"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Ketua IDAI yang Dipecat Budi Gunadi Sadikin

Profil dr. Piprim Basarah Yanuarso

dr. Piprim Basarah Yanuarso, atau yang akrab dipanggil dengan nama Piprim, adalah seorang dokter spesialis anak konsultan kardiologi anak di Indonesia. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI). Selama perjalanan kariernya, ia dikenal sebagai sosok yang gigih dalam menjaga independensi dan kualitas layanan medis di bidang kesehatan anak.

Piprim memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia menempuh pendidikan subspesialis kardiologi anak selama satu tahun di Institusi Jantung Negara, Malaysia, dan lulus pada 2007 dengan gelar SpA(K). Keahliannya berfokus pada diagnosis serta penanganan gangguan jantung pada anak. Selain itu, ia juga aktif sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan meraih gelar doktor (Dr.) dalam bidang Ilmu Kedokteran dari Universitas Indonesia pada Mei 2025.

Dalam karier medisnya, Piprim mengabdikan diri selama 20 tahun di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. RSCM merupakan salah satu rumah sakit rujukan nasional yang terkenal dengan layanan kesehatan anak yang berkualitas. Selama masa kerjanya di sana, ia menjadi salah satu dokter yang sangat dihormati oleh pasien maupun rekan-rekan sejawatnya.

Polemik dengan Menteri Kesehatan

Ketua Umum IDAI ini sempat menjadi sorotan setelah mengaku dipecat oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Peristiwa ini terjadi setelah ia menolak mutasi dari RSCM ke RSUP Fatmawati. Menurut Piprim, mutasi tersebut dilakukan secara mendadak dan tidak sesuai dengan asas meritokrasi bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Saya menolak dengan tegas mutasi yang tidak sesuai aturan. Akibatnya, akun saya dibekukan sehingga pasien BPJS tidak bisa lagi saya layani di RSCM,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Piprim menyatakan bahwa selama 28 tahun mengabdi di RSCM, mayoritas pasien yang ditanganinya merupakan peserta BPJS. Setelah mutasi, layanan untuk pasien BPJS di RSCM otomatis dibekukan. Hal ini membuat banyak pasien kesulitan karena harus mencari alternatif layanan lain.

Penjelasan dari Pihak RSCM

Menanggapi hal tersebut, manajemen RSCM menyatakan bahwa mutasi merupakan hal yang wajar dalam pengelolaan ASN di lingkungan Kementerian Kesehatan. Kebijakan tersebut disebut telah melalui kajian dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan organisasi, mengembangkan potensi pegawai, serta meningkatkan kinerja tenaga medis.

“Mutasi dr. Piprim merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk memperkuat layanan jantung anak di RS Fatmawati. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya terpusat di RSCM, tetapi memiliki alternatif layanan serupa di rumah sakit pemerintah lainnya,” tulis pihak RSCM.

Selain itu, RSCM juga menegaskan bahwa dengan adanya perpindahan administrasi kepegawaian, seluruh layanan medis dr. Piprim kini menjadi kewenangan RSUP Fatmawati. Artinya, pasien BPJS yang ingin tetap mendapatkan penanganan dari dr. Piprim dapat mengakses layanan tersebut di RSUP Fatmawati sesuai prosedur yang berlaku.

Terkini: Piprim Mengaku Dipecat Menkes

Perkembangan terbaru, dr. Piprim menyatakan dirinya telah dipecat oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Pernyataan tersebut disampaikan melalui rekaman audio yang beredar. Ia menyebut pemecatan tersebut terjadi setelah dirinya menolak mutasi yang dinilai tidak sesuai dengan asas meritokrasi. Selain itu, ia juga menyinggung sikapnya yang mempertahankan independensi kolegium ilmu kesehatan anak.

Dalam pernyataannya, Piprim juga menyampaikan permohonan maaf kepada pasien, mahasiswa, serta tenaga medis yang selama ini berada di bawah bimbingannya. Ia mengaku berat hati atas situasi ini, karena selama ini ia telah memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *