"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Harga Emas Melonjak, Tanda Ekonomi Global Sedang Tak Stabil? Ini Penjelasan Ahli Ekonomi

Harga Emas Mencapai Hampir Rp3 Juta Per Gram

Harga emas kembali melonjak tajam pada Jumat (23/1/2026), bahkan hampir mendekati level Rp3 juta per gram. Fenomena ini tidak hanya menjadi perhatian masyarakat biasa, tetapi juga para ahli ekonomi yang menilai bahwa lonjakan harga emas merupakan indikasi dari kondisi ekonomi yang sedang mengalami ketidakstabilan.

Profesor ekonomi, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si, menjelaskan bahwa kenaikan harga emas bukanlah hal yang biasa. Menurutnya, lonjakan harga emas mencerminkan situasi global yang tidak stabil dan berpotensi memicu kekhawatiran di kalangan investor. Ia menyatakan bahwa emas menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin melindungi nilai aset mereka dalam situasi yang penuh ketidakpastian.

Emas Sebagai Investasi Paling Aman

Emas dipandang sebagai instrumen investasi yang paling aman, terutama untuk masa jangka panjang. Anton menjelaskan bahwa banyak investor memilih portofolio yang lebih stabil, seperti emas, karena nilainya cenderung tidak mengalami penurunan signifikan dibandingkan instrumen lainnya.

“Para investor dengan kebutuhan jangka panjang memilih emas karena nilai emas tidak mengalami penurunan yang stabil,” ujarnya. Berbeda dengan instrumen investasi lain yang fluktuatif, emas memberikan rasa aman bagi pemiliknya. “Mereka berharap bahwa uang yang mereka miliki sekarang tidak akan mengalami penurunan nilai saat dibutuhkan di masa depan.”

Meski demikian, Anton menekankan bahwa emas bukan satu-satunya pilihan investasi yang aman. Ia mencontohkan obligasi atau surat berharga negara (SBN) yang juga bisa menjadi alternatif. Namun, secara umum, masyarakat cenderung lebih percaya pada emas sebagai bentuk investasi yang paling aman.

Faktor Geopolitik Mempengaruhi Harga Emas

Lonjakan harga emas didorong oleh beberapa faktor global, termasuk ketegangan geopolitik. Anton menyebutkan bahwa ketegangan politik seperti kebijakan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, konflik di Timur Tengah, serta krisis di Iran dan Venezuela menjadi pemicu ketidakpastian ekonomi.

“Ketegangan di Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, serta situasi di Iran yang bisa memengaruhi suplai minyak global, membuat investor khawatir,” katanya. Selain itu, krisis ekonomi di Inggris, yang ditandai dengan naiknya angka pengangguran, juga turut berkontribusi pada meningkatnya permintaan emas.

Apakah Harga Emas Bisa Tembus Rp3 Juta?

Berdasarkan data dari Pegadaian, harga emas terus melonjak. Pada Jumat (23/1/2026) pukul 14.48 WIB, harga emas dari merek Galeri24 naik menjadi Rp2.915.000 per gram, sementara UBS mencapai Rp2.956.000 per gram.

Anton menjawab pertanyaan tentang apakah harga emas akan melebihi Rp3 juta per gram. Ia menyatakan bahwa kemungkinan tersebut sangat terbuka, tergantung pada perkembangan situasi global. “Jika tidak ada berita baik dari kondisi geopolitik global, maka harga emas bisa mencapai Rp3 juta per gram,” ujarnya.

Namun, jika situasi global membaik, misalnya Rusia-Ukraina damai atau Iran menyelesaikan krisis politiknya, maka kemungkinan harga emas mencapai angka tersebut akan berkurang. “Tapi jika situasinya makin buruk, maka kenaikan hingga level Rp3 juta sangat mungkin terjadi,” tambahnya.

Kondisi Ekonomi yang Mengkhawatirkan

Menurut Anton, semakin tinggi harga emas, semakin parah kondisi ekonomi yang sedang dihadapi. Investor mulai memilih untuk menyimpan aset dalam bentuk emas daripada menanamkan modal di sektor produktif seperti bisnis atau pembangunan infrastruktur.

“


Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *