"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Lirik Korea Ditolak, BTS Siap Perbanyak di ARIRANG

Perbedaan Pandangan BTS dan BIGHIT MUSIC dalam Album ARIRANG

BTS kembali dengan album terbaru mereka yang berjudul ARIRANG. Meskipun album ini berhasil mencatatkan banyak rekor dan prestasi, comeback mereka juga mendapat kritik dari publik. Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah penggunaan lirik berbahasa Inggris yang dinilai mendominasi. Hal ini dikhawatirkan mengurangi identitas khas BTS sebagai idol KPop dan dianggap tidak sesuai dengan judul album yang menonjolkan budaya Korea Selatan.

Di tengah perdebatan tersebut, sebuah laporan dari Dispatch mengungkap bahwa para member BTS memiliki pandangan berbeda dengan agensinya terkait penggunaan bahasa dalam album ARIRANG. Para member disebut ingin mempertahankan lebih banyak lirik berbahasa Korea dalam album tersebut. Namun, gagasan ini kabarnya tidak disetujui oleh pihak agensi, BIGHIT MUSIC.

Berikut adalah kronologi perselisihan antara BTS dan BIGHIT MUSIC:

1. Para Member BTS Berusaha Memperjuangkan Lebih Banyak Lirik Bahasa Korea

Beberapa media Korea Selatan mendapat kesempatan untuk menonton dokumenter BTS di Netflix, yaitu BTS: The Return. Salah satunya adalah Dispatch. Dokumenter ini menampilkan proses produksi album ARIRANG secara lebih dekat, sekaligus memperlihatkan sisi jujur para member di balik layar.

Dalam salah satu episodenya, terungkap fakta yang cukup mengejutkan. Para member BTS ternyata berusaha memperjuangkan dominasi bahasa Korea dalam lirik lagu di album ARIRANG. SUGA dan RM secara spesifik bahkan mengungkapkan keinginan mereka untuk memperbanyak lirik berbahasa Korea di album tersebut. Ini karena mereka mengusung konsep album bernama “ARIRANG” yang merupakan lagu tradisional Korea Selatan. Itulah kenapa, mereka merasa keaslian dan dominasi lirik bahasa Korea menjadi sangat penting.

Menurut Dispatch, RM menyampaikan desakan dengan mengatakan, “Kita harus menambahkan lebih banyak lirik bahasa Korea, setidaknya di bagian rap.”

2. Di Sisi Lain, Pihak Agensi Ingin Mendorong Penggunaan Bahasa Inggris

Di sisi lain, tim A&R (Artist & Repertoire) di agensi memiliki pendapat berbeda mengenai penggunaan bahasa dalam album BTS. Alih-alih menonjolkan bahasa Korea, mereka ingin mendorong penggunaan bahasa Inggris untuk menjangkau audiens global.

Sosok yang disorot dalam perbedaan pendapat ini adalah Nicole Kim, Wakil Pimpinan BIGHIT MUSIC yang juga menjabat sebagai manajer A&R. Ia justru menginginkan ARIRANG digarap dengan lirik full berbahasa Inggris. Mendengar hal ini, para member tidak menyetujuinya. RM mengatakan, “Keaslian itu penting.”

Selain ingin menonjolkan identitas mereka sebagai idol dari Korea Selatan, BTS juga khawatir tidak bisa menguasai pelafalan bahasa Inggris dengan baik. Terlebih lagi jika diterapkan dalam satu album penuh.

Saat itu, Jimin turut mengomentari pelafalan bahasa Inggris mereka. “Seberapa keras pun kita berusaha, sesuatu yang buruk tetaplah buruk,” katanya secara blak-blakan.

3. Pada Akhirnya, BTS Berhasil “Mengamankan” Penggunaan Bahasa Korea di 10 Lagu

Meski sempat terjadi perbedaan pandangan dengan agensi, mereka tampaknya mengambil jalan tengah. Pada akhirnya, BTS mempertahankan penggunaan bahasa Korea dalam sepuluh lagu di album ARIRANG.

Ada tiga lagu di album ARIRANG yang full berbahasa Inggris, yaitu “SWIM”, “NORMAL”, dan “Like Animals”. Sementara itu, lagu lain masih memiliki lirik bahasa Korea, terutama di bagian rap, seperti yang muncul dalam perdebatan di atas.

Terungkapnya perselisihan pendapat antara BTS dan pihak agensi ini menuai beragam reaksi dari para penggemar. Sebagian memahami langkah agensi yang ingin mendorong ekspansi global. Namun, tak sedikit pula fans yang berharap BIGHIT MUSIC lebih mempertimbangkan keinginan para member untuk mempertahankan identitas Korea dalam karya mereka.

Perbedaan pandangan antara artis dan agensi memang bukan hal baru di industri musik. Namun, kasus BTS ini menunjukkan bagaimana proses kreatif juga melibatkan banyak pertimbangan. Di antara menjaga identitas dan memperluas audiens, menurutmu mana yang seharusnya lebih diprioritaskan?

Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *