"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Jenderal Baru Kopassus Asal Jeneponto dan Perjalanan Karir AHY di Akmil

Kiprah Irfan Amir di Kopassus

Irfan Amir, seorang perwira TNI AD asal Jeneponto, kini resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal dan menjadi jenderal baru di lingkungan Kopassus. Ia satu letting dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Akademi Militer (Akmil), lulusan Akmil 2000, dan memiliki mayoritas karier di Korps Baret Merah.

Irfan pernah menjabat Dangrup 1 Kopassus, Dandim Jeneponto, hingga kini dipercaya sebagai Ahli KSAD Tingkat II Kumham sejak Desember 2025. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Paban VI/Sintelad dan juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) di kampung halamannya, Jeneponto.

Peran Penting dalam Kopassus

Kopassus adalah satuan elite TNI di bawah naungan Angkatan Darat, dikenal dengan kemampuannya dalam operasi khusus yang sulit dan beresiko tinggi. Irfan Amir baru saja menyandang pangkat jenderal bintang satu atau Brigadir Jenderal (Brigjen). Ia lulus dari Akmil Tahun 2025 dan kini diberikan tugas oleh Panglima TNI Agus Subiyanto, sebagai Ahli KSAD Tingkat II Kumham sejak Desember 2025.

Sebelumnya, Irfan Amir menjabat sebagai Paban VI/Sintelad. Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Group 1 Kopassus. Danjen Kopassus, Mayjen TNI Djon Afriandi memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) di Lapangan Ahmad Kirang, Markas Kopassus Cijantung, Jakarta, Senin (21/4/2025) lalu.

Mayjen Djon Afriandi menekankan pentingnya sinergi dan nilai-nilai luhur dalam setiap langkah prajurit Kopassus. “Jalin sinergi yang kuat dengan seluruh komponen bangsa dan tanamkan nilai-nilai luhur dalam setiap gerak dan langkah prajurit Kopassus, yaitu disiplin adalah napas kita, kesetiaan adalah kebanggaan kita, dan kehormatan adalah segalanya. Ingatlah bahwa tugas kita adalah menjaga kedaulatan negara dan melindungi rakyat Indonesia,” kata Mayjen Djon Afriandi.

Pengembangan Museum Kopassus

Bagi Kolonel Irfan, Senin (21/4/2025) menjadi sore terakhir di Markas Grup 1 Kopassus Serang. Ia berpamitan menuju Bandung untuk mengikuti pendidikan. Ia menjabat Dan Grup 1 Kopassus selama 1 tahun 6 bulan. Kolonel Inf Irfan Amir dikukuhkan menjadi Komandan Grup atau Dangrup 1 Kopassus pada Kamis (16/11/2023) lalu.

“Awal mula terbersit di pikiran saya, satuan yang kita cintai ini perlu memiliki museum. Sejak pertama saya ditugaskan di sini, belum ada museum,” ujar Irfan. Museum ini diharapkan menjadi saksi sejarah dan pencatat prestasi para prajurit Kopassus yang telah mengorbankan jiwa, raga, air mata, dan darah demi bangsa dan negara.

Gagasan pembangunan museum ini pernah muncul pada masa Kolonel Inf. Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar (Komandan Grup 1 periode 2013–2014), namun gedungnya sempat berfungsi sebagai gymnasium. “Sebelum memulai pembangunan, saya terlebih dahulu menghadap beliau, yang kini menjabat Asisten Latihan KSAD, untuk meminta izin. Setelah diizinkan, baru kami wujudkan,” jelas Irfan.

Latar Belakang dan Karier Irfan Amir

Sosok Irfan Amir lahir di Jeneponto Sulsel 7 Desember 1978 silam. Ia jebolan Akademi Militer (Akmil) 2000. Irfan Amir adalah perwira TNI berlatar kopassus. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akmil pada 2000 silam, ia lulus pendidikan Kopassus. Kamis (16/11/2023), Kolonel Inf Irfan Amir dikukuhkan menjadi Komandan Grup atau Dangrup 1 Kopassus. Ia menggantikan Kolonel Inf Romel Jangga Wardhana.

Acara sertijab berlangsung di Markas Satuan Grup 1 Kopassus di Serang, Banten, Kamis (16/11/2023). Kolonel Irfan Amir teramat bangga, karena para pendahulunya telah menetapkan standar yang tinggi terhadap keberadaan Grup 1 Kopassus. Torehan keberhasilan di berbagai medan operasi maupun berbagai ajang lomba di lingkungan militer, memposisikan Grup 1 Kopassus menjadi satuan yang disegani kawan dan lawan.

