Penjelasan Mantan Wakil Menteri Luar Negeri tentang Board of Peace
Dino Patti Djalal, mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, menyampaikan pandangan kritis terhadap inisiatif Board of Peace (BOP) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menilai bahwa BOP penuh dengan “ranjau” dan berisiko secara diplomatik karena piagamnya dinilai tidak memadai. Menurut Dino, piagam tersebut tidak menyebutkan Gaza maupun Palestina, serta disusun sepihak tanpa konsultasi dengan negara anggota.
Ia juga mengkritik kekuasaan absolut Donald Trump sebagai ketua BOP tanpa batas masa jabatan. Hal ini dinilai berpotensi membuat negara anggota didikte dan mengancam prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia.
Dino menyampaikan pendapatnya saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra. Ia diundang langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ke Istana pada 4 Februari 2026 untuk memberikan masukan mengenai isu ini.
Kekhawatiran terhadap Piagam BOP
Menurut Dino, meskipun BOP adalah satu-satunya opsi damai yang tersedia dan disetujui Israel, piagam organisasi tersebut sangat bermasalah. Ia menyebut piagam BOP sebagai “jelek” karena tidak menyebutkan Gaza dan Palestina. Selain itu, piagam tersebut disusun sepihak oleh tim Trump tanpa konsultasi dengan negara anggota.
Kritik lain yang disampaikan Dino adalah mengenai kekuasaan absolut Trump sebagai Ketua BOP. Ia menegaskan bahwa tidak ada model kepemimpinan seumur hidup dalam struktur organisasi internasional. Hal ini dinilai bisa menjadi ancaman bagi prinsip kedaulatan negara-negara anggota.
Kejanggalan dalam Penandatanganan BOP
Dino juga menceritakan pengamatannya saat penandatanganan BOP di Davos. Saat itu, ia melihat Trump, Jared Kushner, hingga Marco Rubio berpidato tanpa sedikitpun menunjukkan empati pada 70.000 korban jiwa di Gaza. Ia khawatir BOP akan berubah menjadi proyek “Real Estate Gaza” yang mengabaikan aspek kemanusiaan.
Dino menekankan pentingnya hati-hati dalam bergabung dengan BOP. Ia menyarankan agar Indonesia tetap menjaga prinsip bebas aktif dan tidak sampai didikte oleh keputusan yang diambil oleh Trump.
Sikap Presiden Prabowo dan Exit Strategy
Meski demikian, Dino mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang terbuka terhadap kritik tersebut. Prabowo, menurut Dino, telah mengonfirmasi bahwa Indonesia memiliki opsi untuk keluar dari BOP jika organisasi tersebut melenceng jauh dari kepentingan nasional dan kemanusiaan.
“Alhamdulillah akhirnya dikonfirmasi oleh Presiden Prabowo. Beliau bilang kalau kita merasa enggak cocok, beliau bersedia Indonesia keluar,” jelas Dino.
Pengalaman saat Pertemuan di Istana
Dino menyampaikan pengalamannya saat pertemuan di Istana pada 4 Februari. Ia mengatakan bahwa suasana awalnya agak tegang, namun Presiden Prabowo berhasil menciptakan suasana yang cair dengan memberikan penjelasan dan membuka ruang diskusi dua arah.
Pertemuan tersebut dimoderatori oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan terdiri dari tiga gelombang peserta. Setiap gelombang mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan diberi jawaban oleh Presiden. Acara berlangsung selama sejam lebih dan diakhiri saat waktu Maghrib tiba.
Penjelasan Lebih Lanjut tentang Board of Peace
Dino juga menjelaskan bahwa ketika diberi kesempatan untuk bicara, ia tidak mengubah posisi yang pernah disampaikannya melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa pernyataannya mengenai BOP sebagai satu-satunya opsi damai bukanlah opini, melainkan fakta.
Menurut Dino, saat ini hanya ada 20 Point Plan yang disepakati oleh Israel dan dapat stempel dari Dewan Keamanan PBB. Ia menyoroti bahwa BOP adalah bagian dari 20 Point Plan tersebut, sehingga memiliki legalitas dan kekuatan.
Namun, ia tetap memperingatkan bahwa BOP memiliki risiko besar. Ia menyarankan agar Indonesia tetap waspada dan kritis agar tidak sampai dijadikan alat oleh Israel untuk mengontrol anggota melalui Trump.
Pandangan tentang Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Akhirnya, Dino menyampaikan closing statement mengenai kebijakan luar negeri Indonesia. Ia menilai bahwa dunia saat ini masuk dalam era transisi dengan peluang besar bagi Indonesia. Meski risikonya besar, ia yakin Indonesia bisa menjadi arsitek dalam dunia baru ini.
Sebagaimana dulu Indonesia menjadi arsitek di Asia Afrika, Dino berharap Indonesia bisa memanfaatkan momen ini untuk membuat arsitektur dunia yang baru berdasarkan kepentingan bersama.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











