Peran dan Dedikasi Tun Dr H Rahmat Shah dalam Membangun Keadilan di Indonesia
Medan – Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. H Agussani, MAP menyampaikan apresiasi terhadap Tun Dr H Rahmat Shah sebagai tokoh yang memiliki komitmen kuat dalam memajukan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, keadilan, dan pelestarian lingkungan. Hal ini disampaikan usai acara silaturahim 15 tahun Monumen Nasional Keadilan yang digelar di ‘Rahmat’ International Wildlife Museum dan Gallery, Jalan S Parman Medan, pada Kamis (26/3).
Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan periode 2019–2024, Prof Dr Mohammad Mahfud MD, SH, SU, MIP, serta para pejabat tinggi dari Sumatera Utara, konsul jenderal negara sahabat, dan tokoh-tokoh lainnya.
Seorang Tokoh Serbabisa yang Menjadi Teladan
Menurut Prof Agussani, sosok Tun Dr H Rahmat Shah dikenal sebagai tokoh serbabisa asal Sumatera Utara yang menjadi teladan sekaligus inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Ia tidak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tetapi juga sebagai diplomat Konsul Kehormatan Turkiye untuk Sumatera, penggiat konservasi alam, anggota DPD/MPR RI periode 1999–2014, serta Ketua Umum Dewan Pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) periode 2023–2028.
Di tingkat internasional, Rahmat Shah dikenal oleh pemimpin dunia seperti Presiden AS Bill Clinton dan PM Malaysia dr. Tun Mahathir Mohamad sebagai tokoh konservasi terkemuka. Ia juga mendirikan museum satwa liar pertama di Asia bernama Rahmat International Wildlife Museum & Gallery Medan serta menerima penghargaan International Conservation Award.
Kepedulian Terhadap Pendidikan dan Kerja Sama Internasional
Rektor UMSU menilai bahwa Rahmat Shah juga peduli dalam membangun pendidikan melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan, khususnya di Turkiye. “UMSU salah satu yang difasilitasi membangun kemitraan dengan universitas di Turkiye dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan,” kata Prof. Agussani.
Menurutnya, berbagai aktivitas yang dilakukan oleh Tun Dr H Rahmat Shah menunjukkan bahwa ia adalah sosok dengan nilai ketokohan luar biasa yang dikenal secara luas baik nasional maupun internasional.
Kiprah dalam Organisasi Nirlaba dan Kemanusiaan
Tokoh serbabisa ini aktif memimpin berbagai organisasi nirlaba dan kemanusiaan. Salah satunya adalah sebagai Ketua PMI Sumatera Utara, yang berperan dalam misi kemanusiaan, serta Ketua Umum FORKI Sumut yang terlibat dalam pengembangan olahraga, khususnya karate (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) di Sumatera Utara.
Selain itu, ia juga mendirikan Monumen Nasional Keadilan yang telah berjalan selama 15 tahun. Monumen ini memiliki ciri khas berupa ornamen uang koin di bagian puncaknya. Tujuan pendiriannya adalah untuk mengingatkan masyarakat dan pemerintah Indonesia agar senantiasa bersikap adil dalam segala aspek kehidupan.
“Monumen Nasional Keadilan ini menjadi bukti sahih kepedulian dan besarnya rasa tanggung jawab terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Rektor.
Pesan Keadilan yang Menginspirasi
Sebelumnya, Prof Mahfud dalam acara silaturahim 15 tahun Monumen Nasional Keadilan menyampaikan bahwa keadilan merupakan inti perjuangan yang harus ditegakkan oleh negara mana pun di dunia ini. Menurutnya, negara yang tidak dapat menegakkan keadilan akan roboh.
“Tujuan negara kita itu ada empat. Itu semuanya hanya bisa dicapai dengan keadilan. Pertama menjaga integrasi bangsa, melindungi bangsa dan tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Ini tidak akan tercapai kalau tidak adil,” tuturnya.
Menurut Prof Mahfud, Monumen Nasional Keadilan satu-satunya di Indonesia ini memiliki nilai penting untuk tidak main-main dengan keadilan. “Mudah-mudahan pesan dari Monumen Nasional Keadilan yang meskipun ada di Medan, sampai ke seluruh negeri,” harapnya.
Yel-Yel Keadilan yang Menggugah Semangat
Tun Dr H Rahmat Shah mencetuskan yel-yel keadilan, “Keadilan, Tegakkan!”. Hal itu dimaksudkan agar semua pihak terpanggil untuk bersama-sama menegakkan keadilan di Indonesia.
“Karena gak mungkin Pak Mahfud, saya dan kita beberapa orang saja mau negara ini menjadi adil keseluruhan tanpa semua pihak ikut terpanggil. Itulah kenapa kita lahirkan yel-yel itu hari ini,” ucap Rahmat Shah.
Menurutnya, jika keadilan tidak ditegakkan, maka akan membawa bencana bagi Indonesia ke depan. “Itu akan membangkitkan semangat di tengah-tengah masyarakat yang akhirnya kebahagiaan dan kesejahteraan bagi semuanya,” pungkas pemilik Yayasan Rahmat Indonesia.
Acara yang Bersejarah
Acara monumental ini diawali dengan ceramah oleh Prof Dr H. Muzakkir, M.A. Dilanjutkan dengan pemutaran video perjalanan awal hadirnya Monumen Nasional Keadilan. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Prof. Dr. Bagir Manan MCL pada 3 April 2010, dan monumen tersebut diresmikan oleh Irman Gusman pada 19 Maret 2011.











