"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Masuk File Epstein, Bos Swedia untuk UNHCR Mundur

Beberapa pejabat dan tokoh elit di Eropa, terutama dari Skandinavia, menghadapi kritik dan pengunduran diri setelah dokumen-dokumen baru yang dikeluarkan dalam penyelidikan terhadap Jeffrey Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual Amerika Serikat, mulai menyebar. Dokumen tersebut mengungkap hubungan mereka dengan Epstein, yang telah menjadi pusat kontroversi selama beberapa tahun.

Joanna Rubinstein, Ketua Sweden for UNHCR

Joanna Rubinstein, ketua organisasi Sweden for UNHCR, mengundurkan diri setelah terungkap bahwa ia pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia pada 2012. Pengunduran dirinya terjadi setelah penuntutan Epstein pada 2008 karena menyediakan anak di bawah umur untuk prostitusi. Dalam email yang baru dirilis, Rubinstein menggambarkan kunjungan tersebut sebagai hal positif. Daniel Axelsson, juru bicara Sweden for UNHCR, menyatakan bahwa organisasi tidak mengetahui informasi ini sebelumnya.

Rubinstein, yang merupakan tokoh Yahudi dalam filantropi internasional, membenarkan bahwa ia pernah bertemu Epstein, tetapi membantah adanya kontak lebih lanjut. Pengunduran dirinya menunjukkan dampak jangka panjang dari jaringan kriminal Epstein, yang masih mengungkap hubungan tingkat tinggi meskipun ia meninggal pada 2019.

Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit

Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit juga terlibat dalam skandal ini. Email yang baru dirilis mengungkap korespondensi antara Mette-Marit dan Epstein dari 2011 hingga 2013. Isi email tersebut mencakup diskusi tentang perselingkuhan dan “perburuan istri,” serta referensi tentang wanita muda Norwegia. Mette-Marit tinggal di kediaman Epstein di Palm Beach selama empat hari pada 2013 dan menyebut Epstein sebagai “kekasih.”

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre mengecam “penilaian buruk” Mette-Marit, sementara ia sendiri meminta maaf atas tindakannya. Pengungkapan ini memperparah masalah kerajaan yang sedang berlangsung, termasuk dakwaan terhadap putranya, Marius Borg Høiby, atas tuduhan pelecehan seksual.

Putri Swedia Sofia

Putri Sofia dari Swedia juga terseret dalam kontroversi ini. Email menunjukkan bahwa ia pernah bertemu Epstein beberapa kali sekitar 2005 sebelum Epstein dihubungi oleh Barbro Ehnbom, mantan mentor Epstein. Email tersebut menyebutkan bahwa Ehnbom memperkenalkan Sofia sebagai “aktris yang bercita-cita tinggi” dan menyarankan Epstein mungkin ingin bertemu dengannya. Meski demikian, Sofia menolak tawaran untuk menerbangkannya ke Karibia.

Istana Kerajaan Swedia mengonfirmasi pertemuan sosial singkat tersebut dan menekankan bahwa tidak ada hubungan lebih lanjut. Sofia juga absen dari upacara Hadiah Nobel 2025, yang menunjukkan perhatian publik yang besar terhadap kasus ini.

Pejabat Norwegia Lainnya

Di Norwegia, mantan perdana menteri Thorbjørn Jagland merencanakan liburan keluarga di pulau Epstein pada 2014, tetapi membatalkannya. Diplomat Norwegia Terje Rød-Larsen mengundurkan diri dari Institut Perdamaian Internasional pada 2020 setelah mengakui telah menerima sumbangan dari yayasan terkait Epstein. Børge Brende, presiden Forum Ekonomi Dunia saat ini, juga disebut dalam berkas tersebut.

Inggris

Di Inggris, Peter Mandelson, mantan duta besar Inggris untuk AS, mengundurkan diri dari Partai Buruh setelah dokumen Epstein mengungkap hubungannya dengan Epstein. Dalam foto yang muncul dari berkas tersebut, Mandelson terlihat hanya mengenakan kaus dan celana dalam saat berbincang dengan seorang perempuan. Ia juga dituduh menerima dana dari Epstein.

Perdana Menteri Keir Starmer meminta Mandelson untuk mengundurkan diri dari House of Lords, tempat ia diangkat seumur hidup. Jika ia menolak, proses pemakzulan akan dilakukan melalui parlemen.

Eks PM Israel Ehud Barak

Eks Perdana Menteri Israel Ehud Barak juga dikaitkan dengan Epstein. Hubungan antara mereka berlangsung hingga 2017, dengan Barak mengunjungi Epstein di propertinya di Manhattan. Dalam rekaman audio, Epstein menyarankan Barak untuk “mempertimbangkan” perusahaan teknologi pertahanan Palantir. Barak juga menerima investasi dari Yayasan Epstein.

Virginia Giuffre

Virginia Giuffre, salah satu korban Epstein, dalam memoarnya menyebutkan bahwa seorang “perdana menteri terkenal” secara brutal memukuli dan memperkosa dirinya. Ia mengklaim bahwa serangan itu begitu kejam sehingga membuatnya melarikan diri dari jaringan Epstein. Giuffre menyebut pelaku sebagai “Perdana Menteri” karena takut jika ia menyebut namanya.

Tuduhan ini dibantah oleh Barak, tetapi Giuffre tetap bersikeras bahwa ia diperkosa oleh politisi tersebut. Ia juga mengungkap bahwa Epstein tidak memberikan perlindungan yang cukup.

Kritik terhadap Elit

Kritikus berargumen bahwa skandal ini mengungkap kegagalan akuntabilitas di kalangan elit, khususnya di Uni Eropa dan PBB. Tokoh-tokoh yang terlibat dalam jaringan internasional kini menghadapi pertanyaan tentang uji tuntas dan tanggung jawab mereka.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *