"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Satgas Saber Pelanggaran Pangan 2026 Perketat Pengawasan Jelang Ramadan

Penguatan Pengawasan untuk Stabilisasi Harga Pangan

Pemerintah terus memperkuat langkah-langkah pengawasan dalam menghadapi kenaikan harga pangan menjelang dan selama Ramadan hingga Idulfitri 2026. Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan 2026 kini lebih fokus pada penindakan terhadap pelanggaran, bukan hanya intervensi pasar dan imbauan seperti sebelumnya.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perubahan pendekatan ini dilakukan guna menciptakan stabilitas harga pangan yang lebih baik. “Tahun lalu, kita berhasil menjaga stabilitas harga pangan. Untuk tahun ini, kami akan memperkuat penindakan terhadap pelanggaran,” ujarnya dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi pangan pada Januari 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan Desember 2025. Inflasi pangan secara tahunan turun dari 6,21 persen menjadi 1,14 persen. Capaian ini menjadi salah satu tingkat inflasi terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Perbedaan Pendekatan dalam Pengendalian Harga Pangan

Amran juga menyampaikan bahwa Bapanas telah menerjunkan seluruh pegawai ke daerah untuk mendukung operasi Satgas Saber di berbagai provinsi. Fokus utama adalah pengawasan selama dua bulan ke depan agar tidak terjadi fluktuasi harga pangan.

“Tahun ini, kami membuat posko di setiap provinsi dan kabupaten. Tim dari Bapanas akan bertugas di posko selama dua bulan,” kata Amran. Ia menambahkan bahwa koordinasi antara tim Bapanas dan Satgas setempat sangat penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa pengawasan tidak hanya terbatas pada komoditas beras, tetapi juga meliputi seluruh pangan strategis yang memiliki ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), Harga Pembelian Pemerintah (HPP), serta Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP).

“Komoditas yang diatur HET meliputi beras SPHP, beras medium, beras premium, dan MinyaKita. Sementara itu, komoditas lain seperti telur, daging ayam, daging sapi, gula, bawang, dan cabai diatur berdasarkan HAP,” jelas Ketut Astawa.

Pengawasan Keamanan dan Mutu Pangan

Selain itu, Satgas juga melakukan pengawasan terhadap keamanan dan mutu pangan, termasuk batas residu pestisida, formalin, dan aflatoksin. Mereka diperbolehkan melakukan pengambilan sampel pangan menggunakan alat rapid test yang disediakan oleh Bapanas.

Indikator keberhasilan Satgas Saber dapat dilihat dari Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang dirilis BPS setiap pekan. Fokus utama adalah mengurangi jumlah daerah yang masuk kategori IPH merah.

“Keberhasilan Satgas ini adalah berkurangnya daerah-daerah yang mengalami IPH merah. Kami berharap semakin banyak daerah yang memiliki IPH hijau,” kata Ketut Astawa.

Penyisiran Pasar Tradisional dan Modern

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mendorong Satgas untuk lebih aktif melakukan penyisiran langsung ke pasar tradisional maupun pasar modern. Hal ini dilakukan untuk memastikan harga pangan pokok strategis sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Ada 11 bahan pokok penting yang harus dijaga stabilitas pasokan dan harga pangannya. Dalam bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri 2026, harga komoditas strategis tersebut harus berada di bawah HET atau HAP dan HPP,” ujar Sarwo.

Ia juga memberikan semangat kepada semua pihak yang terlibat dalam Satgas Saber. Efektivitas pelaksanaan kegiatan dalam beberapa bulan ke depan diharapkan dapat menstabilkan harga pangan.

Kolaborasi Lintas Sektor

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Syahardiantono, dalam arahannya meminta jajaran Polri di daerah meningkatkan kolaborasi lintas sektor serta melaksanakan pengawasan secara maksimal demi kepentingan masyarakat.

“Kami mengharapkan dukungan dari Bareskrim Polri dan seluruh Dirkrimsus di seluruh Polda, Polres, dan Polsek seluruh Indonesia. Mudah-mudahan Satgas Saber ini dapat berjalan efektif seperti yang telah dilakukan pada saat menjelang Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Dengan langkah-langkah yang diterapkan, pemerintah berharap stabilitas harga pangan dapat tercapai dan masyarakat dapat merayakan Ramadan serta Idulfitri dengan tenang.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *