"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Ledakan di Lebanon, 3 Prajurit TNI Terluka, Sebelumnya 3 Gugur

Tiga Prajurit TNI Terluka Akibat Ledakan di Lebanon

Tiga prajurit TNI mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi di dekat El Adeisse, Lebanon. Ketiga prajurit tersebut merupakan bagian dari Kontingen Garuda UNIFIL yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di wilayah tersebut. Insiden ledakan terjadi pada Jumat (3/4/2026) sore hari.

El Adeisse dikenal sebagai daerah operasi bagi para prajurit TNI yang bertugas di bawah naungan UNIFIL. Sementara itu, Juru Bicara Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Kandice Ardiel, menyatakan bahwa ledakan terjadi di dalam fasilitas PBB dekat El Adeisse. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa tiga personel penjaga perdamaian terluka akibat insiden tersebut. Dua di antaranya mengalami cedera parah.

“Ketiga personel sedang dievakuasi ke rumah sakit. Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut,” ujar Kandice dalam keterangan resmi pada Jumat (3/4/2026). Ia juga menambahkan bahwa ini merupakan pekan yang sulit bagi para penjaga perdamaian yang bertugas di sekitar bagian tengah wilayah operasi UNIFIL. “Kami menyampaikan harapan terbaik kami agar seluruh korban luka dapat pulih sepenuhnya dan secepatnya,” tambahnya.

Kandice juga menegaskan bahwa UNIFIL mengingatkan semua pihak akan kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian. “Termasuk dengan menghindari aktivitas tempur di sekitar yang dapat membahayakan mereka,” pungkasnya.

Hingga saat ini, identitas pasukan perdamaian yang menjadi korban dalam insiden tersebut belum diungkapkan. Sementara itu, Tribunnews.com masih berupaya mengonfirmasi kabar terkait tiga prajurit TNI yang dilaporkan menjadi korban.

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian

Di awal pekan ini, tiga prajurit TNI gugur dalam insiden yang terjadi di dua lokasi dan dua waktu berbeda saat menjalankan misi pemeliharaan perdamaian di bawah mandat PBB atau UNIFIL di Lebanon.

Ketiga prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Romadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Praka Farizal Romadhon gugur pada Minggu (29/3/2026) akibat ledakan proyektil artileri meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr yang juga menyebabkan seorang prajurit TNI penjaga perdamaian terluka parah.

Sedangkan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur ketika sebuah ledakan di pinggir jalan menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3/2026). Dalam insiden itu, seorang prajurit TNI terluka parah dan seorang lainnya terluka.

Saat ini, ketiga jenazah prajurit TNI yang gugur tersebut tengah dibawa menuju Tanah Air. Rencananya, ketiga jenazah akan tiba di Tanah Air pada Sabtu (3/4/2026) besok sore.

Upacara Penghormatan untuk Tiga Prajurit TNI

Pasukan pemeliharaan perdamaian PBB yang ditugaskan di Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara bagi tiga prajurit TNI Kontingen Garuda yang gugur saat menjalankan tugas di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026) dan Senin (30/3/2026).

Upacara digelar bagi almarhum Praka Farizal Romadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan di Bandara Internasional Rafik Hariri pada Kamis (2/4/2026). Dalam foto-foto yang dibagikan UNIFIL, ketiga peti jenazah tampak berbalut Bendera Merah Putih. Sejumlah prajurit dari Kontingen Garuda lainnya terlihat memanggul peti jenazah tersebut.

Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL Mayjen Diodato Abagnara bersama dengan Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Imran Riza, Komandan Angkatan Bersenjata Lebanon Brigjen Firas Tarchichi, serta Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Bapak Dicky Komar menghadiri upacara tersebut.

Ketiga pasukan penjaga perdamaian itu juga dianugerahi medali PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon secara anumerta sebagai pengakuan atas pengabdian mereka kepada misi UNIFIL di Lebanon selatan.

Mayjen Abagnara menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga, orang-orang terkasih, dan kepada TNI. Dia juga memuji pengabdian ketiga penjaga perdamaian yang gugur tersebut.

“Mereka datang ke sini jauh dari rumah, dengan satu tujuan—untuk melayani perdamaian. Mereka melakukannya dengan berani. Mereka melakukannya dengan terhormat. Mereka melakukannya hingga akhir hayat,” kata Abagnara dalam siaran pers UNIFIL pada Kamis (2/4/2026).

“Tidak ada kata-kata yang dapat menghilangkan rasa sakit Anda. Tetapi ketahuilah ini, mereka tidak dilupakan. Mereka akan tetap menjadi bagian dari misi ini, bagian dari kita semua,” lanjut dia kepada keluarga para almarhum.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *