Perseteruan Nikita Mirzani dan Reza Gladys
Aktris Emma Elvana Margrith, yang dikenal dengan nama panggung Emma Waroka, kini menjadi sorotan setelah memberikan pernyataan yang menimbulkan pro dan kontra. Hal ini terjadi setelah ia membela rekan sejawatnya, Nikita Mirzani, yang tengah berseteru dengan dokter Reza Gladys. Emma Waroka menganggap bahwa tindakan yang dilakukannya tidak merendahkan martabatnya, meskipun banyak warganet yang mengkritik.
Emma Waroka memang baru-baru ini merespons komentar-komentar yang dianggapnya menyakitkan dari netizen. Salah satu komentator menuduh bahwa ia menurunkan marwah hanya karena membela Nikita Mirzani. Namun, Emma menolak anggapan tersebut dan menegaskan bahwa ia hanya ingin melindungi masyarakat yang merasa dirugikan oleh produk skincare milik Reza Gladys.
Nikita Mirzani sendiri kini harus menjalani hukuman penjara selama 6 tahun akibat kasus dugaan pemerasan, pengancaman, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap dokter Reza Gladys. Putusan ini diambil setelah kasasi di Mahkamah Agung ditolak pada Maret 2026 lalu.
Permasalahan antara Nikita Mirzani dan Reza Gladys bermula pada tahun 2024 ketika Nikita memberikan ulasan buruk terhadap produk skincare yang dijual oleh Reza. Tidak terima dengan ulasan tersebut, Reza mencoba menyelesaikan masalah melalui asisten Nikita, Mail Syahputra. Dari komunikasi tersebut, Reza justru meminta ‘uang tutup mulut’ senilai miliaran rupiah.
Melalui unggahan di Instagram-nya @emmawarokkaofficial, Emma Waroka menyampaikan pendapatnya tentang kasus ini. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menurunkan marwah hanya karena membela Nikita Mirzani. “Pinter, cantik, keluarga bagus, kok nurunin marwah? Nurunin marwah?” tanyanya dalam unggahan tersebut.
Menurut Emma, Nikita Mirzani hanya membela masyarakat, khususnya para konsumen yang merasa tertipu oleh produk skincare Reza Gladys. “Karena gue ngebela Niki karena dia ngebela masyarakat dan konsumen, itu ga nurunin marwah ya,” katanya.
Emma juga sempat memberikan sindiran yang diduga ditujukan kepada pengusaha Fitri Salhuteru. Ia menyebut bahwa jika seseorang membela Fitri, maka itulah yang bisa dianggap sebagai tindakan yang merendahkan martabat. “Belain Niki kok nurunin marwah, lu gimana? Ngebela lu tuh Nep*s (Fitri) baru nurunin marwah. Anak durhaka dibela, ngerebut laki-laki orang dibela. Yang bener-bener aja.”
Secara tersirat, Emma menunjukkan bahwa dirinya berada di pihak yang benar. “Jangan ngajarin gue soal harus bela siapa ya. Jangan pernah lu ajarin gue untuk siapa yang mesti gue bela, siapa yang nggak. Gue udah cukup pengalaman, cukup tua dan punya six sense ya.”
Komentar Lita Gading Mengenai Dunia Skincare
Selain Emma Waroka, psikolog sekaligus mantan artis Lita Gading juga memberikan tanggapan mengenai kisruh yang terjadi dalam dunia skincare. Lewat unggahan di Instagram pribadinya, @lita.gading, ia menyampaikan kekesalannya terhadap perseteruan yang terjadi.
“Jujur guys, aku benci banget dengerin orang ribut mengenai skincare. Siapa yang mafianya? Siapa yang pedagangnya? Siapa yang nge-gosipnya? Siapa yang siapa dan siapa lagi? Kayak ga ada kerjaan kalian itu. Ujung-ujungnya jualan,” ujarnya.
Lita Gading kemudian memberikan beberapa tips agar konsumen tidak salah memilih produk skincare. Ia menyarankan agar memilih merek yang terakreditasi dan memiliki reputasi baik. “Kalo kalian takut pake skincare yang seperti itu, entah dari mana merknya, please beli yang memang bener-bener terakreditasi. Merknya jelas, perusahaannya besar, dan tidak milik perorangan.”
Ia juga menekankan pentingnya menghindari produk skincare yang dijual oleh dokter-dokter tertentu. “Nggak usahlah beli-beli yang begitu-begituan dari dokter-dokter tertentu. Nggak perlu. Beli merk-merk tertentu yang sudah paten.”
Lita juga menyampaikan harapan agar kisruh dalam bisnis skincare segera selesai. “Jadi nggak usah ribut. Ujung-ujungnya mempromosikan produk sendiri dan menjatuhkan orang lain.”
Dalam kesempatan tersebut, Lita juga menyentil larangan bagi seseorang yang memberikan ulasan pada produk orang lain melalui media sosial. Menurutnya, hanya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang boleh melakukan hal tersebut. “Sudah jelas-jelas, mereview produk orang lain itu tidak dibolehkan, kecuali BPOM. Paham ya? Paham nggak? Jangan ribut. Pusing dengernya, berseliweran di situ.”











