Persaingan Ketua KNPI Sulsel Membuka Peluang Baru
Bursa pemilihan ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai memanas. Dua figur muda dari partai politik yang berbeda, Muhammad Gemilang Pagessa dan Vonny Ameliani Suardi, secara terbuka menyatakan kesiapan untuk maju sebagai calon ketua menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XVI 2025.
Muhammad Gemilang Pagessa, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Maros, adalah seorang politisi Partai Amanat Nasional (PAN). Ia juga tercatat sebagai Ketua KNPI Maros. Statusnya sebagai anggota legislatif serta kedekatannya dengan jaringan organisasi daerah membuatnya memiliki basis kuat di beberapa kabupaten/kota di Sulsel.
Sementara itu, Vonny Ameliani Suardi, yang merupakan Ketua Partai Gerindra Jeneponto, juga ikut muncul dalam bursa calon ketua. Ia saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sulsel periode 2024–2029. Kehadirannya sebagai wajah baru dalam kontestasi KNPI Sulsel menunjukkan potensi besar yang bisa muncul dari latar belakang politik dan keorganisasian.
Nama-nama lain seperti Elly Oschar, Komandan KOKAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, dan Irfan Malluserang Kahfi, anggota DPRD Makassar, juga turut mencuat dalam bursa calon. Selain itu, dukungan publik juga mengalir kepada Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel, Muammar Ferirae Gandi, dan Hasrul Kaharuddin, yang pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Kota Makassar periode 2021–2024.
Ketua KNPI Sulsel, Nurkanita Maruddani Kahfi, menyampaikan apresiasi atas semakin kuatnya dua nama calon ketua. Ia menilai momentum ini sebagai tanda bangkitnya energi kepemudaan di Sulsel. “Kita apresiasi. Bahwa pemuda kembali bergairah membangun kepemudaan di Sulsel,” ujarnya.
Menurut Nurkanita, Musda KNPI Sulsel bukanlah ajang memecah, tetapi momentum menyatukan pemuda lintas organisasi, profesi, dan ideologi. Ia meminta seluruh DPD II KNPI (kabupaten/kota) untuk menjaga soliditas menjelang Musda 2025.
Agenda Musda KNPI Sulsel
Rapim Purda sebagai pintu awal penentuan peserta pemilih akan berlangsung di Aula Asta Cita Gubernuran, Jalan Sungai Tangka, Kota Makassar, pada Jumat 17 Oktober 2025. Agenda ini bertujuan untuk memastikan keabsahan delegasi OKP yang memiliki suara dalam pemilihan ketua.
Ketua Panitia Musda KNPI Sulsel, Idham Raihutama, menyatakan bahwa pihaknya siap melaksanakan Musda dan rangkaiannya dimulai pada tanggal tersebut. Pembentukan panitia Musda XVI ini merujuk pada Surat Keputusan (SK) dengan nomor 67/kpts/sek/ix/2025 yang telah diterbitkan pada tanggal 29 September 2025.
Idham Raihutama berharap, Musda ini dapat menarik partisipasi luas dari seluruh organisasi kepemudaan (OKP) dan potensi pemuda terbaik di Sulawesi Selatan. Ia secara terbuka mengajak para pemuda yang memiliki potensi kepemimpinan untuk mendaftarkan diri sesuai ketentuan AD/ART organisasi.
Pihaknya juga berkomitmen untuk menjamin profesionalisme dalam menjalankan amanah organisasi. Hal ini ditekankan sebagai upaya untuk melahirkan kepengurusan pemuda yang berintegritas dan senantiasa sesuai dengan adab dan nilai-nilai luhur masyarakat Sulsel.
Dualisme dalam KNPI Sulsel
Hingga kini, KNPI Sulsel masih terbelah menjadi dua kepengurusan atau dualisme. Mereka sama-sama mengklaim sebagai pihak yang sah. Dualisme ini bermula pada pemilihan Ketua KNPI Sulsel pada 2019. Saat itu, Nurkanita Maruddani Kahfi terpilih sebagai ketua. Politisi PAN tersebut memimpin KNPI Sulsel selama dua periode.
Namun setahun berselang, pada 2020 muncul kepengurusan tandingan. Arham Basmin terpilih dalam forum berbeda sebagai Ketua KNPI Sulsel. Arham merupakan putra politisi Partai NasDem sekaligus mantan Bupati Luwu Basmin Mattayang. Sejak saat itu, dua struktur KNPI Sulsel berjalan paralel. Kepengurusan versi ini juga masih aktif menjalankan kegiatan organisasi di Sulsel.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Musda KNPI Sulsel tahun 2025 tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pemuda untuk menunjukkan potensi kepemimpinan mereka. Dengan berbagai figur yang muncul, baik dari partai politik maupun organisasi kemasyarakatan, KNPI Sulsel diharapkan mampu menjadi wadah yang lebih inklusif dan dinamis.











