"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

IKAMA Setuju Ormas Ricuh di Surabaya Dibubarkan, Minta Madura Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Peristiwa Pengusiran Nenek Elina dan Komentar Ketua Umum IKAMA

Perkara pengusiran dan perobohan rumah Elina Wijayanti (80) di Jalan Kuwukan, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Jawa Timur pada Agustus 2025 memicu gelombang protes keras dari masyarakat luas. Termasuk ketua umum DPP Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), H Mohammad Rawi. Ia mengecam aksi pengusiran tersebut yang melibatkan ormas.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap pembubaran ormas anarkis yang meresahkan masyarakat, meskipun berizin resmi. Selain itu, ia mengapresiasi tindakan tegas Pemkot Surabaya dan Polda Jatim dalam menangani kasus ini.

Hingga 31 Desember 2025, lima tersangka termasuk aktor intelektual Samuel telah ditahan. Aksi yang dilakukan oleh Samuel Ardi Kristanto menggunakan ekskavator untuk meratakan rumah nenek Elina menjadi sorotan publik.

Pendapat Ketua Umum IKAMA tentang Ormas

Aba Rawi menegaskan bahwa siapa pun ormas yang dianggap melakukan anarkisme hingga menciptakan kegaduhan dan keresahan harus dibubarkan. Meski ormas tersebut memiliki izin dari Kementerian Hukum dan HAM, pemerintah daerah tetap memiliki kewenangan jika ormas tersebut meresahkan masyarakat.

Namun, jika suatu ormas bersifat kondusif, produktif, dan mampu bersinergi dengan pemerintah, maka bisa dipertimbangkan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa sendirian membangun bangsa dan menjaga negara, sehingga diperlukan kerja sama dengan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pelatihan SDM agar bisa berguna bagi masyarakat. Dengan demikian, tidak akan ada lagi anarkisme kepada siapa pun.

Langkah IKAMA dalam Membantu Generasi Muda

Aba Rawi mengajak generasi muda dari berbagai latar belakang yang belum mendapatkan pekerjaan untuk bergabung dengan IKAMA. Tujuannya adalah untuk menghindari tindakan-tindakan melanggar hukum.

“Agar tidak terjaring operasi premanisme, anak-anak ku yang nganggur bisa datang ke IKAMA, kami akan berikan solusi. Kami training, bisa jadi pedagang, pekerja, pelayaran atau jadi apapun,” ujar Aba Rawi.

IKAMA telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan, namun semua prosesnya dilakukan sesuai aturan negara, yakni melalui mekanisme kepolisian, pemda, dan TNI/Polri.

Program Ekonomi Kerakyatan IKAMA

Sejak 20 tahun lalu, IKAMA telah membuat program ekonomi kerakyatan melalui koperasi usaha mandiri dan Balai Lapangan Kerja (BLK) untuk memberikan pelatihan kerja kepada generasi di Jabotabek termasuk di Kalimantan.

Sekretariat DPC IKAMA Istimewa yang berlokasi di Desa Jukong, Kecamatan Labang, Bangkalan bisa dipersiapkan sebagai tempat pelatihan kerja. “Ayo siapa saja yang belum mendapatkan pekerjaan, duduk bersama. IKAMA akan memberikan solusi, bisa sebagai satpam, keamanan, atau bisa membuka UMKM, atau juga pelayaran,” tegas Aba Rawi.

Keprihatinan Tokoh Madura atas Peristiwa Nenek Elina

Perkara yang menimpa nenek Elina disebut Aba Rawi telah menjadi keprihatinan para tokoh Madura yang tersebar di berbagai negara. Beberapa di antaranya datang dari Saudi Arabia, Mesir, Jepang, dan Malaysia.

Mereka menelpon Aba Rawi dan menyampaikan rasa tidak nyaman karena dianggap sama dengan mereka. Warung-warung Madura, seperti di Papua, biasanya duduk dengan warga Papua. Namun setelah peristiwa itu viral, mereka tidak bisa berbuat apa-apa meskipun menjual sampai 24 jam.

Dorongan untuk Jadikan Madura Kawasan Ekonomi Khusus

Madura, khususnya Bangkalan, telah lama digadang sebagai salah satu kawasan percepatan pertumbuhan ekonomi. Kabupaten Bangkalan bahkan diplot sebagai bagian dari Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 13 dalam konsep Gerbang Kertasusila.

Menyambut hal tersebut, pengembangan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bangkalan menetapkan akses Suramadu sebagai kawasan strategis ekonomi kabupaten. Hal ini dilakukan mengingat padatnya kawasan-kawasan industri seperti Rungkut-Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

Tahun berganti tahun, kabar tentang perpres yang diteken Presiden Joko Widodo pada 20 November 2019 silam itu bak ditelan bumi. Padahal, terbukanya lapangan kerja seluas-luasnya atas perpres itu sempat menjadi harapan masyarakat Madura untuk bekerja di kampung kelahiran.

Konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Upaya menekan angka pengangguran di Madura kembali digelorakan melalui konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). KEK merupakan wilayah strategis di Indonesia yang memiliki batas wilayah tertentu untuk kegiatan ekonomi bernilai tinggi, didukung fasilitas fiskal dan nonfiskal serta menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pemerataan ekonomi nasional.

Ketua Umum DPP IKAMA, H Mohammad Rawi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penelitian berkaitan dengan KEK terutama berkaitan dengan garam, tembakau yang hingga tahun 2024 memberikan kontribusi kepada negara senilai Rp 80 triliun per tahun.

“KEK kami minta, kalau ada Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Ekonomi Halal maka angka pengangguran bisa ditekan karena di sini ada produk yang populer seperti tembakau. Semua orang tahu tembakau terbaik adalah tembakau Madura, garam juga, sektor peternakan dan pertanian. Itu cukup untuk membangun Madura, jadi tidak perlu jadi preman di daerah lain,” tegas Aba Rawi.

Harapan untuk Tahun Baru 2026

Dorongan kepada pemerintah agar terwujudnya Madura menjadi KEK juga sempat digelorakan Anggota Komisi V Fraksi PKB DPR RI, H Syafiuddin. Dengan harapan, melimpahnya kesempatan kerja di empat kabupaten; Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Aba Rawi berharap, tahun baru 2026 bisa menjadi momen yang lebih baik dari tahun 2025 dan berpihak kepada masyarakat Madura untuk mengikis angka pengangguran melalui terwujudnya konsep KEK.

“Ketika lapangan kerja terbuka lebar di Madura, mereka tidak menjadi maling sepeda motor, tidak menjadi pengedar narkoba, tidak diajak mafia-mafia itu. Karena mereka memang terpaksa, tidak ada kerjaan sehingga mudah diprovokasi,” pungkas Aba Rawi.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *