"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Kuliah Umum Internasional UMS: Ajak Perdamaian Global

Kuliah Umum Internasional di Umsura Fokus pada Perdamaian Global

Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar kuliah umum internasional dengan tema kerja sama peradaban Islam. Acara ini menghadirkan akademisi Iran, Dr. Amir Rezaei Panah, yang memberikan paparan tentang pentingnya piagam kerja sama dunia Islam sebagai roadmap untuk keluar dari krisis.

Pentingnya Piagam Kerja Sama Dunia Islam

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Amir menekankan bahwa dunia Islam memerlukan peta jalan yang jelas untuk mengatasi berbagai krisis multidimensi. Ia menyatakan bahwa tanpa arah yang jelas, masyarakat akan berjalan dalam kegelapan yang berisiko dan mahal secara sosial maupun politik.

Ia menilai bahwa dunia Islam saat ini masih jauh dari masa keemasannya. Menurutnya, tiga faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah lemahnya rasa percaya diri umat, kurangnya solidaritas internal, serta intervensi kekuatan kolonial dan pihak-pihak berkepentingan. Karena itu, ia menawarkan gagasan penyusunan Piagam Kerja Sama Peradaban Dunia Islam yang mencakup masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Piagam tersebut, kata dia, tidak boleh didasarkan pada satu mazhab atau golongan tertentu, melainkan harus merangkul seluruh elemen umat Islam. Ia menegaskan bahwa perbedaan seperti konsep khilafah dalam tradisi Sunni dan wilayah dalam tradisi Syiah harus dikelola dengan bijak dalam kerangka kerja sama peradaban.

Kerja Sama Akademik dengan Institusi di Iran

Rektor Umsura, Dr. Mundakir, menjelaskan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama akademik yang telah terjalin sebelumnya antara Umsura dan institusi di Iran. Ia menyebut bahwa sebelumnya Dekan Fakultas Hukum Umsura telah diundang ke Iran, dan kini kunjungan tersebut dibalas dengan kehadiran Dr. Amir di Surabaya.

Menurutnya, pertama, kuliah umum ini adalah bagian tindak lanjut dari kerja sama yang sudah dilakukan. Sebelumnya, Pak Dekan sudah pernah diundang ke Iran, dan saat ini perwakilan Iran, Mr. Amir, melakukan kunjungan balik ke Umsura untuk memberikan kuliah umum. Temanya bagaimana hukum internasional terutama untuk menciptakan perdamaian, dan ia kira ini sangat relevan dengan situasi saat ini.

Hadirkan Ruang Dialog Ilmiah

Mundakir juga menegaskan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ruang dialog ilmiah yang mampu menjawab persoalan global secara rasional dan berkeadaban. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan sikap Umsura terkait eskalasi konflik yang terjadi.

Ia menegaskan bahwa sebagai bagian dari masyarakat kampus dan komunitas pecinta damai, Umsura menyerukan penghentian agresi dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi serta hukum internasional. Terkait kondisi global di mana Amerika dan Israel menyerang Iran, ia menyatakan bahwa sebagai masyarakat kampus dan masyarakat yang cinta damai, Umsura menyerukan perdamaian global.

Dukungan Moral dan Psikologis

Ia menambahkan bahwa konflik tersebut telah menimbulkan korban jiwa, termasuk pimpinan tertinggi di Iran. Karena itu, Umsura menyatakan dukungan moral dan psikologis kepada masyarakat Iran agar mampu melewati situasi sulit tersebut. Ini bagian dari memberikan dukungan kepada teman-teman di Iran, bahwa tidak semua negara mendukung perang. Banyak negara, termasuk Indonesia, yang cinta damai dan memberikan dukungan secara psikologis.

Pesan Perdamaian Dunia

Tidak hanya diskusi akademik, kegiatan ini juga diwarnai aksi simbolik pesan perdamaian dunia. Pimpinan universitas, akademisi Iran, serta mahasiswa internasional dari Uzbekistan, Pakistan, Yaman, Mali, Sudan, dan Afghanistan melakukan penancapan bendera berbagai negara di atas peta dunia. Ratusan mahasiswa kemudian mengangkat bendera negara-negara dunia dan bergandengan tangan sebagai simbol solidaritas global dan komitmen generasi muda dalam menjaga perdamaian.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *