"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Sosok Deni Wicaksono, Sekretaris DPD PDIP Jatim 2025-2030

Latar Belakang dan Perjalanan Karier Deni Wicaksono

Deni Wicaksono baru-baru ini terpilih sebagai Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim periode 2025-2030. Keputusan ini diumumkan dalam Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Jatim yang digelar di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu (20/12/2025). Deni akan menjadi pendamping utama Said Abdullah dalam memimpin kepengurusan DPD PDIP Jatim selama lima tahun ke depan.

Dalam perjalanan karier politiknya, Deni pernah tercatat sebagai pimpinan DPRD Jatim termuda sepanjang sejarah. Dia kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jatim periode 2024-2029. Meskipun kini berada di posisi penting, latar belakang keluarga sederhana Deni tidak pernah menghalangi ambisinya untuk berkembang.

Ayahnya hanya lulusan SMP dan pensiun sebagai PNS dengan pangkat rendah. Sementara ibunya hanya bersekolah hingga kelas 3 Sekolah Rakyat. Namun, meski memiliki pendidikan yang terbatas, kedua orang tua Deni memberinya semangat kerja keras. “Bapak dan Ibu mengajarkan arti kerja keras ke anak-anaknya. Beliau mungkin berpendidikan rendah, tapi ingin anaknya bersekolah setinggi mungkin,” ujar Deni.

Pendidikan dan Awal Kehidupan

Deni lahir di Gresik pada 18 Juli 1981. Masa kecilnya dihabiskan di Gresik, mulai dari TK, SD, hingga SMP. Setelah itu, dia melanjutkan sekolah menengah atas di SMAN 9 Surabaya. Selama masa SMA, Deni sering menggunakan bus antar jemput milik PT Petrokimia atau angkutan kota Surabaya-Gresik setiap hari.

Setelah lulus SMA, Deni diterima di Universitas Airlangga (Unair), tempat ia menempuh studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). “Waktu itu tekad saya cuma satu, pokoknya kuliah di kampus negeri biar bapak dan ibu tidak terlalu berat menanggung biaya kuliah,” kenang Deni.

Selama menempuh pendidikan di Unair, Deni aktif sebagai aktivis yang mengadvokasi berbagai isu sosial. Dia bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan dipercaya menjadi Presiden BEM FISIP serta Ketua Presidium BEM Unair periode 2004-2005.

Pengalaman Sulit Saat Kuliah

Meskipun aktif dalam organisasi, Deni tetap menghadapi keterbatasan finansial selama masa kuliah. Bahkan, dia pernah diusir oleh ibu kos karena tidak mampu membayar uang sewa. “Saya diusir dari tempat kos karena tidak mampu bayar uang sewa. Akhirnya saya bawa baju dan buku-buku ke Komisariat GMNI dan kadang tidur di sekretariat BEM, namanya Student Center FISIP UNAIR. Saya menumpang tidur di sana,” ujar Deni.

Peristiwa tersebut justru membuatnya lebih kuat dan bersemangat. “Saya menjadikan masa-masa kuliah sebagai sarana menggodok diri dengan terus terjun mengadvokasi warga. Saya dari keluarga wong cilik, dan ilmu yang saya dapatkan semasa kuliah juga harus digunakan untuk membantu wong cilik,” tutur Deni.

Minat pada Sepak Bola

Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa dan aktivis, Deni juga memiliki hobi bermain sepak bola. Dia bahkan pernah menjadi penjaga gawang tim FISIP Unair yang sukses meraih juara Piala Rektor Cup. “Ya kira-kira mainnya seperti Martin Paes dan Ernando Ari lah,” kata Deni berseloroh soal penampilannya sebagai kiper di masa-masa kuliah.

Deni masih menyimpan foto kenangan saat menjadi kiper dan meraih juara Piala Rektor Cup. Dalam foto tersebut, dia tampak memakai pakaian khas penjaga gawang sambil memamerkan piala yang berhasil dimenangkannya.

Perjalanan Karier di Dunia Politik

Setelah lulus dari bangku kuliah, Deni berkiprah di berbagai posisi publik. Di antaranya adalah komisioner Komisi Pelayanan Publik Jatim 2012-2016 dan Ketua Komisi Pelayanan Publik Jatim 2014-2015. Pada pemilihan Umum 2019 dan 2024, dia menjadi wakil rakyat di DPRD Jatim dan resmi dipercaya sebagai Wakil Ketua DPRD Jatim 2024-2029.

Sejak menjadi anggota DPRD Jatim, Deni terkenal dengan sikap kritisnya. Dia sering berseberangan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Sampai sekarang pun, ketika saya sudah ada di dalam sistem, saya tetap menyuarakan aspirasi masyarakat, berpihak kepada kepentingan masyarakat serta kepada kelompok-kelompok yang selama ini suaranya mungkin diabaikan,” jelas Deni.

Kepengurusan DPD PDIP Jatim yang Baru

Dalam kepengurusan DPD PDIP Jatim yang baru, terdapat total 25 pengurus. Mayoritas merupakan tokoh daerah yang naik menjadi pengurus. Hanya beberapa nama pengurus lama yang berpindah posisi.

Setelah diumumkan secara resmi dalam forum Konferda, seluruh pengurus langsung diambil sumpah dan janji dengan dipimpin oleh perwakilan DPP Djarot Saiful Hidayat. Said Abdullah akan memimpin DPD PDIP Jatim sebagai Ketua, sedangkan Deni Wicaksono akan menjadi Sekretaris. Wara Sundari Renny Pramana kembali dipilih sebagai Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jatim.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *