Puasa Syawal dan Puasa Senin-Kamis: Apakah Boleh Digabungkan?
Puasa Syawal dan puasa Senin-Kamis sama-sama merupakan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan masing-masing. Keduanya bisa dilakukan bersamaan jika waktunya bertepatan di bulan Syawal. Dalam hal ini, ulama menyatakan bahwa menggabungkan niat keduanya boleh dan sah, serta tetap berpeluang mendapatkan pahala dari kedua amalan tersebut.
Niat puasa dapat digabung dalam satu lafaz, sehingga praktis dilakukan tanpa mengurangi keutamaan ibadah. Hal ini memudahkan umat Muslim yang ingin menjalankan dua bentuk puasa sunnah sekaligus.
Puasa Syawal enam hari merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan setelah Idulfitri. Banyak umat Muslim memanfaatkannya untuk menyempurnakan ibadah Ramadan. Namun, muncul pertanyaan bagaimana jika puasa Syawal bertepatan dengan puasa Senin atau Kamis? Bolehkah digabung dalam satu niat?
Baik puasa Syawal maupun puasa Senin-Kamis hukumnya sunnah. Puasa Syawal dikerjakan mulai 2 Syawal hingga akhir bulan, sehingga tak jarang waktunya beririsan dengan hari Senin atau Kamis. Dalam situasi seperti ini, menggabungkan kedua puasa tersebut hukumnya boleh dan sah. Artinya, seseorang tetap bisa mendapatkan keutamaan dari keduanya dalam satu pelaksanaan.
Syaikh Abu Bakar Syatha dalam Kitab I’anatut Thalibin mengatakan:
“Ketahuilah terkadang ditemukan dua sebab dalam puasa, seperti puasa Arafah atau Asyura bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, atau hari Senin atau Kamis bertepatan dengan puasa enam hari Syawal. Dalam keadaan ini, sangat dianjurkan berpuasa untuk menjaga dua sebab tersebut. Jika seseorang berniat melakukan keduanya, maka dia mendapatkan keduanya. Ini seperti bersedekah kepada famili yang niat sedekah dan silaturahmi.”
Niat Puasa Syawal yang Digabung dengan Puasa Senin-Kamis
Berikut adalah contoh niat puasa yang bisa dibaca saat akan melaksanakan puasa Syawal dan puasa Senin-Kamis secara bersamaan:
Nawaitu shauma yaumil istnaini (aw yaumil khamis) wa syahri syawal sunnatan lillaahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa pada hari Senin (hari Kamis: jika kebetulan hari Kamis) dan puasa bulan Syawal, sunnah karena Allah.”
Jadwal Puasa Syawal 1447 H
Idealnya, waktu pelaksanaan puasa Syawal enam hari dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri, yakni 2-7 Syawal. Meski begitu, puasa Syawal di luar tanggal tersebut meski tidak berurutan tetap mendapatkan keutamaan orang yang menjalankan niat puasa Syawal seakan puasa wajib selama setahun penuh.
Bahkan, orang-orang yang mengqadha puasanya atau menjalankan nazar puasa yang dilakukan pada bulan Syawal, mereka tetap mendapatkan keutamaan seperti mereka yang melakukan puasa sunnah di bulan Syawal.
Tahun ini, Pemerintah menetapkan Syawal 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026. Puasa Syawal dimulai Minggu, 22 Maret 2026. Berikut jadwal lengkap puasa Syawal 1447 H:
Jadwal Puasa Syawal 2026 Pemerintah
- 2 Syawal 1447 H: Minggu, 22 Maret 2026
- 3 Syawal 1447 H: Senin, 23 Maret 2026
- 4 Syawal 1447 H: Selasa, 24 Maret 2026
- 5 Syawal 1447 H: Rabu, 25 Maret 2026
- 6 Syawal 1447 H: Kamis, 26 Maret 2026
- 7 Syawal 1447 H: Jumat, 27 Maret 2026
- 8 Syawal 1447 H: Sabtu, 28 Maret 2026
- 9 Syawal 1447 H: Minggu, 29 Maret 2026
- 10 Syawal 1447 H: Senin, 30 Maret 2026
- 11 Syawal 1447 H: Selasa, 31 Maret 2026
- 12 Syawal 1447 H: Rabu, 1 April 2026
- 13 Syawal 1447 H: Kamis, 2 April 2026
- 14 Syawal 1447 H: Jumat, 3 April 2026
- 15 Syawal 1447 H: Sabtu, 4 April 2026
- 16 Syawal 1447 H: Minggu, 5 April 2026
- 17 Syawal 1447 H: Senin, 6 April 2026
- 18 Syawal 1447 H: Selasa, 7 April 2026
- 19 Syawal 1447 H: Rabu, 8 April 2026
- 20 Syawal 1447 H: Kamis, 9 April 2026
- 21 Syawal 1447 H: Jumat, 10 April 2026
- 22 Syawal 1447 H: Sabtu, 11 April 2026
- 23 Syawal 1447 H: Minggu, 12 April 2026
- 24 Syawal 1447 H: Senin, 13 April 2026
- 25 Syawal 1447 H: Selasa, 14 April 2026
- 26 Syawal 1447 H: Rabu, 15 April 2026
- 27 Syawal 1447 H: Kamis, 16 April 2026
- 28 Syawal 1447 H: Jumat, 17 April 2026
- 29 Syawal 1447 H: Sabtu, 18 April 2026
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











