"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Menteri KKP Kunjungi Persiapan Kampung Nelayan Merah Putih Poncosari

Kunjungan Menteri KKP ke Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja (kunker) ke beberapa wilayah di Pulau Jawa, salah satunya adalah Bantul. Dalam kunjungan tersebut, ia mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berada di Kalurahan Poncosari. Selain Bantul, daerah lain yang dikunjungi antara lain Tuban, Purworejo, Cirebon, dan Pati.

Program KNMP pertama kali diperkenalkan di Biak, Papua, dan kini menjadi fokus pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya perikanan. Tujuan utamanya adalah membangun sarana prasarana yang memadai, memperkuat kelembagaan, serta membuka akses seluas-luasnya agar masyarakat kelautan dan perikanan dapat tumbuh mandiri dan berdaya saing.

Pembangunan KNMP Poncosari

Di Bantul, Menteri KKP menyambangi KNMP Poncosari yang dibangun di lahan seluas 9.000 meter persegi. Sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan, seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), docking kapal, shelter perbaikan jaring, balai nelayan, cold storage, slurry ice, gudang penyimpanan, hingga kios kuliner.

Menurut Trenggono, pembangunan KNMP Poncosari diharapkan selesai pada Januari ini. Ia menilai bahwa model pembangunan ini serupa dengan yang dilakukan di Biak, yang berhasil meningkatkan produktivitas hingga 121%.

Penguatan Ekosistem Nelayan

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menjelaskan bahwa fokus utama dalam pengembangan KNMP adalah penguatan ekosistem nelayan. Adanya ekosistem ini akan memenuhi berbagai kebutuhan nelayan dalam satu kawasan, sehingga mempermudah aktivitas mereka.

Dengan adanya fasilitas yang lengkap, Bantul berharap jumlah nelayan di kawasan pesisir terus bertambah. Potensi sumber daya laut di Samudera Hindia dinilai masih besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Harapan Para Nelayan

Saat ini, pendapatan sekali melaut berkisar Rp125.000 per orang, termasuk biaya bahan bakar dan sewa perahu. Nelayan berharap pendapatan mereka meningkat setelah terbentuknya KNMP.

Ponijo, Ketua Kelompok Nelayan Pantai Kuwaru, menyampaikan harapan para nelayan terhadap KNMP. Menurutnya, yang paling diinginkan adalah hasil tangkapan nelayan bisa tercover dan dipermudah dalam produksi serta penyimpanan, karena sudah ada pabrik es di lokasi tersebut.

Sarmidi, ketua Kelompok Nelayan Pantai Baru, juga menyatakan penilaian positif terhadap fasilitas KNMP. Ia mengatakan, fasilitas seperti jaring, kapal, mesin, dan es sangat membantu aktivitas nelayan. Dulu, es harus diambil dari Depok, tetapi kini tersedia di lokasi.

Kartu KUSUKA sebagai Identitas Nelayan

Dalam kegiatan kunker tersebut, Menteri KKP juga menyerahkan secara simbolis Kartu KUSUKA. Kartu ini menjadi identitas tunggal resmi dari KKP bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan laut. Tujuannya adalah mempermudah akses layanan dan program pemerintah.




Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *