Latar Belakang dan Perjalanan Karier Bupati Pekalongan
Fadia Arafiq, S.E., M.M. adalah seorang perempuan yang dikenal luas sebagai Bupati Pekalongan. Ia lahir di Jakarta pada 23 Mei 1978 dan beragama Islam. Selain itu, Fadia juga merupakan istri dari M. Ashraff Abu. Latar belakang uniknya membuat ia memiliki pengaruh yang signifikan dalam dunia politik maupun hiburan.
Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Fadia sempat mengikuti jejak ayahnya dengan menjadi pedangdut. Nama Fadia mulai melejit setelah merilis single “Cik Cik Bum Bum” pada tahun 2000. Popularitas tersebut kemudian menjadi modal sosial bagi dirinya ketika memutuskan untuk terjun ke dunia politik.
Riwayat Pendidikan
Berikut adalah riwayat pendidikan Fadia Arafiq:
- SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang, Jakarta Pusat
- SMP Negeri 8 Tanah Abang, Jakarta Pusat
- SMA Negeri 58 Ciracas, Jakarta Timur
- S1 Manajemen Universitas AKI Semarang
- S2 Manajemen Universitas Stikubank Semarang
- S3 UNTAG Semarang
Pendidikan yang kuat menjadi fondasi bagi Fadia dalam menjalani berbagai peran di masyarakat dan politik.
Riwayat Karier Politik
Perjalanan karier Fadia di dunia politik dimulai dengan menjadi Wakil Bupati Pekalongan dari tahun 2011 hingga 2016. Ia mendampingi Amat Antono dalam periode ini, yang menjadi awal dari pengalamannya dalam pemerintahan daerah.
Pada tahun 2016 hingga 2021, Fadia menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan. Di posisi ini, ia memperkuat konsolidasi politik dan basis dukungan di Pekalongan. Selain itu, ia juga aktif sebagai Ketua KNPI Jawa Tengah selama periode yang sama, membina organisasi kepemudaan dan memperluas jejaring politiknya di tingkat provinsi.
Pada tahun 2021, Fadia terpilih sebagai Bupati Pekalongan, dan kembali terpilih untuk periode 2025–2030. Dalam jabatannya, ia fokus pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
Perjalanan Politik dan Penangkapan oleh KPK
Setelah menjabat sebagai Wakil Bupati, Fadia mencalonkan diri sebagai Bupati Pekalongan bersama H. Riswadi, S.H. Perjalanan politiknya cukup solid dengan dukungan partai yang kuat serta pengalaman organisasi yang luas. Perpaduan latar belakang hiburan dan politik membuat sosoknya dikenal publik, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Namun, pada tahun 2026, nama Fadia kembali menjadi sorotan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan tersebut dalam operasi tangkap tangan (OTT) ketujuh sepanjang tahun 2026. OTT ini dilakukan pada bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satunya adalah Bupati Pekalongan. Fadia dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
Rangkaian OTT KPK Sepanjang 2026
Penangkapan Fadia merupakan OTT ketujuh yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Sebelumnya, pada 9–10 Januari 2026, KPK melakukan OTT pertama dengan menangkap delapan orang terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara.
OTT kedua pada 19 Januari 2026 menyasar Wali Kota Madiun, Maidi, yang kemudian diumumkan sebagai tersangka dugaan pemerasan terkait proyek dan dana CSR di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
Pada tanggal yang sama, KPK juga melakukan OTT ketiga dan menangkap Bupati Pati Sudewo, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa.
OTT keempat terjadi pada 4 Februari 2026 di lingkungan KPP Madya Banjarmasin terkait proses restitusi pajak. Pada hari yang sama, KPK juga mengumumkan OTT kelima terkait importasi barang tiruan atau KW yang melibatkan pejabat Bea Cukai.
OTT keenam diungkap pada 5 Februari 2026, berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengurusan sengketa lahan di lingkungan Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.
Sementara itu, OTT ketujuh diumumkan pada 3 Maret 2026 dan dilakukan di wilayah Jawa Tengah, yang kemudian mengamankan Fadia Arafiq.
Kasus ini masih dalam proses pemeriksaan oleh KPK. Publik kini menunggu penetapan status hukum lebih lanjut terhadap Bupati Pekalongan tersebut, sekaligus perkembangan penyelidikan terkait dugaan perkara yang melatarbelakangi operasi tangkap tangan tersebut.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











