Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo Mulai Menunjukkan Tren Positif
Sekolah Rakyat (SR) yang berada di Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, kini telah menunjukkan perkembangan yang positif. Meskipun awalnya diragukan oleh sebagian orang tua, kini sekolah ini semakin diminati dan memberikan pengalaman pendidikan yang baik bagi siswa-siswinya.
Struktur dan Fasilitas yang Memadai
Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Probolinggo memiliki jumlah siswa sebanyak 100 orang, terdiri dari 50 siswa untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 50 siswa untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, siswa-siswi di sekolah ini tidak hanya mendapatkan pembelajaran gratis, tetapi juga fasilitas mewah yang setara dengan sekolah modern pada umumnya.
Sejak diresmikan pada Bulan Juli 2025 lalu, Pemerintah Kota Probolinggo sering melibatkan Sekolah Rakyat dalam berbagai kegiatan. Hal ini memastikan bahwa sekolah ini tetap mendapat perhatian penuh dari pihak pemerintah.
Kehidupan Siswa di Sekolah Rakyat
Kehidupan siswa di Sekolah Rakyat tidak jauh berbeda dengan siswa di sekolah-sekolah lain. Meskipun tinggal di rusunawa, mereka tetap mendapatkan fasilitas yang lengkap, termasuk pengawasan terhadap makanan yang disajikan.
Salah satu siswi SR, Atiqoh Nurdiana (16), mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak mendapatkan restu dari orang tuanya karena dikhawatirkan sekolahnya akan seperti sekolah taruna. Namun, setelah melakukan pencarian informasi lebih lanjut, ia menemukan bahwa peluang kuliah di SR lebih besar dan fasilitasnya tidak jauh berbeda dengan sekolah biasa.
Pengalaman Siswa dan Orang Tua
Atiqoh mengaku tidak khawatir meski tinggal di asrama. Ia merasa kehidupan sehari-hari menjadi lebih teratur dan terjadwal rapi. Setiap pagi, setelah salat subuh, para siswa melakukan senam dan lari pagi bersama.
Selain itu, setiap anak di SR diberikan laptop, smartboard, dan alat tulis yang lengkap. Dengan fasilitas tersebut, Atiqoh merasa nyaman meskipun tidak tinggal bersama orang tua.
Untuk mengatasi rindu terhadap orang tua, SR menetapkan jadwal kunjungan orang tua setiap dua hari dalam seminggu, yaitu hari Sabtu dan Minggu. Jika ada siswa yang merindukan orang tua di luar jadwal tersebut, mereka bisa meminta bantuan Wali Asuh untuk melakukan telepon.
Persiapan untuk Tahun Ajaran Baru
Kepala Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 7 Kota Probolinggo, Susilowati, menyampaikan bahwa tahun ajaran baru akan dibuka pada Bulan Juli 2026 mendatang. Untuk persiapan rekrutmen siswa baru, pihak sekolah bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) melalui para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Menurut Susilowati, saat ini banyak wali murid yang datang ke SR untuk mendaftarkan anaknya. Dalam waktu dekat, pihak sekolah akan membuka pendaftaran dan mengecek desil 1 dan 2 sebagai salah satu kriteria masuk SR.
Daya tampung di SRT 7 Kota Probolinggo tetap sebanyak 100 siswa seperti tahun sebelumnya. Dinsos akan menyiapkan pendamping PKH untuk memfasilitasi proses rekrutmen.
Pengalaman Guru dan Siswa
Susilowati juga menjelaskan bahwa pengalaman para guru di SRT 7 tidak kalah penting. Ada beberapa guru yang sempat merasa putus asa dalam mendidik siswa, namun ketulusan hati mereka akhirnya membuat siswa bisa beradaptasi secara cepat.
Pada tahun pertama, Susilowati mengungkapkan kisah menarik ketika laptop pertama kali tiba. Saat itu, semua siswa belum tahu cara menggunakan laptop meskipun antusias menerimanya. Begitu pula dengan smartboard yang memiliki password, hingga beberapa kali hilang karena dimainkan anak-anak ingin menonton YouTube dan lain-lainnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, siswa-siswi SR kini sudah terbiasa menggunakan laptop dan smartboard. Mereka kini belajar dengan fasilitas tersebut secara rutin dan teratur.











