Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional di Kabupaten Gresik
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memimpin langsung sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya data sosial dan ekonomi nasional serta upaya pemutakhiran data secara berkala.
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyalurkan bantuan kewirausahaan kepada 75 Orang Tua Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik. Total nilai bantuan yang diberikan mencapai Rp 391.853.366. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh lima orang tua siswa SRMA 37 Gresik.
Peran Sekolah Rakyat dalam Pemberdayaan Masyarakat
Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi miniatur dalam pengentasan kemiskinan. Ia menekankan bahwa siswa yang bersekolah di Sekolah Rakyat adalah mereka yang berada di desil 1 dan desil 2 DTSEN. Tidak boleh ada siswa dari luar kelompok tersebut. Ia menyebut bahwa sekarang masih banyak orang yang belum mengetahui pentingnya Sekolah Rakyat, namun ke depan akan semakin banyak yang berebut karena sekolah ini memang ditujukan bagi orang-orang khusus, istimewa, dan yang belum terbawa dalam proses pembangunan.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terlibat dalam program ini mendapatkan penanganan utuh, tidak hanya anaknya yang mendapatkan layanan pendidikan, tetapi juga keluarganya mendapatkan program-program strategis Presiden Prabowo Subianto. Contohnya, rumah mereka dibantu supaya lebih layak huni, mendapatkan bansos lengkap, serta dapat PBI satu keluarga. Selain itu, mereka juga berhak mendapatkan program-program strategis lainnya.
Pentingnya Pemutakhiran Data DTSEN
Gus Ipul menekankan bahwa sasaran Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 DTSEN. Ia menjelaskan bahwa data DTSEN bersifat dinamis, setiap hari ada yang meninggal, lahir, menikah, atau pindah tempat. Oleh karena itu, data ini perlu dimutakhirkan setiap saat.
“Jangan ada yang menganggap data ini statis,” ujarnya. Ia mengajak pemerintah daerah Kabupaten Gresik, operator data, dan pilar-pilar sosial untuk terus melakukan upaya pemutakhiran data. Presiden Prabowo Subianto melalui Inpres No. 4 Tahun 2025 tentang DTSEN ingin memastikan seluruh warga Indonesia yang seharusnya mendapatkan perlindungan sosial bisa dijangkau oleh program-program prioritas.
Kolaborasi dalam Pemutakhiran Data
Dengan adanya instruksi Presiden ini, diharapkan datanya tunggal, tidak ada lagi semua pegang data sendiri-sendiri, dan yang memegang data adalah Badan Pusat Statistik (BPS). Gus Ipul menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, BPS, dan lembaga-lembaga lain dalam pemutakhiran data.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik terus melakukan upaya penyelarasan DTSEN. Penyelarasan ini dilakukan khususnya pada kelompok masyarakat Desil 1-4 melalui ground check bersama BPS, sehingga penetapan desil sesuai kondisi di lapangan.
“Melalui kolaborasi program prioritas Presiden ini. Kita tidak hanya berbicara tentang peningkatan kapasitas individu. Tidak hanya memandang masalah kemiskinan secara mikro. Tetapi juga tentang menciptakan ekosistem yang mendukung kemandiran ekonomi masyarakat,” ujar Alif.
Keberhasilan Program dan Harapan Masa Depan
Kegiatan sosialisasi DTSEN di Kabupaten Gresik menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan data sosial dan ekonomi nasional tetap akurat dan relevan. Dengan pendekatan kolaboratif dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, diharapkan program-program prioritas dapat mencapai sasaran dengan lebih efektif.











