"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Profil Andhara Early, Artis Cantik yang Umumkan Cerai Setelah 14 Tahun Nikah, Pilih Jual Basreng Daripada Aktif di Layar Kaca



Andhara Early, seorang artis cantik yang baru saja mengumumkan perceraian setelah menjalani pernikahan selama 14 tahun. Kini ia memilih untuk mundur dari dunia hiburan dan beralih ke bisnis jualan basreng.

Profil Andhara Early

Andhara Early adalah seorang artis yang dikenal publik sejak era 2000-an. Ia mulai menapaki karier di dunia hiburan setelah menjadi runner-up dalam ajang GADIS Sampul. Nama lengkapnya adalah Andhara Early Astrawinata, lahir di Balikpapan pada 11 September 1979. Karier aktrisnya dimulai pada 1995 setelah mengikuti pemilihan GADIS Sampul dan keluar sebagai juara favorit kedua.

Ia berhasil meraih predikat Juara Kedua sekaligus Favorit Pilihan Pembaca. Setelah itu, Andhara mencoba berbagai bidang di industri hiburan, termasuk menjadi presenter acara musik dan aktris. Ia sukses memandu program musik populer seperti Inbox, By Request, dan MTV Campus. Selain itu, ia juga pernah terlibat dalam dunia sinetron dengan membintangi Lupus Milenia pada 2001.

Film pertamanya sebagai aktris adalah Rumah Ketujuh pada 2003. Kemampuan aktingnya juga terlihat dalam film-film lain seperti Babi Buta yang Ingin Terbang dan Mama Cake. Sementara itu, sinetron Diam-diam Suka yang tayang pada 2015 menjadi proyek sinetron terakhir Andhara sebelum ia memutuskan untuk rehat dari dunia hiburan.

Setelah itu, ia beralih ke dunia kerja kantoran dan sempat menjabat sebagai Head of PR selama tiga tahun. Namun, setelah cukup lama tidak muncul di pemberitaan, nama Andhara kembali ramai dibicarakan.

Bisnis Basreng dan Perjalanan Karier

Di masa pandemi, Andhara mengakui bahwa kondisi keuangannya sempat tidak stabil. Untuk mencari pemasukan tambahan, ia memutuskan untuk mencoba usaha sampingan dengan berjualan makanan ringan. Sejak tiga hingga empat bulan terakhir, Andhara mulai menjajakan camilan khas Sunda berupa basreng, yaitu bakso ikan yang diiris tipis lalu digoreng hingga garing.

“Udah beberapa bulan lalu deh, mungkin tiga atau empat bulan lalu,” ujarnya dalam wawancara YouTube Insertlive. Ia mengungkap alasan memilih bisnis ini karena mudah dan memiliki banyak peminat. Awalnya, ia hanya mengira peminatnya anak-anak muda, ternyata ada juga ibu-ibu dan anak-anak kecil.

Andhara menjual dua varian, yaitu pedas dan original. Keputusannya terjun ke bisnis kuliner bermula dari kebiasaan menyiapkan bekal untuk anaknya. Dari situ, ia mulai mempromosikan dagangannya melalui media sosial. “Sebenernya kalau untuk jualan iseng-iseng berhadiah, karena pertama anak itu senang minta dibikinin bekal untuk dia bawa ke sekolah setiap hari. Terus iseng-iseng aku posting, taunya ada orang tua juga yang ‘Eh mau coba dong, anak gue kayaknya suka nih makanan kayak gini’. Kok banyak yang akhirnya mesen-mesen juga.”

Awalnya, Andhara hanya menjual secara personal, tetapi kemudian ia memutuskan untuk menitipkan makanan tersebut ke kantin sekolah. “Aku pikir ya sudah daripada cuma bikin satu dua orang, mendingan aku titip aja taruh di kantin sekolah. Hasilnya itu lumayan lah buat tambahan jajan-jajan karena namanya juga anak-anak yang lagi SD kan demennya jajan ya.”

Perceraian dengan Bugi Ramadhana

Andhara kembali menyita perhatian publik setelah mengumumkan perceraian dengan suaminya, Bugi Ramadhana. Mereka menikah pada 11 September 2011 dan dikaruniai seorang putra yang kini beranjak remaja. Perpisahan ini menjadi pengalaman ketiga bagi Andhara dalam membina rumah tangga, setelah dua pernikahan sebelumnya dengan Fery Martawijaja dan Cesa David juga berakhir dengan perceraian.

Pengumuman perceraian dilakukan melalui unggahan emosional di akun Instagram pribadinya pada awal tahun 2026. Dalam unggahan tersebut, ia membagikan rangkaian foto kebersamaan bersama Bugi, mulai dari awal pernikahan hingga perjalanan mereka selama membina keluarga. Unggahan disertai keterangan yang sarat makna perpisahan.

“KAMI SELESAI,” tulis Andhara. Ia menjelaskan bahwa keputusan berpisah diambil setelah melalui pertimbangan panjang dan mendalam. Meski bukan hal yang mudah, keduanya sepakat mengakhiri ikatan pernikahan demi kebaikan bersama.

“Setelah 14 tahun membangun kehidupan, kami memutuskan untuk mengakhiri pernikahan dengan rasa saling menghormati. Keputusan ini tidak datang dengan mudah, tetapi kami yakin ini yang terbaik untuk kami berdua.”

Andhara juga menekankan bahwa perpisahan ini bukanlah kegagalan, melainkan babak kehidupan yang telah selesai. “Kini tiba waktunya untuk bab baru. Kami memutuskan untuk melepaskan gelar ‘suami istri’ dengan damai, untuk mempertahankan gelar ‘orang tua’ dengan lebih baik.”

Meski tidak lagi hidup sebagai pasangan, Andhara menekankan bahwa tanggung jawab dan kasih sayang kepada anak-anak tetap menjadi prioritas utama mereka. Ia juga menyampaikan pesan menyentuh untuk buah hati mereka, menegaskan bahwa cinta orang tua tidak akan pernah berubah meski bentuk keluarga kini berbeda.

“Untuk anak-anak, cinta kami tak pernah berubah, dan akan terus menyatu dalam setiap langkah kalian.” Ucapan terima kasih atas masa lalu yang telah dilewati dan harapan untuk masa depan yang lebih damai juga disampaikan oleh Andhara.

“Untuk masa lalu, terima kasih. Untuk masa depan, semoga damai dan bahagia untuk kami masing-masing.” Video yang disebut sebagai penghormatan bagi perjalanan cinta mereka juga disertakan dalam unggahan tersebut.

“Video ini adalah penghormatan untuk perjalanan kami: untuk cinta yang pernah ada, untuk keluarga yang kami bina, dan untuk anak-anak kami yang akan selalu menjadi pusat dunia kami.” Ia menutup unggahan dengan doa agar bisa menjadi co-parent yang baik dengan selalu menjaga silaturahim selamanya.

“Kami memulai karena Allah SWT, kami mengakhiri juga dengan ijin Allah SWT. Kami tidak pernah tahu apa & bagaimana rencana-Nya, tapi kami yakin, rencana-Nya selalu yang terbaik.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai proses hukum perceraian mereka di Pengadilan Agama.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *