"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Ibas ajak UMKM jaga harga stabil saat Ramadan

Wakil Ketua MPR RI Ajak Pelaku Usaha Jaga Stabilitas Harga Selama Ramadan

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mengajak para pedagang, pelaku industri, koperasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga serta memperkuat rantai pasok selama bulan Ramadan.

Ajakan ini disampaikan Ibas saat menghadiri pertemuan bersama perwakilan paguyuban pedagang dan pelaku usaha di daerah pemilihannya, Jawa Timur, pada Senin (2/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai elemen ekonomi daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan pokok selama Ramadan.

“Kita bersama menjaga stabilitas harga dan rantai pasok sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga, khususnya saat Ramadan,” ucap Ibas. Ia juga mengungkapkan bahwa inflasi bulanan di sektor pangan masih menjadi perhatian, terlebih kebutuhan pokok biasanya meningkat sekitar 15–20 persen selama Ramadan.

Semangat “Ramadan Religi, Menguatkan Negeri”

Mengusung semangat “Ramadan Religi, Menguatkan Negeri”, Ibas menilai nilai-nilai religius seperti ketekunan, kesabaran, kejujuran, dan keberkahan harus tercermin dalam praktik ekonomi sehari-hari. Menurutnya, penguatan nilai religi akan berdampak pada kokohnya fondasi ekonomi bangsa.

Selain itu, Ibas menyoroti peran strategis UMKM dalam perekonomian nasional, karena menyumbang sekitar 60 persen penyerapan tenaga kerja. Dalam forum tersebut, Ibas mengidentifikasi sejumlah tantangan, seperti volatilitas harga bahan pokok, distribusi logistik yang belum merata, hingga keterbatasan akses modal dan teknologi bagi pelaku usaha. Namun, ia melihat peluang besar melalui kolaborasi antarpedagang, industri, koperasi, dan UMKM, termasuk penguatan produk lokal berkualitas.

Langkah Konkret untuk Menjaga Stabilitas Harga

Untuk menjaga stabilitas harga, Ibas memaparkan sejumlah langkah konkret. Pertama, intervensi pemerintah melalui penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), operasi pasar saat harga melonjak, serta subsidi distribusi guna menekan biaya angkut. Kedua, penguatan manajemen rantai pasok melalui pengawasan distribusi, kerja sama antar daerah dalam penyediaan stok, dan pemantauan harga rutin.

Ketiga, strategi pelaku usaha dengan menetapkan harga kompetitif dan wajar melalui metode cost plus pricing. Keempat, penguatan koordinasi daerah dengan memastikan data stok pangan akurat dan distribusi berjalan efisien.

“Keberkahan ada pada ketekunan dan kolaborasi. Ketika kita bekerja sama dan konsisten, negeri ini akan kuat,” katanya.

Dialog Terbuka dengan Peserta Audiensi

Audiensi berlangsung interaktif dengan ruang dialog terbuka bagi peserta. Rizky, mahasiswa asal Magetan, menyampaikan aspirasi terkait fluktuasi harga ternak domba dan kambing yang dinilai merugikan peternak muda. Menanggapi hal tersebut, Ibas menjelaskan bahwa perubahan harga sangat dipengaruhi mekanisme permintaan dan pasokan.

“Harga turun sering kali karena pasokan berlebih atau perubahan pola konsumsi. Karena itu, peternak perlu mengatur ritme produksi, mencari pasar baru, serta memastikan efisiensi biaya operasional agar tetap memperoleh keuntungan,” ungkapnya. Ibas juga mendorong diversifikasi usaha peternakan dan pembangunan kemitraan distribusi agar tidak bergantung pada satu pasar.

Sementara itu, Sadam, mahasiswa lainnya, menyoroti kesenjangan harga bahan pangan di wilayah Madiun Raya. Ibas menilai perbedaan harga umumnya dipengaruhi distribusi logistik dan rantai pasok antarwilayah. Dia menegaskan pentingnya pengawasan bersama agar harga tetap wajar dan tidak memberatkan masyarakat.

“Distribusi harus lancar dan transparan. Pemerintah daerah perlu aktif melakukan monitoring agar harga pangan antarwilayah tetap seimbang dan tidak memberatkan masyarakat,” katanya.

Harapan untuk Momentum Penguatan Ekonomi Daerah

Ibas berharap Ramadan menjadi momentum penguatan ekonomi daerah, dengan pedagang dan UMKM yang semakin mandiri dan kompetitif, serta masyarakat yang memperoleh harga terjangkau dengan produk berkualitas. Audiensi tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Magetan, Wahyu Kurniawan, dan berlangsung dalam suasana dialog yang konstruktif.


Fitri Rafifah

Seorang Jurnalis yang rutin meliput dunia kecantikan, lifestyle, dan keseharian. Ia suka mencoba skincare, menonton ulasan produk, dan memotret detail kecil. Hobinya membantu meningkatkan sensitivitasnya pada tren. Motto: “Kecantikan adalah cerita yang terus berubah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *