"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Profil Dino Rossano, Ayah Angkat Ressa yang Jadi Sorotan Kariernya

Profil Dino Rossano, Ayah Angkat Ressa dan Adik Emilia Contessa

Dino Rossano Hansa adalah sosok yang kini menjadi sorotan setelah terlibat dalam gugatan terhadap Denada. Ia dikenal sebagai ayah angkat dari Ressa Rizky Rossano sekaligus adik kandung dari almarhumah Emilia Contessa. Dino juga merupakan orang yang telah merawat Ressa sejak bayi.

Dino Rossano Hansa lahir pada 25 Desember 1962 di Banyuwangi, Jawa Timur. Selain dikenal sebagai adik Emilia Contessa, ia pernah mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) di DPRD-II Banyuwangi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pada masa itu, Dino juga memimpin kepengurusan DPC Partai Hanura Banyuwangi versi Munaslub.

Selain karier politiknya, Dino juga memiliki latar belakang profesi di sektor swasta. Namun, informasi mengenai aktivitasnya saat ini tidak banyak diketahui. Yang jelas, nama Dino kini menjadi pusat perhatian karena terlibat dalam gugatan terhadap Denada atas dugaan penelantaran anak.

Mengasuh Anak Denada Sejak Bayi

Dino Rossano bersama istrinya disebut telah merawat Ressa sejak masih bayi. Menurut kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, Ressa dititipkan kepada Dino setelah dibawa dari Jakarta. Firdaus menjelaskan bahwa selama 24 tahun, Ressa tumbuh dalam lingkungan keluarga Dino tanpa pernah menuntut imbalan materi dari Denada.

“Sebetulnya saya tidak ingin mengajukan gugatan ini. Mulai 24 tahun Ressa dititipkan sampai baru kemarin itu, tidak ada sedikit pun keinginan dari kami untuk mengajukan gugatan,” ujarnya.

Namun, setelah Emilia Contessa meninggal, Ressa mulai mengetahui bahwa dirinya bukan anak kandung Dino Rossano. Hal ini membuat Ressa merasa kecewa dan bertanya-tanya mengapa ia tidak mendapatkan perlakuan yang sama seperti anak kandung Denada.

Gugatan Terhadap Denada

Perkara yang diajukan Ressa kini telah bergulir hingga ke pengadilan. Pengacara Denada, Muhammad Iqbal, menyatakan bahwa Denada tidak pernah mengingkari status Ressa sebagai anaknya. Menurut Iqbal, Denada tetap memberikan pembiayaan untuk Ressa, termasuk pendidikan hingga lulus SMA.

“Masalah anak ini, mba Denada ini bukan sekadar diakui atau tidak. Ressa ini bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan. Namun kok tiba-tiba ada gugatan ini kan juga aneh,” ujar Iqbal.

Iqbal juga menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Ressa yang ramai berbicara di podcast. Menurutnya, hal ini justru memperburuk proses mediasi di pengadilan. “Kok penggugat ini malah membuat gaduh, podcast ke mana-mana, ngomong gini gini ya tidak sesuai fakta lah. Akhirnya gini mediasi juga gagal,” tambahnya.

Perbedaan Pernyataan di Podcast dan Gugatan

Menurut Iqbal, pernyataan Ressa di podcast yang hanya menginginkan pengakuan sebagai anak tidak sesuai dengan isi gugatannya yang meminta dana sebesar Rp7 miliar. Iqbal menilai bahwa permintaan tersebut tidak sejalan dengan apa yang diucapkan Ressa di media.

“Bisa saya buktikan, dalam gugatan itu dimintakan beberapa kan, pengakuan, masalah 7m, di resume mediasi itu penggugat tetap minta 7m. Kan di podcast ngomong hanya minta pengakuan saja sebagai anak. Saya pikir kayak drama 7 m lama-lama,” ucap Iqbal.

Penjelasan Denada tentang Kebiasaan Mediasi

Iqbal juga menjelaskan alasan Denada memilih diam selama proses mediasi. Menurutnya, Denada ingin agar perkara berjalan secara baik dan tertib di jalur hukum tanpa kegaduhan publik.

“Saat masa-masa kemarin ini kan mediasi, harusnya kita tenang, supaya nanti kita berpikir introspeksi diri juga. Jangan membuat gaduh di podcast, di medsos, seharusnya jangan. Makanya pihak mba Denada enggak keluar statement apapun masa mediasi. Namun penggugat yang buat gaduh,” ungkap Iqbal.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *