JAKARTA — Tahun ini, beberapa olahraga sedang naik daun di kalangan masyarakat Indonesia. Mulai dari pilates hingga aerial yoga, banyak orang mulai tertarik untuk mencoba berbagai jenis aktivitas fisik yang menawarkan manfaat kesehatan dan kesenangan. Namun, salah satu olahraga yang paling populer adalah padel. Mengapa olahraga ini begitu diminati? Apa yang membuatnya lebih mudah masuk ke dalam gaya hidup masyarakat?
Menurut Okki Yonda, Head of Director Perkumpulan Besar Padel Indonesia, padel memiliki daya tarik yang kuat karena teknis permainannya yang lebih mudah dipahami. Selain itu, komunitas yang terbentuk di sekitar olahraga ini juga sangat inklusif.
Alasan Padel Menjadi Populer
Teknis Permainan yang Lebih Mudah
Padel termasuk olahraga dengan teknis permainan yang relatif sederhana. Inti dari olahraga ini adalah bagaimana pemain bisa mempertahankan diri dalam memukul bola sebanyak-banyaknya untuk mencetak poin. Hal ini membuat banyak orang merasa nyaman saat mencoba olahraga ini.
“Ketika memukul bola lebih banyak, artinya dia ada rasa senang. Ketika seseorang melakukan olahraga, kemudian dia senang, rasa senang itu yang akan membuat dia bertahan pada satu cabang olahraga (padel),” ujar Okki.
Komunitas yang Inklusif
Menurut Okki, komunitas yang terbentuk di kalangan pecinta padel cukup inklusif. Pemain dari berbagai usia, baik anak-anak, remaja, dewasa muda, maupun orang tua, sering kali saling berbaur setelah bermain padel.
“Ketika olahraga padel, kita bisa ngumpul bareng. Biasanya ada yang merayakan ulang tahun bareng dan sebagainya. Itu yang membuat olahraga padel ini engagement-nya semakin bagus dan cepat meledak,” kata dia.
Selain itu, tidak jarang orang-orang yang tidak mengikuti sesi padel pun datang ke arena hanya untuk sekadar berkumpul dengan komunitasnya. Istilahnya, tidak ada jarak di komunitas. Karena kalau ada jarak, maka kita berolahraganya jadi tidak enak. Di padel, biasa saling berbaur satu sama lain karena inklusif.
Ukuran Lapangan yang Lebih Kecil
Kedekatan antar pemain dan penonton bisa terjalin karena faktor teknis, yaitu ukuran lapangan padel yang lebih kecil daripada lapangan tenis. Ukuran yang kecil memungkinkan para pemain dan penonton mudah mengobrol sehingga lambat laun bakal terjalin kedekatan.
Manfaat Padel untuk Kesehatan
Meskipun dianggap sebagai olahraga FOMO (fear of missing out) yang bisa surut dalam beberapa bulan, bukan berarti padel tidak bermanfaat untuk kesehatan. Ada empat manfaat utama yang wajib diketahui:
-
Menghilangkan stres
Menurut pelatih padel Merlano Skiva Sumual, padel adalah olahraga berkelompok. Inilah mengapa padel bisa menjadi pilihan untuk melepaskan penat dan memperbaiki suasana hati. Ketika bermain bersama teman dalam suasana kompetitif tetapi santai, kamu tidak akan merasa seperti sedang berolahraga melainkan sedang rekreasi. “Jadi lebih intim dan bisa menghilangkan stres karena sangat fun,” kata dia. -
Meningkatkan kebugaran kardiovaskular
Padel memiliki gerakan yang cepat, perubahan arah, dan durasi permainan yang cukup intens. Ini baik untuk sistem kardiovaskular dan meningkatkan daya tahan tubuh serta kesehatan jantung. -
Membakar kalori
Saat bermain padel, kamu akan berlari kecil, memukul bola, dan bereaksi dengan cepat. Ini efektif untuk menurunkan berat badan atau menjaga bentuk tubuh. “Olahraga ini juga bantu pemain kardio lebih banyak. Sekali latihan bisa membakar 300 sampai 500 kalori,” jelas Merlano. -
Melatih koordinasi dan fokus
Padel menuntut koordinasi antara mata, tangan, dan kaki, serta konsentrasi penuh selama pertandingan berlangsung. Deretan hal tersebut tentunya baik untuk melatih kemampuan motorik halus dan refleks tubuh. Padel bisa menjadi pilihan bagi orang-orang yang ingin meningkatkan fokus, refleks, dan kecepatan berpikir dalam waktu singkat.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."











