Gubernur Sumbar Protes Pelantikan Komisioner KPID Tanpa Izinnya
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan kekecewaannya terkait pelaksanaan pelantikan Komisioner KPID Provinsi Sumatera Barat yang batal dilakukan. Hal ini disebabkan oleh penyebaran surat pelantikan dan undangan tanpa seizin gubernur. Akibatnya, agenda pelantikan yang seharusnya digelar pada Jumat (13/3/2026) pagi harus ditunda selama tiga hari dan akan dilaksanakan kembali pada tanggal 16 Maret 2026.
Menurut Mahyeldi, penerbitan surat pelantikan hingga penyebaran undangan kepada para komisioner terpilih dilakukan tanpa konfirmasi darinya. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin untuk proses tersebut. “Ini biasa diundur, karena saya tidak di sana, saya yang harus melantik,” ujarnya dengan nada suara keras dan tegas di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat (13/3/2026) malam.
Mahyeldi menjelaskan bahwa jika ia tidak hadir maka pelantikan harus diundur, lantaran Surat Keputusan (SK) berasal dari dirinya. Akibatnya, pelantikan diundur selama tiga hari dan akan dilaksanakan kembali pada tanggal 16 Maret 2026.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 19.01 WIB usai melaksanakan salat Magrib, Mahyeldi yang mengenakan baju koko putih dan peci hitam menjawab pertanyaan terkait masalah tersebut. Dengan nada tegas, mimik muka tegang, dan sembari melangkah ke Auditorium Gubernuran Sumbar, ia menjawab pertanyaan dari awak media.
Ia menyesalkan surat pelantikan dan penyebaran undangan tanpa seizinnya, sehingga harus diundur pada 16 Maret 2026 mendatang.
Komisioner Kecewa: Sudah Pakai Jas dan Bawa Keluarga
Pelantikan Komisaris Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Barat batal dilaksanakan tanpa adanya surat resmi terkait penundaan. Semulanya pelantikan tersebut bakal digelar di Auditorium Gubernuran Provinsi Sumbar, Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Pantauan di lapangan sekitar pukul 08.54 WIB, terlihat enam komisioner KPID Sumbar sudah datang dengan setelan jas rapi. Para keluarga atau kerabat juga datang menghadiri pelantikan yang akan dilakukan di Auditorium Gubernuran Sumbar tersebut. Terlihat juga mobil mengantarkan karangan bunga di lokasi, namun membawanya kembali sebab ditunda.
Di belakang pos penjagaan, malah terlihat tumpukan karangan bunga yang disusun rapi lalu dibalikan posisinya. “Undangan ini kami terima dalam bentuk soft copy pada Rabu sore, melalui salah seorang rekan komisioner terpilih untuk menghadiri pelantikan,” ungkapnya di Auditorium Gubernuran.
Setelah menerima undangan, para komisioner terpilih lalu berkomunikasi dan memastikan kehadirannya. Bahkan dalam dua hari terakhir, para komisioner juga memperoleh konfirmasi secara lisan. Konfirmasi ini menyatakan bahwa pelantikan akan dilaksanakan pada Jumat (13/3/2026) pukul 09.00 WIB. Akan tetapi, sampai jadwal yang telah ditentukan, pelantikan tidak kunjung dilaksanakan.
Yusril lantas menyayangkan tidak adanya pemberitahuan resmi terkait pembatalan tersebut. “Kita tidak menerima surat pembatalan resmi dari Pemerintah Provinsi Sumbar terkait pembatalan pelantikan hari ini,” tegasnya.
Diskominfotik Sumbar Minta Maaf

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumatera Barat, Rudy Rinaldy, datang ke lokasi sekitar pukul 09.13 WIB. Di depan para komisioner, Rudy Rinaldy, mengakui terjadi kesalahan dalam proses pengiriman undangan tersebut oleh anggotanya.
“Ini kesalahan awal dari anggota kita. Undangan sudah terlanjur dikirim tanpa konfirmasi ketersediaan waktu gubernur,” terang Rudy. Rudy mengaku pihaknya sudah menggelar rapat internal terkait agenda pelantikan tersebut sebelumnya, akan tetapi hari pelaksanaan, kepastian jadwal dari gubernur belum didapat.
Sementara itu, akibat undangan terlanjur disebarkan, sejumlah komisioner KPID Sumbar telah datang ke lokasi kegiatan sesuai jadwal yang tercantum dalam surat. “Keluarga mereka juga sudah datang. Kami minta mereka bersabar sambil menunggu kepastian jadwal,” ujarnya.
“Ini bukan karena sesuatu dan lain hal. Tapi memang karena waktu gubernur yang belum kita dapatkan,” katanya. Atas kejadian itu, Rudy menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang telah menerima pihak keluarga serta undangan yang sudah datang ke lokasi.
Ini bagian dari kesalahan fatal pihaknya, lantaran undangan terlanjur disampaikan sebelum konfirmasi jadwal. Pihaknya juga belum dapat memastikan sampai kapan penundaan pelantikan komisioner KPID Sumbar tersebut. “Mungkin nanti siang, bisa besok, atau Senin. Tergantung jadwal beliau, hingga waktu yang belum bisa dipastikan” tambahnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











