Kehidupan Sederhana Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, kembali menjadi perhatian publik setelah tampil dalam kesederhanaannya saat melakukan perjalanan ke Surabaya tanpa didampingi ajudan atau fasilitas negara. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (15/2/2026), ketika ia bersama istri dan putranya, Diffa Candra, memilih menggunakan transportasi kereta api untuk menghadiri acara lamaran.
Dalam momen tersebut, Dicky dan keluarga terlihat antre di pintu masuk Stasiun Kereta Api Kota Tasikmalaya sambil membawa beberapa koper. Tidak ada rombongan yang mendampingi mereka, hanya tiga orang yang hadir dalam perjalanan ini. Hal ini menunjukkan gaya hidup sederhana yang sering ditunjukkan oleh Dicky selama menjalani tugasnya sebagai pejabat publik.
Latar Belakang Dicky Candra
Sebelum menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra dikenal sebagai sosok yang berasal dari dunia hiburan. Ia pernah aktif sebagai artis sejak awal karirnya. Pada tahun 2008, Dicky Candra maju sebagai calon Wakil Bupati Garut bersama Aceng H.M.Fikri. Meskipun pasangan ini berhasil memperoleh suara sebesar 54,29 persen, Dicky akhirnya memutuskan mundur karena merasa tidak cocok dengan pendekatan Aceng.
Setelah itu, Dicky kembali berkiprah di dunia politik pada Pilkada 2017, kali ini sebagai calon Wali Kota Tasikmalaya bersama Denny Romdony. Meski gagal memenangkan kontestasi, ia tetap berjuang untuk kembali mencoba pada Pilkada 2024. Kali ini, Dicky bersama Viman Alfarizi Ramadhan berhasil menang dengan perolehan suara sebesar 48,34 persen.
Karier di Dunia Hiburan
Sebelum memasuki dunia politik, Dicky Candra dikenal sebagai penyanyi yang kemudian beralih ke dunia akting. Selama masa karirnya sebagai aktor, ia telah memerankan berbagai karakter dalam berbagai sinetron seperti Srikhanti, Lorong Waktu, Titip Rindu Buat Ayah, dan Bidadari Yang Terluka. Selain itu, Dicky juga aktif sebagai komedian yang sering tampil di acara lawak televisi seperti Ketoprak Humor dan Komedi TopLes.
Alasan Menggunakan Transportasi Umum
Dicky Candra menjelaskan alasan mengapa ia memilih menggunakan transportasi umum dan tidak membawa ajudan saat menghadiri acara lamaran. Menurutnya, hal ini dilakukan agar lebih efisien dan memberikan contoh sederhana bagi masyarakat. Ia juga menyatakan bahwa penggunaan fasilitas negara tidak diperlukan dalam situasi tertentu.
“Kalau pimpinan pola hidupnya mewah maka si anak buahnya akan mewah juga. Bila pimpinannya memberikan contoh hidup sederhana, InsyaAllah bawahannya juga akan mengikuti,” ujarnya.
Selain itu, Dicky juga menyebutkan bahwa keberangkatan ke Surabaya dilakukan tanpa membawa anggota keluarga lainnya. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu proses lamaran dan lebih fokus pada kebutuhan keluarga calon mantu.
Kehidupan Sehari-hari
Kesederhanaan Dicky Candra tidak hanya terlihat saat menghadiri acara lamaran. Saat menjalankan tugas kedinasan ke luar kota, ia lebih memilih menginap di rumah kerabat atau tempat tinggal pribadi daripada menggunakan hotel. Ia mengungkapkan bahwa hal ini dilakukan untuk efisiensi anggaran, sehingga uang bisa dialokasikan ke kepentingan masyarakat.
“Kalau di hotel sayang uangnya. Apalagi sekarang efisiensi, uangnya lebih baik dipakai untuk kepentingan lain yang penting untuk masyarakat,” jelas Dicky.
Momen Kumpul Keluarga
Meski memiliki tanggung jawab sebagai Wakil Wali Kota, Dicky tetap ingin berkumpul dengan keluarganya. Namun, karena banyak agenda dinas yang menanti, ia mengaku sulit untuk mengatur waktu khusus bersama anak-anaknya. Ia berharap dapat menghubungi keluarga melalui media virtual seperti zoom atau cara lainnya.
“Iya mungkin nanti bisa lewat zoom, atau cara lain. Anak-anak kan tidak di Tasik,” ujarnya.
Dengan gaya hidup sederhana dan dedikasi dalam menjalankan tugas, Dicky Candra menunjukkan bahwa seorang pemimpin bisa tetap dekat dengan rakyatnya tanpa harus mengorbankan kesederhanaan.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