Termasuk prestasi pejabat yang digantikannya, Kolonel Romel Jangga Wardhana. “Kebetulan kami satu lichting, Akmil 2000, sehingga saya tahu betul kemampuan beliau. Dalam banyak hal, saya banyak belajar dari Kolonel Romel,” ujar Kolonel Irfan mengenai sahabat yang digantikannya.

Penugasan dan Prestasi

Di kesempatan terpisah, Danjen Kopassus, Mayjen TNI Deddy Suryadi berharap, prestasi yang telah diraih Grup 1 Kopassus, dapat dipertahankan. Bahkan ditingkatkan oleh Dan Grup yang baru, Kolonel Irfan Amir, putra Jeneponto, Sulawesi Selatan. Benar. Kolonel Irfan adalah perwira menengah TNI kelahiran “Bumi Turatea” Jeneponto Sulawesi Selatan, 7 Desember 1978.

Sejak remaja, ia telah menunjukkan karakter militan dan pantang menyerah. Penghobi sepakbola ini, dengan tekad kerasnya berhasil menembus seleksi masuk Akademi Militer Magelang, dan setelahnya, lulus pendidikan Kopassus. Baginya, Serang, khususnya Grup 1 Kopassus tidak asing. Di satuan inilah pertama kali ia ditempatkan, saat berpangkat Letnan Dua.

Kemudian berturut-turut pindah tugas ke Grup 3 Kopassus, dengan posisi terakhir Wadanyon-32 Grup 3 Kopassus. Penugasan berikutnya sebagai Pabanda Lid Sintel Kopassus (2014), Pabanda Bhakti TNI Ster Kopassus (2016), Kasi Pers Grup B Paspampres (2017). Sempat menjabat Dandim 1425/Jeneponto (2019).

Saat bertugas di tanah kelahirannya itu, Irfan kerap menularkan semangat menanam pohon dan menjaga alam. Setahun kemudian kembali masuk Korps Baret Merah sebagai Waaster Danjen Kopassus. Ayah tiga orang anak dari istrinya, Wahyuni Burhanuddin ini menjabat Aster Kopassus sebelum ditugaskan menjadi Dangrup 1 Kopassus.

Pesan dan Harapan

“Lebih 70 persen penugasan di lingkungan baret merah,” kata Kolonel Irfan. Sejumlah penugasan, akan menjadi bekal memimpin Grup 1. Di antaranya, pernah bertugas di Kompi Parako 13 Aceh, Satgas Merpati Kodam VII/Wirabuana. Penugasan penting lain adalah Satgas Namengkawi, Papua serta sejumlah penugasan di luar negeri.

Sebagai wujud syukur dan rasa bangga, kedua orang tua Kolonel Irfan hadir dari Makassar, untuk menyaksikan upacara serah terima jabatan Dangrup 1 Kopassus. “Mereka hadir karena rasa bangga orang tua dan keluarga, saya bisa berdiri di sini. Insya Allah, saya akan menunaikan amanah dengan penuh tanggung jawab,” ujar Irfan.

Acara Sertijab dihadiri sejumlah pejabat dan tamu VIP. Tampak hadir Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, Pj Gubernur Banten, Al Muktabar dan pejabat Forkopimda Provinsi Banten. Selain itu, hadir pula Sekjen Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD), Mayjen TNI Purn DR Komaruddin Simanjuntak bersama jurnalis senior yang juga pengurus PPAD, Egy Massadiah.

Pada acara ramah tamah, hadir para pejabat Kopassus, prajurit, Persit Kartika Chandra Kirana Grup 1 Kopassus, dan undangan. Ketika memberi sambutan, Danjen Kopassus Mayjen TNI Deddy Suryadi menaruh harapan besar terhadap para prajurit Grup 1 agar tetap tangguh, berkarakter kuat. “Jaga tradisi satuan, dan berkontribusi untuk satuan,” tegasnya.

Grup 1 telah menorehkan prestasi dalam berbagai penugasan berisiko. Untuk itu, Danjen minta agar para prajurit terus berlatih meningkatkan kemampuan fisik, teknis, dan taktik. Deddy juga menyitir pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman. “Ingat nasihat Jenderal Soedirman. Dalam menghadapi keadaan apa pun, jangan lengah. Sebab, kelengahan menimbulkan kelemahan. Kelemahan menimbulkan kekalahan. Sedangkan, kekalahan menimbulkan penderitaan dan kehancuran,” ujar Deddy.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *