"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Dituntut Mundur, Trump Diboikot Jutaan Warga AS

Aksi Protes “No Kings” Menggema di Seluruh Amerika Serikat

Aksi protes besar-besaran kembali menggema di berbagai kota di Amerika Serikat dalam aksi bertajuk “No Kings” yang digelar secara serentak. Aksi ini menjadi putaran ketiga dari rangkaian demonstrasi yang menentang kebijakan Presiden Donald Trump. Pihak penyelenggara memperkirakan lebih dari delapan juta orang turut serta dalam aksi yang berlangsung pada hari Sabtu tersebut.

Massa turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap berbagai kebijakan pemerintah, termasuk isu perang dengan Iran, penegakan imigrasi, serta meningkatnya biaya hidup. Dalam pernyataan resminya, pihak penyelenggara menyebut bahwa Trump dianggap berupaya memerintah secara otoriter. Mereka menegaskan bahwa kekuasaan di Amerika seharusnya berada di tangan rakyat, bukan di tangan pemimpin yang dianggap bertindak seperti raja.

Namun, pihak Gedung Putih merespons aksi ini dengan nada sinis. Seorang juru bicara menyebut demonstrasi tersebut sebagai “sesi terapi kebencian terhadap Trump” dan mengklaim bahwa hanya media yang benar-benar memperhatikan aksi tersebut. Meski jumlah peserta yang disebut mencapai jutaan orang, angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Namun, aksi serupa sebelumnya juga dilaporkan menarik massa dalam jumlah besar di berbagai wilayah.

Demonstrasi Berlangsung di Seluruh Kota Besar dan Kecil

Sepanjang hari, demonstrasi berlangsung di hampir semua kota besar di Amerika Serikat. Tidak hanya di kota besar, aksi juga terjadi di kota-kota kecil, bahkan meluas hingga ke luar negeri seperti Paris dan London. Di Washington DC, ribuan demonstran memadati pusat kota. Massa terlihat memenuhi kawasan National Mall hingga ke tangga Lincoln Memorial sambil membawa berbagai poster dan spanduk protes.

Seperti aksi sebelumnya, para demonstran juga membawa patung dan karikatur yang menggambarkan Trump serta pejabat pemerintah lainnya. Mereka menyerukan agar para pejabat tersebut dicopot dan dimintai pertanggungjawaban.

Aksi Terbesar di Minnesota

Salah satu aksi terbesar berlangsung di Minnesota, yang dipicu oleh kematian dua warga sipil dalam operasi imigrasi pada Januari lalu. Peristiwa tersebut memicu kemarahan publik dan menjadi simbol kritik terhadap kebijakan imigrasi pemerintah. Di kota St. Paul, ribuan orang berkumpul di depan gedung Capitol negara bagian. Sejumlah tokoh politik dari Partai Demokrat turut hadir dan menyampaikan orasi di hadapan massa.

Musisi legendaris Bruce Springsteen juga tampil dalam aksi tersebut. Ia membawakan lagu berjudul “Streets of Minneapolis” yang mengkritik kebijakan penegakan imigrasi pemerintah. Aksi ini menunjukkan bahwa suara musik juga menjadi bagian dari ekspresi protes terhadap kebijakan pemerintah.

Aksi di New York City

Sementara itu, di New York City, ribuan demonstran memadati kawasan Times Square dan berjalan melalui Midtown Manhattan. Kepolisian bahkan harus menutup sejumlah jalan utama untuk mengakomodasi massa yang terus berdatangan. Aktor ternama Robert De Niro yang ikut hadir dalam aksi di New York menyatakan kekhawatirannya terhadap arah kepemimpinan Trump. Ia menyebut situasi semakin memburuk dari hari ke hari.

De Niro juga menyerukan agar masyarakat terus melawan secara damai. Ia menegaskan bahwa aksi protes merupakan bentuk perlawanan yang sah dalam menjaga demokrasi.

Beberapa Insiden Terjadi

Meski sebagian besar aksi berlangsung damai, beberapa insiden tetap terjadi. Di Los Angeles, sejumlah orang ditangkap setelah bentrokan dengan aparat, sementara di kota lain seperti Dallas juga dilaporkan terjadi gesekan kecil antara demonstran dan kelompok tandingan.

Aksi protes ini menunjukkan bahwa masyarakat Amerika masih sangat peduli terhadap kebijakan pemerintah dan siap menyuarakan pendapat mereka melalui demonstrasi.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *