"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Jejak Karier dan Profil Mayjen TNI Krido Pramono, Pangdam VI/Mulawarman Baru

Penunjukan Mayjen TNI Krido Pramono sebagai Pangdam VI/Mulawarman

Pada bulan Oktober 2025, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melakukan rotasi dan mutasi terhadap 57 Perwira Tinggi (Pati) TNI. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 35 Pati TNI Angkatan Darat, 10 Pati TNI Angkatan Laut, dan 12 Pati TNI Angkatan Udara. Salah satu yang mendapat penunjukan adalah Mayjen TNI Krido Pramono sebagai Pangdam VI/Mulawarman. Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1448/X/2025 tanggal 30 Oktober 2025.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan ini merupakan bagian dari sistem pembinaan karier yang terencana dan berkesinambungan. Menurutnya, langkah tersebut bukan semata penyesuaian struktural, melainkan strategi pembinaan organisasi agar tetap segar dan adaptif terhadap dinamika lingkungan tugas.

“Rotasi jabatan ini bukan sekadar proses administratif, melainkan wujud nyata pembinaan karier yang berorientasi pada peningkatan profesionalisme dan kesiapan satuan,” ujar Freddy dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025). Ia menambahkan, dengan adanya regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI, diharapkan setiap lini memiliki pemimpin yang tangguh, responsif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Acara Pisah Sambut Pangdam VI/Mulawarman

Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha mengakhiri masa tugasnya sebagai Panglima Kodam VI/Mulawarman dan menyerahkan tongkat komando kepada Mayjen TNI Krido Pramono dalam acara pisah sambut yang digelar di Lapangan Kodam VI/Mulawarman, Senin (15/12/2025). Momen tersebut menjadi simbol estafet kepemimpinan strategis di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, kawasan dengan karakter geografis luas, wilayah perbatasan panjang, serta tantangan keamanan yang kian kompleks.

Acara dihadiri jajaran Kodam VI/Mulawarman serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Timur. Pisah sambut ini merupakan rangkaian dari serah terima jabatan resmi yang sebelumnya digelar di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Kamis (11/12/2025).

Memasuki kepemimpinan baru, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan program sekaligus menyempurnakan capaian yang telah dirintis sebelumnya. “Apa yang sudah berjalan baik akan kami lanjutkan dan tingkatkan,” ujar Mayjen TNI Krido Pramono. Krido menambahkan, tantangan ke depan tidak semakin ringan. Ancaman keamanan kini bersifat multidimensi, termasuk ancaman hibrida yang menuntut kesiapan menyeluruh dan pola kerja kolaboratif.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Rekam Jejak dan Profil Mayjen TNI Krido Pramono

Mayor Jenderal TNI Krido Pramono, S.H., M.Si. lahir di Purwokerto, Jawa Tengah pada 17 Oktober 1975. Berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat (AD) sudah pernah diembannya. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1997 dari kecabangan Infanteri (Raider). Sejak lulus, Krido telah meniti karier panjang dengan berbagai posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Sebelum menjabat sebagai Pangdam VI/Mulawarman, Krido menempati posisi Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI sejak Januari 2025 hingga awal November 2025. Sebelumnya, ia pernah menjadi Wakil Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Waaspers Kasad) Bidang Pembinaan Personel (Binpers) pada November 2023 hingga Maret 2024. Karier militernya juga mencakup jabatan sebagai Komandan Korem 052/Wijayakrama (2024), Pa Sahli TK III Bidang Hubungan Internasional (Hubint) Panglima TNI (2024), hingga Kepala Bagian di Sekretariat Militer Presiden (2016-2019).

Kiprah Krido di Lapangan

Sebelum memasuki jajaran tinggi Mabes TNI, Krido Pramono pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 611/Awang Long dan Komandan Kodim (Dandim) 1002/Barabai, Kalimantan Selatan. Dua jabatan tersebut memperlihatkan kemampuannya dalam mengelola satuan tempur dan teritorial di daerah yang memiliki karakteristik sosial dan geografis yang beragam.

Pada 2022, Krido dipercaya menjadi Asisten Personel (Aspers) Kodam I/Bukit Barisan. Setahun kemudian, ia menjabat sebagai Paban V/Binkar Spersad. Pada November 2023, ia ditugaskan menjadi Wakil Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Waaspers Kasad) Bidang Pembinaan Personel (Binpers). Krido Pramono juga pernah menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 052/Wijayakrama pada 2024. Berbagai pengalaman itu memperkuat kemampuannya dalam pembinaan personel serta manajemen sumber daya manusia militer.

Dalam posisi Pa Sahli TK III Bidang Hubungan Internasional (Hubint) Panglima TNI, Krido juga berperan dalam diplomasi militer dan kerja sama internasional. Dengan jabatannya tersebut, ia menunjukkan kapasitasnya dalam diplomasi militer serta menjalin kerja sama di tingkat internasional.

Harta Kekayaan Mayjen TNI Krido Pramono

Mayjen TNI Krido Pramono tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp1.044.054.446 atau Rp1 miliar. Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkannya terakhir kali pada 4 Maret 2024, saat ia masih menjadi Wakil Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Waaspers Kasad Bid.Binpers). Harta terbanyaknya berasal dari alat transportasi yang ia miliki sebesar Rp525.000.000 atau Rp525 juta. Sumber harta terbanyak kedua milik Krido Pramono berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp352.000.000 atau Rp352 juta. Lalu sumber harta tebanyak ketiga milik Krido Pramono berasal dari kas dan setara kas sebesar Rp167.054.446 atau Rp167 juta. Meski demikian, ia tak memiliki utang sepeser pun.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *