"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Riset Digital Gubernur Seluruh Indonesia: Rudy Mas’ud dan Dedi Mulyadi Puncak YouTube

Performa Media Gubernur Rudy Mas’ud dan Dedi Mulyadi

Performa media seorang tokoh publik sering kali menjadi indikator keberhasilan komunikasi dan pengelolaan isu yang dihadapinya. Dalam konteks ini, performa media Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mencatatkan angka yang cukup menarik, yaitu total engagement sebesar 3,3 juta. Angka ini menunjukkan tingkat keterlibatan masyarakat terhadap berbagai isu yang diangkat oleh gubernur tersebut.

Di tingkat nasional, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin dengan capaian interaksi publik yang sangat signifikan. Dalam satu tahun pertama masa jabatannya, engagement Dedi Mulyadi mencapai 4,2 miliar. Angka ini merujuk pada hasil riset Deep Intelligence Research (DIR) yang menganalisis pemberitaan media dan percakapan publik selama periode 20 Februari 2025 hingga 19 Februari 2026. Riset ini menunjukkan bahwa tingginya interaksi publik tidak selalu berarti sentimen positif, tetapi lebih mencerminkan intensitas perhatian masyarakat terhadap suatu isu.

Fokus Kepemimpinan Rudy Mas’ud

Berdasarkan data sebaran isu, fokus kepemimpinan Rudy Mas’ud paling menonjol pada sektor pendidikan dan riset, infrastruktur, serta kesehatan. Hal ini menjadi pilar pembangunan di Kalimantan Timur. Narasi publiknya juga banyak diwarnai isu strategis seperti kelistrikan, energi, dan semangat pertambangan, yang menegaskan fokus pada pengelolaan sumber daya alam.

Platform YouTube menjadi motor utama interaksi dengan kontribusi sekitar 24,1 ribu. Sementara itu, linimasa performa media terpantau stabil. Di sisi lain, percakapan di media sosial mencapai 4.573.206 unggahan yang tersebar di platform X, Facebook, Instagram, TikTok, Threads, dan YouTube.

Metode Analisis dari Deep Intelligence Research (DIR)

Direktur Komunikasi DIR Neni Nur Hayati menjelaskan metode yang digunakan adalah Media Intelligence, yakni pendekatan yang menggabungkan analisis pemberitaan media massa dan digital listening. “Mesin artificial intelligence kami bekerja meng-crawling seluruh data pemberitaan dan percakapan publik dari para gubernur, tentang gubernur, dan yang mempercakapkan gubernur,” ujar Neni saat peluncuran laporan di Jakarta, Minggu (22/2/2026).

Dalam laporan bertajuk Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026, Dedi tercatat sebagai gubernur dengan tingkat publikasi dan engagement tertinggi di Indonesia. DIR menghimpun dan menganalisis 1.887.196 pemberitaan gubernur di seluruh Indonesia yang mencakup media siber, cetak, dan elektronik.

Secara total, pemberitaan kepala daerah tingkat provinsi menghasilkan 5,62 miliar engagement dan 33,79 miliar audience. Di posisi berikutnya setelah Dedi, terdapat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan 959 juta engagement dan 5,7 miliar audience. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf juga masuk dalam daftar dengan tingkat publikasi dan interaksi signifikan.

Perbedaan Karakter Media Massa dan Media Sosial

DIR menegaskan, engagement tinggi menunjukkan intensitas perhatian publik, namun tidak otomatis merepresentasikan sentimen positif. Menurut lembaga tersebut, tahun pertama kepemimpinan kepala daerah merupakan fase pembentukan legitimasi publik. Sejumlah isu yang mendorong lonjakan pemberitaan antara lain implementasi program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), respons terhadap bencana banjir di Sumatera dan Aceh, dinamika hubungan eksekutif–legislatif daerah, serta isu integritas dan penegakan hukum.

Laporan itu juga menemukan perbedaan karakter antara media massa dan media sosial. Media massa didominasi sentimen positif hingga 79 persen, sedangkan media sosial menjadi ruang apresiasi sekaligus kritik. TikTok, Instagram, dan YouTube mencatat interaksi tinggi, sementara X menjadi kanal dengan percakapan paling kritis.

Evaluasi Program Unggulan di Kalimantan Timur

Di sisi lain, genap setahun memimpin Kalimantan Timur, pasangan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji mulai menuai evaluasi atas realisasi janji politik mereka. Terhitung sejak resmi dilantik pada 20 Februari 2025, implementasi program Gratispol dan Jospol kini memasuki fase penilaian.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan sejumlah program prioritas telah berjalan, meski masih menghadapi tantangan di lapangan. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mencatat beberapa program utama terus dikejar agar sesuai target. Di antaranya bantuan pendidikan bagi mahasiswa semester awal serta penyediaan layanan Wi-Fi gratis di desa.

“Ya, satu tahun kepemimpinan Pak Rudy–Seno, program Gratispol dan Jospol sudah berjalan,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026). Selain sektor pendidikan dan akses internet, pemerintah juga telah merealisasikan program perjalanan religi, pembagian seragam gratis bagi siswa baru, serta penguatan layanan kesehatan.

Namun demikian, Sri Wahyuni mengakui masih terdapat pekerjaan rumah, terutama terkait pemahaman masyarakat terhadap alur birokrasi program. “Yang menjadi evaluasi kita adalah bagaimana masyarakat memahami prosesnya,” ungkapnya. Ia menegaskan, setiap janji politik yang diimplementasikan melalui birokrasi harus mengikuti tata kelola pemerintahan.

Penggunaan dana APBD, kata dia, menuntut mekanisme administratif yang ketat sehingga pelaksanaan program tidak bisa dilakukan secara instan. Secara khusus, perhatian juga diberikan pada program Gratispol bidang pendidikan yang sempat menjadi sorotan publik.

Untuk mencegah informasi yang bias, Sri Wahyuni mengimbau masyarakat aktif mengakses kanal resmi pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting agar implementasi program unggulan pada tahun kedua kepemimpinan Rudy–Seno dapat berjalan lebih matang dan dipahami utuh oleh masyarakat Benua Etam.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *