Sejarah dan Keunikan Bakso di Glodok
Glodok, yang terletak di jantung Pecinan Jakarta, telah lama dikenal sebagai kawasan yang kaya akan keberagaman kuliner. Tidak hanya menawarkan makanan tradisional Tionghoa, tetapi juga berbagai hidangan lezat dari berbagai daerah. Di tengah keragaman tersebut, bakso menjadi salah satu makanan yang selalu menarik perhatian dan membuat orang kembali lagi.
Bakso di Glodok tidak hanya sekadar makanan pengganjal perut, melainkan bagian dari sejarah panjang kuliner Jakarta. Banyak penjual bakso yang telah menjalani bisnisnya selama puluhan tahun, bahkan lintas generasi. Cita rasa mereka tetap terjaga hingga saat ini, sehingga membuat bakso di sini memiliki daya tarik tersendiri.
Beragam Jenis Bakso di Glodok
Di Glodok, bakso hadir dalam berbagai gaya, mulai dari bakso khas Wonogiri dengan mie, tauge, dan bihun, hingga bakso bergaya Chinese yang disajikan bersama kuah bening dan kwetiau. Jika kamu bingung memilih, berikut lima bakso terenak dan paling legendaris di Glodok yang wajib kamu cicipi:
-
Bakso Wonogiri Idola Remaja
Tempat ini mudah ditemukan dan selalu ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan. Harganya mulai dari Rp16.000, dengan pilihan seperti bakso telur, bakso urat, dan bakso halus. Kuahnya gurih ringan, cocok untuk disantap kapan saja. Selain bakso, tempat ini juga menyediakan mie ayam dengan harga mulai dari Rp14.000. Kamu bisa memesan mi ayam dengan tambahan bakso halus untuk porsi yang lebih mengenyangkan. -
Bakso Arul
Dengan usia hampir 80 tahun, Bakso Arul adalah salah satu tempat bakso legendaris di Glodok. Gaya penyajiannya kental dengan nuansa Chinese, dengan kuah bening gurih dan kwetiau lembut. Seporsi bakso komplit dibanderol sekitar Rp25.000, terdiri dari bakso urat, bakso halus, dan tahu. Bakso uratnya sangat diminati karena tekstur kenyal yang pas dan sedikit garing saat digigit. -
Bakso Pikulan Legendaris
Lokasinya agak tersembunyi, tetapi setiap hari selalu dipadati pembeli. Warung ini telah bertahan lebih dari 32 tahun, membuktikan kualitas rasanya yang tidak pernah mengecewakan. Harga per porsi sekitar Rp20.000, terdiri dari bakso halus dan kasar. Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan daun seledri yang melimpah, menciptakan aroma segar yang langsung tercium. -
Bakso Adam
Bakso Adam dikenal sebagai tempat yang selalu membuat orang rela mengantre. Harganya Rp30.000 per porsi, dengan delapan butir bakso dan satu tahu bakso. Varian baksonya terdiri dari bakso halus dan bakso urat. Tekstur bakso uratnya sedikit garing, memberikan pengalaman makan yang unik. Kuahnya gurih namun ringan, cocok untuk disantap bersama tetelan tambahan. -
Bakso Tekin
Dijajakan menggunakan pikulan di sekitar jembatan Asemka, Bakso Tekin menawarkan harga yang sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp15.000 per porsi. Meskipun sederhana, rasanya tidak bisa diremehkan. Bakso halusnya lembut dan juicy, berpadu sempurna dengan kuah kaldu yang gurih. Disajikan bersama bihun dan taburan daun seledri, serta sambal encer yang pedasnya cukup nendang.
Kesimpulan
Bakso di Glodok bukan hanya sekadar makanan, tetapi bagian dari sejarah dan budaya kuliner Jakarta. Setiap tempat bakso memiliki keunikan dan cita rasa yang berbeda, membuat pengalaman makan di sini semakin istimewa. Jika kamu berkunjung ke Glodok, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba lima bakso legendaris ini.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











