Karier Brigjen Pol Totok Suharyanto yang Terus Menanjak
Karier Brigjen Pol Totok Suharyanto di Kepolisian Republik Indonesia terus menanjak. Perwira tinggi Polri ini dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipikor) Polri dalam mutasi terbaru di lingkungan Mabes Polri.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/440/II/KEP./2026 tertanggal 27 Februari 2026. Dalam jabatan barunya, Brigjen Totok Suharyanto menggantikan Irjen Pol Cahyono Wibowo yang memasuki masa purnatugas.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan, rotasi jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus penyegaran di tubuh Polri. “Mutasi benar,” kata Johnny dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026). Menurutnya, pergantian jabatan di lingkungan Polri dilakukan secara objektif dan berdasarkan kebutuhan organisasi.
Mutasi 44 Personel Polri
Mutasi yang tertuang dalam telegram Kapolri tersebut tidak hanya menyentuh posisi Kakortastipidkor, tetapi juga melibatkan 44 personel Polri yang mendapat penugasan baru. Selain pergeseran di tingkat pejabat utama Mabes Polri, rotasi juga terjadi di sejumlah wilayah. Beberapa di antaranya yakni:
- Brigjen Pol Yusuf ditunjuk sebagai Wakapolda Kalimantan Utara.
- Kombes Pol Heri Wahyudi dipercaya menjabat Kapolrestabes Semarang Polda Jawa Tengah.
- Kombes Pol Adhitya Panji Anom ditunjuk sebagai Kapolresta Sleman Polda DIY.
Dalam mutasi tersebut juga terdapat sejumlah pergeseran jabatan untuk kepentingan evaluasi organisasi. Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo yang sebelumnya menjabat Kapolresta Sleman dimutasikan ke Divkum Polri. Sementara AKBP Didik Putra Kuncoro, yang sebelumnya menjabat Kapolres Bima Kota Polda NTB, dimutasikan sebagai Pamen Yanma Polri.
Posisi Kapolres Bima Kota kemudian diisi oleh AKBP Mubiarto Banu Kristanto yang sebelumnya menjabat Kasat PJR Ditlantas Polda NTB. Selain itu, AKBP Natalena Eko Cahyono yang sebelumnya menjabat Kapolres Bungo Polda Jambi dimutasikan menjadi Pamen Polda Jambi. “Jabatan Kapolres Bungo kini dipercayakan kepada AKBP Zamri Elfino yang sebelumnya menjabat Kasubdit 3 Ditreskrimsus Polda Jambi,” tambah Johnny.
Johnny menegaskan seluruh mutasi tersebut merupakan bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia Polri. “Langkah ini merupakan bagian dari strategi manajemen SDM Polri untuk memastikan organisasi tetap adaptif, solid, dan responsif terhadap tantangan tugas ke depan,” jelasnya. Ia berharap para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera menyesuaikan diri dan bekerja secara optimal.
Profil Brigjen Totok Suharyanto
Brigjen Pol Totok Suharyanto lahir di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 29 Oktober 1972. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 dan dikenal sebagai perwira yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse serta penanganan tindak pidana korupsi.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol, Totok melanjutkan pendidikan kepolisian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) serta Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri, yang menjadi jenjang pendidikan strategis bagi perwira menengah dan tinggi. Sepanjang kariernya, Totok banyak ditempa di bidang penyelidikan dan penegakan hukum.
Awal Karier di Reserse
Karier Totok dimulai sebagai Kanit Jatanras Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat pada 1994. Jabatan tersebut menjadi awal pengalamannya dalam menangani berbagai kasus kriminal. Setelah itu, ia banyak bertugas di wilayah Jawa Timur dan dipercaya memegang sejumlah jabatan penting di bidang reserse.
Beberapa posisi yang pernah diemban antara lain:
- Kasat Reskrim Polres Malang Kota
- Wakapolres Malang Kota (2007)
- Kapolres Trenggalek (2011)
- Kapolres Malang Kota (2013)
Pengalaman sebagai Kapolres di dua daerah tersebut semakin mengasah kemampuan manajerial serta kepemimpinannya dalam mengelola organisasi kepolisian di tingkat daerah.
Karier di Polda dan Bareskrim
Karier Totok kemudian berlanjut di tingkat kepolisian daerah dan pusat. Pada 2015, ia dipercaya menjabat Wadirreskrimsus Polda DIY. Setahun kemudian, ia diangkat sebagai Dirreskrimsus Polda Gorontalo pada 2016, yang menangani berbagai perkara tindak pidana khusus, termasuk kasus korupsi.
Pengalaman Totok dalam penanganan perkara korupsi semakin kuat ketika ia ditarik ke Mabes Polri dan bertugas di Bareskrim. Beberapa jabatan penting yang pernah diemban antara lain:
- Kasubdit IV Dittipidkor Bareskrim Polri (2017)
- Kasubdit II Dittipidkor Bareskrim Polri (2019)
- Analis Kebijakan Madya Bidang Pidkor Bareskrim Polri
Di posisi tersebut, Totok terlibat dalam berbagai penanganan perkara korupsi yang menjadi perhatian publik.
Penugasan di STIK Lemdiklat Polri
Pada tahun 2020, Totok dipercaya menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Timur. Jabatan ini merupakan salah satu posisi strategis di tingkat kepolisian daerah karena menangani berbagai kasus kriminal umum berskala besar. Selama menjabat, ia memimpin penanganan berbagai kasus kejahatan yang menyita perhatian masyarakat.
Sebelum dipromosikan menjadi Kakortastipidkor Polri, Totok menjabat Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Pengabdian Masyarakat di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri sejak 26 Juni 2024. Di lembaga pendidikan tersebut, ia berperan dalam pengembangan sumber daya manusia Polri serta memperkuat kerja sama akademik dan pengabdian masyarakat.
Tantangan Memimpin Kortas Tipikor
Penunjukan Brigjen Totok Suharyanto sebagai pimpinan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) menandai babak baru dalam penguatan penegakan hukum di bidang korupsi oleh Polri. Kortas Tipidkor sendiri merupakan korps baru di Mabes Polri yang dibentuk untuk memperkuat fungsi pemberantasan tindak pidana korupsi.
Korps ini menjalankan fungsi penyelidikan, penyidikan, hingga koordinasi penanganan perkara korupsi, termasuk yang berskala besar dan lintas wilayah. Pembentukan korps ini juga merupakan bagian dari restrukturisasi penanganan perkara korupsi yang sebelumnya berada di Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri.
Dengan rekam jejak panjang di bidang reserse serta pengalaman menangani kasus korupsi, Totok diharapkan mampu memperkuat koordinasi penanganan perkara, mempercepat proses penyidikan, serta meningkatkan profesionalisme penegakan hukum di lingkungan Polri.
Kini, tongkat komando Kortas Tipidkor Polri resmi berada di tangan jenderal kelahiran Sleman tersebut, yang diharapkan mampu membawa lembaga baru itu semakin kuat dalam memberantas praktik korupsi di Indonesia.











