"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

600 Wisatawan Terdampar di Pulau Socotra Akibat Konflik Saudi-UEA, 3 WNI Dievakuasi

Ratusan Wisatawan Asing Terjebak di Pulau Socotra Akibat Konflik Politik

Pulau Socotra, yang terletak di Samudra Hindia dan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam paling unik di dunia, kini menghadapi situasi kritis. Ratusan wisatawan asing terjebak di pulau tersebut setelah seluruh penerbangan dihentikan akibat meningkatnya konflik politik antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Situasi ini membuat para pengunjung tidak bisa meninggalkan pulau yang sebelumnya menjadi surga bagi para pecinta alam.

Penerbangan Dihentikan Total

Menurut laporan terbaru, sekitar 600 wisatawan asing dilaporkan terdampar di Pulau Socotra sejak awal Januari 2026. Mereka tidak dapat meninggalkan pulau karena seluruh lalu lintas udara di bandara utama Pulau Socotra terhenti. Perubahan kendali atas fasilitas bandara terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara faksi-faksi yang didukung oleh Riyadh dan Abu Dhabi. Bandara Socotra sebelumnya melayani beberapa penerbangan rutin setiap pekan dari Abu Dhabi, namun kini sepenuhnya tidak beroperasi.

Beberapa turis telah menghubungi kedutaan besar negara masing-masing untuk meminta bantuan, tetapi hingga kini opsi evakuasi masih sangat terbatas. Pemerintah Yaman sendiri belum mengumumkan jadwal pasti pembukaan kembali penerbangan reguler ke Pulau Socotra.

Kondisi Para Wisatawan

Para wisatawan yang terjebak mengeluhkan kurangnya informasi dan ketidakpastian jadwal kepulangan. Aurelija Krikstaponiene, wisatawan asal Lithuania yang tiba di Socotra untuk merayakan malam Tahun Baru, mengatakan bahwa ia seharusnya kembali ke Abu Dhabi pada awal Januari, namun penerbangannya dibatalkan tanpa kejelasan.

“Tidak ada yang memberi kami informasi. Semua orang hanya ingin kembali ke kehidupan normal mereka,” ujarnya.

Pulau Socotra yang Terisolasi

Meskipun secara geografis Pulau Socotra relatif jauh dari pusat konflik bersenjata di daratan Yaman, ketidakstabilan politik nasional berdampak langsung pada akses transportasi dan logistik. Pulau ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam paling unik di dunia, dengan pantai-pantai alami, perbukitan batu kapur, gua, serta flora endemik yang langka seperti pohon darah naga (dragon blood tree) yang ikonik.

Karena keunikan keanekaragaman hayatinya, Socotra telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan kerap disebut sebagai “Galapagos dari Samudra Hindia”. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar akses wisatawan ke pulau ini bergantung pada jalur udara dari Uni Emirat Arab.

Evakuasi WNI yang Berhasil

Di tengah krisis tersebut, tiga warga negara Indonesia (WNI) yang sempat terjebak di Pulau Socotra telah berhasil dievakuasi. Kementerian Luar Negeri RI menyatakan ketiganya dipulangkan melalui koordinasi intensif dengan berbagai perwakilan RI di kawasan Timur Tengah. “Pada pukul 10.30 waktu setempat, ketiga WNI diterbangkan dari Pulau Socotra menuju Jeddah untuk transit, kemudian melanjutkan perjalanan ke Indonesia,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, dalam pernyataan video di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Evakuasi dilakukan melalui kerja sama KBRI Muscat, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, KJRI Jeddah, serta dengan dukungan otoritas Arab Saudi dan Yaman. Kemlu RI kembali mengimbau seluruh WNI yang hendak bepergian ke luar negeri agar selalu memantau perkembangan situasi keamanan dan mematuhi imbauan perjalanan, terutama jika tujuan wisata berada di wilayah rawan konflik.

Dinamika Konflik Yaman

Sebelumnya, Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa wilayah udara Yaman ditutup sejak 30 Desember lalu menyusul serangan militer ke pelabuhan Mukalla. Situasi keamanan memburuk setelah pasukan Southern Transitional Council (STC) merebut kendali atas wilayah Hadramaut dan Al-Mahra. Kedua provinsi tersebut mencakup hampir setengah wilayah Yaman dan berbatasan langsung dengan Arab Saudi. Riyadh menuding UEA mendorong operasi militer STC di kawasan perbatasan, tudingan yang dibantah oleh Abu Dhabi.

Sementara itu, STC menilai pemerintah Yaman telah meminggirkan wilayah selatan dan kembali menyerukan pemisahan, meski pemerintah pusat menegaskan komitmennya terhadap persatuan nasional. Ketegangan geopolitik inilah yang kini berimbas langsung pada sektor pariwisata dan keselamatan warga asing, menjadikan Pulau Socotra yang selama ini dikenal sebagai surga wisata ikut terisolasi di tengah konflik regional yang belum menunjukkan tanda mereda.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *