Makassar – Di tengah hiruk pikuk tren kecantikan yang datang dan pergi secepat video berdurasi lima belas detik di aplikasi media sosial, jarang ada seorang perias wajah yang mampu menemukan ciri khas, mempertahankannya, lalu mengembangkannya menjadi identitas yang melekat kuat. Di Makassar, seorang perempuan bernama Dwi Putri Utami, yang kemudian dikenal publik sebagai Putriviola, menolak untuk menjadi sekadar pengikut tren. Ia memilih untuk melahirkan sebuah pendekatan riasan yang kini menjadi ciri khasnya: Sunkist Caramel Makeup.
Perjalanan kariernya tidak pernah dimulai dari studio mewah atau peralatan profesional. Justru, semuanya berawal dari sebuah rumah sederhana di pinggiran Makassar. Di dinding kamar kecilnya, terpajang coretan wajah—hasil kegemarannya menggambar manusia di buku tulis sejak kecil. Saat teman-teman sebaya sibuk bermain, Putri kecil justru asik menghabiskan waktu mengamati wajah orang, mencoba memahami bentuk mata, struktur pipi, hingga warna kulit.
Keingintahuannya berubah menjadi praktik nyata ketika di sekolah ia mulai diminta merias teman-temannya untuk acara pensi atau kompetisi kecil. Momen itu membekas kuat dalam ingatannya. “Saya sadar waktu itu bahwa saya suka bikin orang bahagia lewat sentuhan kecil,” kenangnya. Tak ada yang menyangka bahwa sentuhan kecil itu kelak membawa namanya dikenal hingga tingkat nasional.
Setelah lulus sekolah menengah, Putri berada pada titik persimpangan besar: melanjutkan pendidikan formal atau mengejar passion di dunia kecantikan. Dengan dukungan penuh dari keluarga, ia memilih jalan kedua. Keputusan itu tidak mudah, mengingat keterbatasan modal dan fasilitas. Ia membeli beberapa alat makeup dasar: satu beauty sponge, beberapa kuas sederhana, dan eyeshadow murah dengan warna terbatas.
Namun justru dari keterbatasan itu kreativitasnya tumbuh. Ia belajar bagaimana membuat hasil rias tetap elegan tanpa harus menggunakan puluhan produk. Ia mengamati kulit klien, memperhitungkan pencahayaan, dan memahami gradasi warna. “Riasan tidak boleh menghilangkan identitas wajah,” ujarnya suatu kali. Pola pikir itulah yang kemudian menjadi fondasi utama gaya Sunkist Caramel Makeup.
Ketika tren makeup bold dan glam sedang populer, Putriviola justru melangkah ke arah berlawanan. Ia menghadirkan tampilan yang segar, hangat, dan natural. “Segar seperti Sunkist, manis seperti caramel,” begitu cara ia menjelaskan konsep yang kini menjadi signature look miliknya. Sunkist menggambarkan kesan wajah yang bercahaya alami dengan blush on peach, sementara Caramel menggambarkan warm tone yang elegan dan lembut. Hasilnya, riasan yang tidak menutupi jati diri, tetapi justru memunculkan kecantikan asli.
Nama Putriviola mulai meroket ketika ia dipercaya merias beberapa figur publik lokal. Namun titik balik terbesar datang ketika ia menangani riasan Feby Putri pada momen pernikahan sang penyanyi. Riasan elegan bernuansa Sunkist Caramel itu menuai pujian dari warganet dan penikmat fashion, karena mampu menonjolkan sisi natural Feby tanpa terlihat berlebihan. Dengan satu momentum itu, nama Putriviola masuk ke radar nasional.
Kesuksesan itu tidak membuatnya berhenti. Ia memperluas bisnisnya menjadi Putriviola Rumah Pengantin, layanan komprehensif yang mencakup rias pengantin, prewedding, wisuda, dan acara penting lainnya. Bagi Putri, setiap wajah memiliki cerita, dan tugas seorang perias wajah adalah menghormati cerita itu. Ia tidak ingin riasan menjadi topeng, melainkan jembatan bagi klien untuk merasa percaya diri.
Kini, Sunkist Caramel Makeup tidak hanya menjadi tren lokal; ia menjadi identitas Putriviola yang terus menginspirasi banyak MUA muda di Makassar dan kota-kota lain di Indonesia. Putri berharap teknik riasannya dapat menjadi salah satu style khas Indonesia yang dikenal lebih luas. Dengan warna-warna hangat tropis, ia melihat peluang besar bagi Indonesia untuk tampil dengan karakter makeup yang tidak kalah dari style Korea maupun Barat.
Di sebuah industri yang sangat kompetitif, Putriviola membuktikan bahwa identitas lah yang membuat seseorang bertahan. Dari rumah kecil di pinggiran Makassar hingga menjadi nama besar yang diperhitungkan, PutriViola adalah bukti bahwa passion, konsistensi, dan kreativitas mampu membuka jalan yang tidak pernah kita bayangkan.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











