Dampak Serangan Udara yang Menghancurkan Kompleks Kediaman Pemimpin Tertinggi Iran
Beberapa citra satelit dan foto yang beredar luas menunjukkan betapa parahnya kerusakan yang terjadi di kompleks kediaman resmi Ayatullah Ali Khamenei. Serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada hari Sabtu (28/2/2026) telah meninggalkan jejak kehancuran yang luar biasa. Bangunan utama yang dikenal sebagai “Leadership House” hancur total, dengan dinding luar runtuh dan kaca jendela pecah berserakan. Puing-puing bangunan menutupi halaman, sementara sejumlah kendaraan dinas yang terparkir di area tersebut ikut terbakar.
Jalur akses utama ke kompleks juga mengalami kerusakan berat, sehingga memperburuk kondisi evakuasi dan upaya penyelamatan. Dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, gugur. Selain itu, putri, menantu, dan cucu pemimpin tertinggi tersebut turut tewas dalam serangan AS-Israel.
Kerusakan Parah di Area Kediaman dan Kantor Pemimpin Tertinggi
Dari gambar satelit awal, terlihat asap hitam yang mengepul dari kawasan yang dikenal sebagai kediaman dan kantor Pemimpin Tertinggi Iran. Di bagian dalam, ruang kerja Ali Khamenei yang menjadi pusat aktivitas kepemimpinan Iran juga hancur lebur. Meja, kursi, serta dokumen-dokumen resmi hangus terbakar, meninggalkan jejak kehancuran yang menunjukkan intensitas serangan.
Serangan ini tidak hanya menargetkan tempat tinggal, tetapi juga menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Media pemerintah Iran menyatakan bahwa serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan telah menewaskan sedikitnya 108 orang, dan sedikitnya 201 orang tewas di 24 provinsi.
Daftar Tokoh Iran yang Gugur dalam Serangan
Berikut adalah daftar tokoh Iran yang gugur dalam serangan AS-Israel ke kompleks perumahan Ayatullah Ali Khamenei:
- Ali Shamkhani – Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, tokoh sentral dalam proses pengambilan keputusan keamanan Iran dan penasihat pribadi dekat Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
- Mohammad Pakpour – Komandan Garda Revolusi Islam (IRGC) sejak Juni 2025, diidentifikasi sebagai salah satu arsitek utama dari apa yang disebut Israel sebagai “rencana Iran untuk menghancurkan Israel.”
- Salah Asadi – Kepala intelijen komando darurat Iran dan perwira senior intelijen Iran.
- Mohammad Shirazi – Yang memimpin kantor militer Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei sejak 1989, disebut bertanggung jawab mengoordinasikan para komandan angkatan bersenjata senior dengan Pemimpin Tertinggi.
- Aziz Nasirzadeh – Menteri pertahanan Iran, mantan komandan angkatan udara dan wakil kepala staf angkatan bersenjata, digambarkan bertanggung jawab atas fasilitas produksi rudal jarak jauh dan sistem senjata yang dipindahkan ke pasukan proksi Iran.
Pernyataan Resmi Garda Revolusi Iran
Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengeluarkan pernyataan resmi atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Menurut pernyataan tersebut, Ayatullah Ali Khamenei gugur dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut. Selain Ali Khamenei, serangan gabungan AS dan Israel juga turut menewaskan putri, menantu, dan cucu pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Pernyataan IRGC mencakup ayat-ayat Al-Qur’an dan doa untuk keberadaan Imam Mahdi. Berikut kutipan pernyataan mereka:
- “Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang Dan janganlah kamu mengira orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati; sesungguhnya mereka hidup di sisi Tuhan mereka, mendapat rezeki.”
- “Kami menyampaikan belasungkawa sekaligus ucapan selamat kepada kehadiran Imam Mahdi—semoga jiwa kami dikorbankan untuk beliau—kepada umat Islam, para otoritas agama besar dan ulama, serta bangsa Iran atas kesyahidan mulia seorang ulama ilahi, pemimpin para syuhada Revolusi Islam…”
Profil Korps Garda Revolusi Iran
Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) adalah pasukan militer khusus yang dibentuk setelah Revolusi Islam tahun 1979 atas perintah Ayatollah Ruhollah Khomeini (pemimpin Revolusi Iran). Berbeda dengan militer reguler Iran yang berfokus pada pertahanan teritorial, IRGC memiliki mandat utama menjaga sistem politik Republik Islam, melindungi revolusi, serta menghadapi ancaman internal maupun eksternal.
Struktur IRGC mencakup angkatan darat, udara, laut, pasukan khusus Quds untuk operasi luar negeri, serta Basij, yaitu milisi rakyat yang mendukung operasi keamanan dan sosial. Ideologi IRGC berlandaskan pada prinsip Wilayat al-Faqih (kepemimpinan ulama) dan Khomeinisme, menjadikannya salah satu institusi paling berpengaruh dalam menjaga stabilitas politik dan memperluas pengaruh Iran di kawasan.











