Komunitas Vegan Squad Indonesia Berupaya Mengedukasi Masyarakat tentang Pemanasan Global
Pemanasan global terus menunjukkan dampak yang semakin mengkhawatirkan. Di tengah meningkatnya berbagai bencana ekologis, komunitas Vegan Squad Indonesia hadir sebagai kelompok relawan yang berkomitmen menyebarkan pengetahuan dan mendorong aksi nyata berbasis solusi ilmiah yang sering kali diabaikan oleh para pemimpin dunia.
Dalam seminar bertema “Pemanasan Global, Bencana dan Solusi yang Efektif dan Adil Bagi Penyelamatan Bumi” pada Jumat, 21 November 2025 di Aula Susteran CIJ Waibalun, Larantuka, peneliti sekaligus anggota Vegan Squad Jakarta, Sri Palupi, menegaskan urgensi gerakan ini.
“Kami dari Vegan Squad Indonesia adalah satu komunitas relawan yang punya komitmen untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang kondisi panas bumi dan solusi-solusi terutama yang sudah ditemukan oleh para ilmuwan global yang selama ini diabaikan oleh para pemimpin di dunia ini,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa masyarakat, terutama kelompok rentan, tidak boleh terus menunggu tindakan dari pihak yang selama ini kurang menyentuh akar persoalan perubahan iklim.
“Nah itu, bisa menjadi pengetahuan lokal dan kita juga mendorong masyarakat yang rentan jadi korban guna menjalankan solusi yang efektif dan adil itu ketimbang menunggu,” tambahnya.
Menurutnya, berbagai kebijakan iklim saat ini masih bersifat mahal namun tidak menyelesaikan masalah dari akarnya.
“Kita tahu bahwa sampai sekarang tidak menyentuh sampai ke akar persoalannya meskipun sebelumnya telah dikeluarkan biaya yang besar untuk mengatasi masalah ini,” tegasnya.
Vegan Squad sendiri telah berdiri lebih dari lima tahun dan berawal dari keprihatinan para relawan terhadap bencana ekologis yang semakin sering dan kritis. Komunitas ini kini juga berkembang di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Ancaman Suhu Bumi dan Peran Sektor Peternakan
Dalam pemaparannya, Palupi mengingatkan bahwa dunia berada dalam kondisi genting.

“Suhu bumi ini sampai ke 3 derajat itu maka kita tidak bisa lagi beradaptasi,” ujarnya sambil menekankan pentingnya kampanye akar rumput.
Ia juga mengutip laporan FAO tahun 2006 yang memperkirakan bahwa 18 persen emisi gas rumah kaca tahunan dunia disumbang oleh sektor peternakan sebagai salah satu alasan kuat mengapa perubahan pola konsumsi menjadi bagian dari solusi.
Tiga Kegiatan Besar di Flores
Vegan Squad Jakarta bersama Komunitas CIJ, Seminari San Dominggo, dan JPIC SVD menyelenggarakan rangkaian seminar di Pulau Flores, yakni:
- Jum’at, 21 November 2025 : Aula Susteran CIJ Waibalun, Larantuka (16.30 WITA)
- Sabtu, 22 November 2025: Kapela Seminari San Dominggo, Saron (15.00 WITA)
- Senin, 24 November 2025: Gedung 2, Sekolah Tinggi Ledalero, Sikka (16.30 WITA)
Dua narasumber utama, Yogen Marshel Wijaya, Koordinator Vegan Squad Jakarta sekaligus Vegan Entrepreneur, serta Sri Palupi, menjadi penggerak diskusi yang menyoroti bencana iklim, solusi adil, dan peran komunitas dalam mendorong perubahan.











