi ke saya,” terangnya.
Ia juga selalu menguatkan cucunya ketika mendapat ejekan dari teman-temannya lantaran tidak bersekolah. Tak hanya dirinya, paman dan bibinya juga meminta agar Fadli tidak menangis apabila diejek karena Untung akan berupaya sekolahkan cucunya.
“Terus kemarin ada ikut kegiatan Udah ngeles setiap hari, setiap Sabtu Minggu. Saya dibilang di bibel sahabat anak,” katanya.
Fadli sendiri sudah bisa baca, menulis dan berhitung meski tidak mendapat pendidikan secara formal. Ia merasa terbantu dengan adanya bimbel di tempat tinggalnya secara gratis karena cucunya tidak sampai buta huruf.
“Saya bersyukur banget dibantu sama pak Dewan (Anggota DPRD DKI Kevin Wu) sudah bisa bikin cucu saya sekolah,” imbuhnya.
Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Komisi Fraksi PSI, Kevin Wu menindak lanjuti keluhan seorang warga bernama Untung Sumiati saat menggelar reses di Jalan Tubagus Angke Pesing RT 04/08, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kec. Gropet, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Wanita 61 tahun itu dengan nada liris mengadukan nasib cucunya bernama Fadli Al-Faro yang hingga usia 11 tahun belum sekolah.
Selama ini, Fadli hanya lebih banyak di rumah dan membantu neneknya seperti berbelanja kebutuhan dapur, memijiti Untung serta lainnya. Untung sebetulnya ingin sekolahkan sang cucu karena merasa malu dengan tetangganya karena sudah 11 tahun belum juga mengenyam pendidikan formal.
Kevin yang mendengar keluhan itu langsung meminta kepada jajarannya untuk bisa segera carikan sekolah agar Fadli Al-Fari punya masa depan yang cerah. Ia mengatakan, dirinya yang mendengar curhatan dari wanita lanjut usia tersebut sempat terenyuh dan terharu.
“Masih ada anak yang tinggal di Jakarta di usia tersebut belum bersekolah. Maka kami langsung bergerak cepat dibantu sama Pak Wakil RW, sama Bu Kasatlak Pendidikan Grogol Petamburan, bergerak cepat berkoordinasi urusan administrasi, urusan kesekolahan ini,” kata Kevin di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Negeri 05 Gropet, Selasa (11/11/2025).
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











