"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Iran vs Amerika, AS Bantah Teheran Miliki 460 Kg Uranium untuk 11 Bom Nuklir

Pernyataan Utusan AS Mengenai Persediaan Uranium Iran

Utusan Khusus Amerika Serikat, Steve Wittkof, menyanggah klaim bahwa Iran memiliki 460 kilogram uranium yang dapat digunakan untuk membuat 11 bom nuklir. Menurutnya, para negosiator senior Iran pernah menyatakan bahwa mereka menguasai jumlah uranium tersebut yang diperkaya hingga 60 persen.

Wittkof menjelaskan bahwa dalam putaran pertama negosiasi awal tahun ini, para perwakilan Iran tampak bangga dengan persediaan uranium mereka dan mengklaim bahwa mereka telah melewati protokol pengawasan. Mereka juga bersikeras bahwa mereka memiliki “hak yang tidak dapat dicabut” untuk memperkaya bahan bakar nuklir.

Namun, Amerika Serikat menyatakan bahwa serangan yang dilakukan oleh Amerika dan Israel pada tahun lalu telah merusak atau menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Hal ini seharusnya membatasi kemampuan Teheran untuk mengubah uranium yang diperkaya menjadi senjata nuklir.

Menurut Wittkof, uranium yang diperkaya bisa diubah menjadi bom dalam waktu satu minggu hingga sepuluh hari jika Iran mampu menggunakan kembali fasilitas nuklir yang menurut Amerika Serikat telah dihancurkan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump mengirimkan utusan seperti Jared Kushner untuk bernegosiasi dengan Iran guna mencapai kesepakatan di mana Teheran akan menghapus program rudalnya, berhenti mendukung kelompok proksi, mengurangi angkatan lautnya, dan menghentikan pengayaan uranium.

Namun, negosiasi tersebut tidak berhasil, dan menjadi jelas pada akhir pertemuan kedua bahwa kesepakatan tidak akan tercapai. Wittkof mengatakan bahwa pihaknya kembali ke pertemuan ketiga hanya untuk mencoba sekali lagi, tetapi pertemuan itu tidak produktif.

Serangan Iran Terhadap Pangkalan Udara AS di Bahrain

Iran meluncurkan serangan terhadap pangkalan udara Amerika Serikat di Bahrain setelah tiga hari konflik yang dimulai dari serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Media Iran melaporkan bahwa serangan pesawat tak berawak dan rudal telah menghancurkan pangkalan udara Amerika Serikat di wilayah Sheikh Isa, Bahrain. Pangkalan tersebut dilaporkan dihantam pada Selasa pagi, 3 Maret, saat pertempuran di Timur Tengah memasuki hari keempat.

Kedutaan Besar AS di Arab Saudi sebelumnya telah dihantam oleh dua drone. Israel dan AS meluncurkan serangan gabungan ke beberapa lokasi penting di Iran pada hari Sabtu, 28 Februari, yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan menyerang lokasi-lokasi penting di seluruh Timur Tengah, menutup bandara-bandara utama, merusak bangunan-bangunan terkenal, dan menyebabkan kepanikan di seluruh wilayah tersebut.

Rekaman yang diposting oleh kantor berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), tampaknya menunjukkan gelombang roket yang meledak ke sasaran yang jauh. Diketahui bahwa serangan drone dan rudal tersebut menghancurkan gedung komando dan staf pangkalan udara AS serta menyebabkan tangki bahan bakar meledak.

Asap terlihat mengepul dari pangkalan angkatan laut yang dikelola AS di Bahrain sebelumnya, laporan BBC.

Pernyataan Presiden Trump Mengenai Respons Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan ‘kejutan terbesarnya’ sejauh ini dalam perang melawan Iran. Ia terkejut dengan respons Iran terhadap serangan udara gabungan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka.

Trump berbicara membahas perintahnya pada akhir pekan untuk memenggal kepemimpinan Iran. Ia mengatakan bahwa ia terkejut bahwa Iran telah membalas dengan menyerang negara-negara Arab lainnya di kawasan itu, termasuk Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

“Kami terkejut,” kata Trump. “Kami memberi tahu mereka, ‘Kami bisa mengatasi ini,’ dan sekarang mereka ingin melawan, dan mereka melawan dengan agresif.”

Ia juga menyatakan bahwa serangan awal berhasil dan mengancam akan ada serangan lanjutan. “Kita menghancurkan mereka,” katanya. “Saya pikir semuanya berjalan dengan sangat baik. Ini sangat ampuh.”

Trump mengatakan bahwa timnya berupaya bernegosiasi dengan Iran untuk mengakhiri ambisi nuklir mereka. Akan tetapi, ia mengeluh bahwa mereka tidak dapat mencapai kesepakatan dengan orang-orang ini.

Komentar Tentang Konflik dan Diplomasi

Trump berargumen bahwa serangan militer akan berhasil di tempat diplomasi gagal. “Kita tidak perlu khawatir tentang kesepakatan,” katanya. Ia juga menyatakan bahwa serangan militer lebih efektif dibandingkan diplomasi.

Setelah mengabarkan kematian Ayatollah Ali Khamenei terkena serangan AS-Israel, Trump menegaskan bahwa operasi militer akan berlangsung dalam beberapa minggu. Ia berharap operasi itu akan berakhir dalam beberapa minggu dan mengatakan bahwa timnya masih bekerja untuk mencapai kesepakatan dengan Iran.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *