Tonny Hendrik Lasut Siap Bertarung di Musda Golkar Sulut

Tonny Hendrik Lasut, Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa Tenggara (Mitra), telah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut). Pernyataan ini disampaikannya dalam wawancara yang menunjukkan tekadnya untuk bertarung secara penuh dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang akan digelar dalam waktu dekat.
Tonny memulai karier sebagai pengusaha sebelum akhirnya terjun ke dunia politik. Nilai-nilai berbagi yang diajarkan oleh orang tuanya menjadi motivasi utamanya untuk berkontribusi lebih besar bagi masyarakat. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa Golkar sudah melekat sejak ia lahir. Ayahnya pernah menjadi kader Golkar yang awalnya bekerja sebagai sopir, lalu menjabat sebagai kepala desa selama 11 tahun.
“Saya lahir sudah melihat keluarga saya itu Golkar. Ikatan batin itu yang membuat saya tetap bertahan,” ujar Tonny dalam acara Podcast Mata Bicara.
Sebagai anggota DPRD yang sudah memasuki periode keempat, Tonny memiliki pengalaman panjang dalam dunia politik daerah. Selama masa jabatannya, ia tidak pernah berpindah partai dan tetap setia sebagai kader Golkar. Meski banyak tawaran datang, ia tetap menjaga kesetiaannya.
Komunikasi dengan DPP maupun Ketua DPD I Golkar Sulut saat ini, Christiany Eugenia Paruntu (CEP), berjalan sangat baik. Keduanya sepakat untuk selalu menghormati keputusan DPP, siapa pun yang nanti ditugaskan memimpin Golkar Sulut.
Dukungan dari Berbagai DPD II
Tonny mengklaim bahwa sembilan DPD II telah memberikan dukungan secara tertulis, sementara sebagian besar DPD II lainnya memberikan sinyal positif secara lisan. Meski demikian, ia mengakui bahwa dinamika politik bisa berubah dengan cepat.
“Yang penting komunikasi dan konsolidasi tetap jalan. Politik itu dinamis, tapi pengalaman 22 tahun membuat saya siap,” ujarnya.
Menurut Tonny, kondisi politik saat ini menjadi peluang terbaik bagi Golkar. Salah satu alasan utamanya adalah karena Ketua Umum Golkar saat ini menjabat sebagai Menteri ESDM, yang berkaitan langsung dengan isu pertambangan. Hal ini cocok dengan posisi Gubernur Sulut yang pro-pertambangan. Sektor ini menjadi basis dukungan Tonny selama ini.
“Jadi semua itu waktunya tepat. Ada keselarasan antara pusat, gubernur, dan akar politik di daerah,” katanya.
Visi dan Strategi Jangka Panjang
Jika terpilih sebagai Ketua Golkar Sulut, visi utama Tonny adalah melakukan konsolidasi struktur partai dari bawah hingga atas, memperkuat jaringan politik di seluruh kabupaten/kota, mendorong partisipasi aktif kader legislatif dan eksekutif, serta mengawal kebijakan pemerintah pusat hingga daerah.
Meskipun berasal dari Minahasa Tenggara, Tonny juga peduli terhadap daerah lain, terutama soal minimnya fasilitas seperti listrik 24 jam di daerah kepulauan seperti Sitaro, Talaud, dan Sangihe. Untuk itu, jika dipercayakan mengemban tugas sebagai Ketua Golkar Sulut, ia akan menyiapkan strategi jangka panjang menghadapi Pilkada berikutnya. Menurutnya, Golkar punya peluang besar untuk merebut kembali beberapa daerah yang sebelumnya pernah dipimpin kader Golkar.
Sosok Telaten dan Selalu Berkaca dari Pengalaman
Usia Tonny yang kini 49 tahun dan segera memasuki usia 50 tahun membuatnya memiliki pengalaman yang matang. Pada usia 32 tahun atau pada tahun 2009 lalu, Tonny pernah mencatat sejarah sebagai Ketua DPRD termuda di Indonesia.
Ia dikenal sebagai sosok telaten dan ringan tangan kepada masyarakat. Hal ini bukan sekadar strategi politik, melainkan hasil dari pengalaman pribadinya.
“Saya membantu karena saya pernah merasakan kekurangan,” katanya.
Tonny juga menyebut bahwa hanya dirinya di keluarga yang terjun ke politik, meski banyak dari keluarga besarnya pernah “digoda” partai lain. Ia diajarkan tentang bagaimana loyalitas itu sangat penting.
Komitmen Bersama untuk Persatuan Partai
Tonny menggarisbawahi bahwa ia dan CEP memiliki komitmen bersama untuk menjaga persatuan partai. Ia mengaku harus menjaga soliditas, karena walaupun bersatu belum tentu menang, apalagi kalau terpecah. Untuk itu, kunci keberhasilan adalah solid.
Menurut Tonny, ia dan CEP telah bersepakat bahwa siapa pun yang menang tidak akan menyingkirkan kader.
Di akhir wawancara, Tonny menegaskan bahwa keputusannya maju bukan sekadar ambisi politik, melainkan panggilan untuk memperkuat Golkar dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat Sulawesi Utara.
“Saya berharap Musda nanti dapat berjalan damai, solid, dan membawa Golkar semakin kuat di bumi Nyiur Melambai,” ujarnya kembali.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."











