"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

4 Prajurit TNI Ditangkap: Kecepatan Diapresiasi, Transparansi Dinanti

Penangkapan Empat Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, memasuki babak baru setelah Puspom TNI menangkap empat orang yang diduga sebagai eksekutor lapangan. Keempat tersangka tersebut adalah NDP dengan pangkat Kapten, SL dengan pangkat Lettu, inisial BHW dengan pangkat Lettu, dan inisial ES dengan pangkat Serda.

Keempat terduga pelaku ini diketahui berdinas di Detasemen Markas BAIS TNI. Mereka saat ini telah ditahan oleh Puspom TNI. Respons cepat dari TNI dalam menangani kasus ini mendapat apresiasi dari Pembina Rumah Nusantara, Risat Sanger.

Apresiasi terhadap Respons Cepat TNI

Menurut Risat Sanger, respons sigap TNI mencerminkan komitmen institusi dalam menegakkan keadilan sekaligus menjaga kepercayaan publik. Ia menyampaikan bahwa langkah ini seharusnya menjadi contoh bagi penegak hukum di lingkungan peradilan sipil dalam menangani kasus-kasus serupa yang masih belum terungkap secara tuntas.

“Ini seharusnya bisa menjadi contoh bagi penegak hukum di lingkungan peradilan sipil dalam menangani kasus-kasus serupa yang hingga kini belum terungkap secara tuntas,” ujar Risat, Kamis (19/3/2026).

Transparansi Kasus dan Perbandingan Kinerja Institusi

Risat menilai bahwa transparansi dan kecepatan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Ia mengatakan bahwa publik kerap membandingkan kinerja antar institusi dalam menangani suatu perkara.

Ia juga menyinggung sejumlah kasus besar yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat, termasuk Peristiwa KM 50 serta sejumlah kasus lain yang dinilai belum menemukan kejelasan hukum yang memadai.

“Publik tentu membandingkan. Ketika ada institusi yang bergerak cepat dan transparan, itu menjadi standar baru. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih dan harus memberikan kepastian,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya tidak ingin seperti kasus-kasus lain seperti KM 50, Kanjuruhan, Sambo, Dj Joni, Tempo, dan lain-lain yang enggak bisa diungkap atau karena mereka pelaku.

Dugaan Upaya Mendiskreditkan TNI

Di sisi lain, Risat juga mengingatkan adanya indikasi upaya sistematis untuk mendiskreditkan peran TNI. Ia menyebut, berdasarkan sejumlah laporan yang beredar, terdapat dugaan sebagian lembaga swadaya masyarakat (LSM) menerima pendanaan dari pihak asing yang bertujuan membangun opini negatif terhadap institusi pertahanan negara.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Nasionalisme tidak boleh diperjualbelikan. Jangan sampai kepentingan sesaat mengorbankan keutuhan dan kepercayaan terhadap institusi negara,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu memiliki dasar kuat. Menurutnya, kritik tetap diperlukan dalam negara demokrasi, namun harus disampaikan secara konstruktif dan berbasis fakta.

Penahanan di Guntur

Diberitakan sebelumnya, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengatakan keempat prajurit itu ditahan sementara di penjara militer Super Maximum Security Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam) Jaya di Guntur, Jakarta Selatan.

Yusri pun menyampaikan pihaknya juga masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku.

“Kita masih mendalami, kan baru tadi pagi diserahkan ke kita, ini sedang proses penyidikan. Nanti kita akan sampaikan dari 4 pelaku ini siapa berbuat apa, kemudian masing-masing perannya kan kita belum tahu, nanti akan kita sampaikan,” ungkapnya saat konferensi pers di Markas Besar TNI Cilangkap, Rabu (18/3/2026).

[Dari hasil CCTV ada dua orang melakukan (eksekutor), yang dua lagi dimana kan sebagai apa nanti, masih kita dalami,” tambahnya.

Yusri juga menjelaskan, pihaknya dari awal sudah melakukan penyelidikan internal untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie tersebut.

“Semenjak kejadian tersebut, kita sudah melakukan penyelidikan secara internal, kemudian dari hasil penyelidikan internal itu kita melihat ada beberapa kejanggalan, sehingga dari kejanggalan itu kita kembangkan, nah munculah yang diduga 4 tersangka tersebut,” katanya.

Terkait dengan hasil penyidikan, Yusri mengatakan bakal secepatnya diumumkan ke publik.

“Kalau bicara kapannya, saya kira secepatnya, beri kita waktu, akan kita sampaikan secara transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *