"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Iksan Daud Bantah Usir Siti Hindrawati, Permintaan Maaf Terungkap

Penjelasan Iksan Daud Mengenai Konflik Rumah Tangga

Iksan Daud, suami dari Siti Hindrawati, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait isu yang menyebar di media sosial. Ia secara tegas membantah tuduhan bahwa dirinya telah mengusir istrinya setelah resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurut Iksan, informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan.

Iksan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan instansi tempatnya bekerja. Ia menegaskan bahwa konflik ini adalah urusan pribadi keluarga dan tidak berkaitan dengan institusi pemerintah. Ia juga meminta agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari informasi yang beredar di media sosial.

Persoalan Rumah Tangga yang Viral

Dalam penjelasannya, Iksan mengungkapkan bahwa pihak manajemen Bandara Djalaluddin Gorontalo telah turun tangan untuk menangani masalah ini. Menurutnya, upaya pembinaan dan mediasi sudah dilakukan beberapa kali. Bahkan, ia menyebut bahwa proses mediasi sempat membuahkan kesepakatan damai antara dirinya dan istri.

Pada Agustus dan September 2025, Iksan dan Siti sempat berdamai serta berkomitmen untuk memperbaiki hubungan rumah tangga mereka. Namun, situasi kembali memburuk setelah beberapa waktu berlalu.

Iksan berharap masyarakat tidak langsung percaya pada informasi yang beredar tanpa memverifikasi kebenarannya. Ia menegaskan bahwa hanya dirinya dan istri yang benar-benar memahami masalah yang mereka hadapi. Ia juga menyatakan bahwa tidak semua tuduhan yang beredar sesuai dengan kenyataan.

Meski demikian, Iksan memilih untuk membatasi penjelasan lebih lanjut demi menjaga privasi kedua belah pihak. “Saya tidak mau membahas lebih detail mengenai permasalahan ini karena alasan privasi,” ujarnya.

Status Kepegawaian Iksan Daud

Iksan juga menjelaskan status kepegawaiannya. Ia mengatakan bahwa dirinya telah bekerja sebagai tenaga kontrak di Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo sejak tahun 2016. Setelah bekerja cukup lama, ia akhirnya diangkat sebagai PPPK pada Juni 2025.

Bandara Djalaluddin terletak di Kecamatan Isimu, Kabupaten Gorontalo. Bandara Kelas I yang dikelola UPT Ditjen Hubud ini berjarak sekitar 39,9 kilometer dari Kota Gorontalo. Jarak tersebut dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam menggunakan mobil jika melewati Jalan Gorontalo Outer Ring Road.

Pengakuan Siti Hindrawati

Sebelumnya, kisah ini viral di media sosial setelah Siti Hindrawati mengungkapkan pengalaman pribadinya. Ia mengaku telah lama diperlakukan seperti itu oleh suaminya. “Sudah lama saya sering diperlakukan seperti ini. Saya bertahan demi anak, tapi kemarin sudah sampai pada puncaknya,” ujarnya.

Menurut Siti, tekanan dalam rumah tangga semakin terasa setelah suaminya resmi dilantik sebagai PPPK. Ia merasa sikap suaminya berubah sejak saat itu. Ia juga mengungkapkan bahwa sang suami kerap melontarkan ucapan yang membuatnya merasa tidak dihargai dan tertekan secara psikologis.

Siti mengatakan bahwa persoalan rumah tangga mereka sebenarnya sudah beberapa kali diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Musyawarah antara kedua belah pihak keluarga bahkan sempat dilakukan, lengkap dengan kesepakatan yang disetujui oleh orang tua masing-masing. Namun, kesepakatan tersebut kembali dilanggar oleh suaminya.

“Masih banyak hal yang ingin saya sampaikan, tapi saya tidak bisa membahasnya lebih detail karena alasan privasi,” tambahnya.

Video yang Memicu Kontroversi

Kisah ini menjadi viral setelah Siti mengunggah sebuah video berdurasi sekitar 45 detik di akun Facebook miliknya pada Senin (22/12/2025). Dalam video tersebut, tampak seorang pria mengenakan pakaian hitam putih mondar-mandir keluar masuk rumah, sementara Siti merekam dengan suara bergetar menahan tangis.

Di halaman rumah terlihat tumpukan barang dan sejumlah perabotan yang telah dikeluarkan, memperkuat dugaan bahwa terjadi pengusiran. Dengan suara lirih penuh emosi, Siti mengucapkan kalimat yang kemudian memantik simpati warganet.

“Mentang-mentang sudah PPPK, kasihan,” ucapnya dalam video tersebut.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *