"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Saksi di Sidang CLS Solo Akui Tak Pernah Lihat Jokowi Pakai Kacamata Saat KKN

Kesaksian Saksi dalam Sidang Citizen Lawsuit Ijazah Jokowi

Dalam sidang citizen lawsuit terkait ijazah Joko Widodo (Jokowi) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Selasa (3/2/2026), dua rekan Jokowi saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ketoyan, Yohana Bergmans dan Ritje Widjaja, memberikan kesaksian. Mereka menegaskan bahwa selama kebersamaan mereka kala itu, Jokowi tidak pernah terlihat memakai kacamata.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Achmad Satibi dengan hakim anggota Aris Gunawan dan Lulik Djatikumoro. Selain Yohana dan Ritje, majelis juga menghadirkan saksi lain, yakni Muh Karno, putra lurah Desa Ketoyan pada masa Jokowi menjalani KKN.

Isu Kacamata Saat KKN

Pertanyaan tentang apakah Jokowi menggunakan kacamata selama KKN menjadi salah satu poin penting dalam kesaksian Yohana dan Ritje. Keduanya menyatakan bahwa mereka tidak pernah melihat Jokowi memakai kacamata selama kegiatan sehari-hari.

Meski begitu, mereka mengakui kemungkinan Jokowi menggunakan kacamata saat membaca di kamar. Namun, mereka tidak dapat memastikan hal tersebut karena tidak pernah masuk ke kamar Jokowi.

“Ya kalau selama kegiatan tidak pernah memakai (kacamata). Mungkin kalau membaca di kamar mungkin, iya. Tapi sayangnya kan ya saya nggak pernah ke kamarnya pak Jokowi. Yang tahu itu sebenarnya teman kami yang sudah almarhum ya dengan sendirinya lebih tahu dia dari pada kami,” ujar keduanya.

Mereka juga menyebut bahwa Jokowi mengaku menggunakan kacamata karena mata minus. Namun, mereka tidak tahu pasti apakah Jokowi benar-benar memakai kacamata selama KKN atau hanya dalam foto ijazah UGM.

Asal-usul Panggilan “Jack”

Selain isu kacamata, Yohana dan Ritje juga memberikan penjelasan mengenai panggilan Jack untuk Jokowi. Mereka menegaskan bahwa panggilan tersebut berasal dari mereka sendiri selama menjalani KKN.

“Ya namanya adalah Joko Widodo ya. Kalau manggil jok kan sudah biasa, pengen lain dari pada yang lain biar keren dipanggil Jack. Kami berempat yang memanggil Joko Widodo, Jack. Benar-benar Jack bukan yang lain,” kata Yohana dan Ritje.

Mereka menjelaskan bahwa panggilan Jack diberikan sebagai bentuk keakraban dan kebiasaan selama KKN. Sementara itu, para rekan lainnya memiliki nama panggilan seperti Ecot dan Mbak Ana.

Kenangan Keusilan Jokowi Saat KKN

Selain kesaksian formal, Yohana dan Ritje juga mengungkap sisi kepribadian Jokowi selama KKN. Mereka menyebut bahwa Jokowi dikenal usil dan kerap melontarkan candaan kepada rekan-rekannya.

“Karena pak Jack itu suka bercanda, jadi waktu kami makan bareng-bareng itu kan ada wader, kok dia sreeettt. Nah dulu itu makanya disetrum,” urai mereka.

Selain itu, mereka juga mengingat momen ketika Jokowi menghadapi listrik yang mati saat menonton TV bersama. Saat itu, Jokowi membawa senter dan wajahnya langsung memerah, membuat mereka ketakutan.

Kesaksian Putra Lurah Desa Ketoyan

Sementara itu, Muh Karno memberikan kesaksian terkait keberadaan aliran listrik di Desa Ketoyan saat Jokowi menjalani KKN. Ia mengaku tidak ingat secara pasti, tetapi memastikan bahwa acara perpisahan mahasiswa KKN dengan warga desa pernah digelar.

“Untuk listrik atau bukan listrik kita tidak tahu spesifik karena saya tidak tahu musik. Jadi yang saya ingat ada acara perpisahan, untuk gitarnya pakai listrik atau manual kita tidak tahu, yang jelas ada perpisahan KKN di Desa Ketoyan yang dilaksanakan mahasiswa, hanya sebatas itu,” ujarnya.

Ia juga membenarkan bahwa sosok yang dipanggil Jack oleh saksi lain memang merujuk pada Joko Widodo. Meski demikian, ia tidak mengetahui nama lengkap sosok tersebut pada masa itu. Ia hanya mengikuti kebiasaan teman-teman mahasiswa KKN dalam memanggil satu sama lain.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *