Respons Isyana Sarasvati terhadap Tudingan Satanisme
Isyana Sarasvati, penyanyi ternama Indonesia, kembali menjadi sorotan setelah video musik terbarunya dari album Eklektiko diduga menyembunyikan simbol-simbol yang berkaitan dengan sekte satanik. Tudingan ini muncul setelah beberapa netizen menyoroti visual “mata satu” dalam video musik lagu Abadhi. Simbol tersebut kemudian dianggap sebagai representasi dari aliran okultisme.
Menanggapi spekulasi yang berkembang, Isyana tidak secara langsung merespons tudingan tersebut. Namun, ia memilih untuk mengunggah lirik filosofis yang dianggap sebagai bentuk tanggapan terhadap polemik yang beredar. Lirik tersebut berbunyi, “Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through.” Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, artinya adalah, “Terkadang cahaya murni, terkadang gelombang kejam, aku sedang melewatinya.”
Unggahan ini mendapat respons positif dari para penggemar yang memberikan dukungan kepada Isyana. Mereka menilai bahwa lirik tersebut mencerminkan perjalanan hidup yang penuh tantangan dan perubahan. Meski begitu, isu tentang tudingan satanisme tetap ramai dibicarakan di media sosial.
Di tengah situasi ini, suami Isyana, Rayhan Maditra, turut menyampaikan pandangannya. Melalui akun Threads miliknya, ia menyatakan bahwa polemik yang muncul merupakan bagian dari ujian bagi seorang musisi ketika karya yang dibuat dengan kejujuran justru ditafsirkan berbeda oleh publik. Ia menilai bahwa asumsi sering kali datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami.
Rayhan juga berharap agar spekulasi yang berkembang tidak berubah menjadi fitnah, terlebih di bulan suci Ramadan. Ia menekankan pentingnya saling memahami dan menjaga kesopanan dalam berdiskusi.
Kasus Serupa: Baskara Putra (Hindia)
Isyana Sarasvati bukanlah satu-satunya musisi yang dituduh terkait simbol okultisme. Sebelumnya, vokalis band Feast, Baskara Putra atau lebih dikenal dengan nama panggung Hindia, juga sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Tudingan itu muncul setelah sebuah video konsernya viral.
Dalam video tersebut, Baskara meminta penonton untuk menutup mata saat menyanyikan lagu berjudul Matahari Tenggelam. Penonton diminta menggunakan kain yang telah mereka bawa, lalu membuka kembali penutup mata tersebut saat di tengah lagu. Saat itulah, penonton disuguhi dengan kehadiran patung yang diduga sebagai simbol satanis.
Beberapa warganet menyebut patung tersebut sebagai Baphomet, yaitu entitas setan yang diyakini disembah oleh Kesatria Templar. Selain itu, layar LED di panggung juga tampak memperlihatkan tanda segitiga mata satu. Hal ini membuat warganet ramai menuding Baskara Putra menyelipkan ajaran setan dan Illuminati saat konser berlangsung.
Baskara Putra memberikan klarifikasi melalui akun Instagram @wordfangs. Ia menjelaskan bahwa patung dalam konser terinspirasi dari tema mitologi kuno Yunani, Blue Valley. Meski demikian, perdebatan dan spekulasi tetap berlangsung.
Ia merespons tudingan tersebut secara santai. Pada akun Twitternya @wordfangs, Baskara membuat cuitan terkait dirinya yang dituduh sebagai iluminati. Ia menulis, “Pujiku Tuhan dianggap illuminati. Apakah ini tandanya aku sudah dianggap sukses?” Cuitan ini kini telah mendapat lebih dari 14 ribu like.
Fenomena Musisi Terkait Okultisme
Isyana Sarasvati dan Baskara Putra bukanlah satu-satunya musisi yang dituduh terkait simbol okultisme. Fenomena ini semakin marak, terutama di kalangan musisi yang sering bereksperimen dengan konsep visual dan lirik. Beberapa dari mereka dituduh terlibat dalam aliran satanis atau Illuminati karena adanya simbol-simbol tertentu dalam karya-karyanya.
Meski demikian, banyak musisi yang menyangkal tudingan tersebut. Mereka menegaskan bahwa simbol-simbol yang digunakan hanya sebagai representasi seni dan tidak memiliki makna tersirat. Namun, spekulasi tetap saja berkembang, terutama di kalangan netizen yang cenderung mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar.
Dengan meningkatnya popularitas media sosial, tudingan seperti ini bisa dengan cepat menyebar dan memengaruhi citra seorang musisi. Oleh karena itu, penting bagi para musisi untuk menjaga komunikasi yang baik dengan publik dan menjelaskan makna karya-karyanya secara jelas.











