"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Profil dan Kekayaan Gubernur Bali Disindir Prabowo karena Sampah

Gubernur Bali I Wayan Koster Dihimbau Perbaiki Masalah Sampah

Pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik terhadap kondisi pantai-pantai di Bali. Kritik ini menyoroti masalah sampah yang membuat lingkungan pantai menjadi tidak bersih.

Menurut Prabowo, keberadaan sampah-sampah tersebut merusak citra pariwisata Indonesia. Ia mengingatkan para kepala daerah bahwa pariwisata adalah sektor yang menyerap banyak tenaga kerja dan bisa memberikan dampak ekonomi yang cepat serta murah dibandingkan sektor lainnya. Namun, ia mempertanyakan apakah turis akan datang jika mereka melihat lingkungan yang kotor.

“Apakah turis mau datang melihat sampah? Indonesia indah, dia mau datang lihat kumuh?” tanya Prabowo dengan nada serius.

Prabowo juga menceritakan pengalaman pribadinya ketika bertemu dengan tokoh asing di Korea Selatan. Mereka mengeluhkan kondisi pantai Bali yang kotor. “Mereka bilang, ‘Your excellency, i just came from Bali, Bali is so dirty now. Bali is not nice.'” ujar Prabowo.

Ia kemudian meminta Gubernur Bali I Wayan Koster dan jajarannya untuk segera menyelesaikan masalah sampah. Jika tidak, ia akan memerintahkan Dandim dan Danrem untuk bergerak dan melakukan operasi bersih-bersih secara rutin.

Profil Gubernur Bali I Wayan Koster

I Wayan Koster adalah Gubernur Bali selama dua periode, yaitu dari tahun 2018 hingga 2030. Sebelum menjabat sebagai gubernur, ia pernah menjadi anggota DPR RI dari tahun 2004 hingga mengundurkan diri pada tahun 2018.

Koster lahir di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, pada tanggal 20 Oktober 1962. Ia menikah dengan Ni Luh Putu Putri Suastini dan memiliki dua anak, yaitu Ni Putu Dhita Pertiwi dan Ni Made Wibhuti Bhawani.

Sebagai politikus PDIP, Koster mendapatkan pendidikan dasar di SDN 1 Desa Sembiran. Ia kemudian melanjutkan studi ke SMP Bhaktiyasa Singaraja dan SMAN 1 Singaraja. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi jenjang S-1 di ITB, S-2 di STIE IGI Jakarta, dan S-3 di UNJ.

Koster awalnya bekerja sebagai tenaga peneliti pada BALITBANG DEPDIKBUD dari tahun 1988 hingga 1994. Kemudian, ia menjadi dosen tidak tetap dari tahun 1992 hingga 2004. Berikut adalah kampus tempat dia mengajar:

  • STIE Perbanas, Jakarta
  • Universitas Pelita Harapan, Tangerang
  • Universitas Tarumanagara, Jakarta
  • Universitas Negeri Jakarta, Jakarta

Pada tahun 2004, Koster terpilih menjadi anggota DPR RI. Ia kembali terpilih untuk periode 2009–2014 dan 2014–2019. Pada tahun 2018, ia mengundurkan diri dari DPR RI dan maju sebagai calon Gubernur Bali. Hasilnya, ia menang dalam pemilihan tersebut.

Pada tahun 2025, Koster kembali maju sebagai calon gubernur dengan menggandeng Nyoman Giri Prasta sebagai pasangannya. Koster kembali menang dengan perolehan suara 1.413.604 atau 61,46 persen.

Dalam hal organisasi, Koster pernah menjadi Wakil Sekjen DPP PERADAH Indonesia periode 1990–1994 dan 1994–1998. Di samping itu, ia menjadi Sekjen DPP Prajaniti Hindu Indonesia periode 2000–2005 dan 2005–2010.

Harta Kekayaan Gubernur Bali I Wayan Koster

Menurut laman LHKPN, terakhir kali Koster melaporkan harta kekayaannya ialah pada tanggal 31 Desember 2023. Koster memiliki total kekayaan sebesar Rp3,5 miliar. Berikut rinciannya:

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 3.141.570.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 121 m2/100 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA BARAT , HASIL SENDIRI Rp 1.218.630.000

2. Tanah Seluas 392 m2 di KAB / KOTA TABANAN, HASIL SENDIRI Rp 196.000.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 2.600 m2/206 m2 di KAB / KOTA BULELENG, HASIL SENDIRI Rp 78.000.000

4. Tanah Seluas 4.000 m2 di KAB / KOTA BULELENG, HASIL SENDIRI Rp 120.000.000

5. Tanah Seluas 15.760 m2 di KAB / KOTA BULELENG, HASIL SENDIRI Rp 472.800.000

6. Tanah Seluas 12.810 m2 di KAB / KOTA BULELENG, HASIL SENDIRI Rp 384.300.000

7. Tanah Seluas 8.840 m2 di KAB / KOTA BULELENG, HASIL SENDIRI Rp 265.200.000

8. Tanah Seluas 1.790 m2 di KAB / KOTA BULELENG, HASIL SENDIRI Rp 28.640.000

9. Tanah Seluas 12.600 m2 di KAB / KOTA BULELENG, HASIL SENDIRI Rp 378.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 313.600.000

1. MOBIL, TOYOTA ALPHARD 3.5 Q A/T / MINIBUS Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp 313.600.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 119.670.000

D. SURAT BERHARGA Rp —-

E. KAS DAN SETARA KAS Rp 15.381.604

F. HARTA LAINNYA Rp —-

Sub Total Rp 3.590.221.604

III. UTANG Rp —-

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp 3.590.221.604

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *